Wajib Prokes Selama Menjalankan Ibadah Ramadhan Dan Idul Fitri

(Tengah) Wakil Bupati Kutai Barat, saat pimpin rapat koordinasi. Foto: Donni (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Wakil Bupati Kutai Barat, umat muslim tetap terapkan protokol kesehatan selama menjalankan ibadah puasa  dibulan ramadhan. Hal itu tersebut diungkapkan saat memimpin  rapat koordinasi persiapan memasuki bulan ramadhan 1442 hijriah. Bersama Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Barat, NU, Muhammadiyah dan Forum Kerukunan Umat Beragama. Dalam rangka menyingkapi Surat Edaran  Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2021 tentang paduan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1442 hijriah, di ruang diklat Setdakab Kutai Barat. Selasa (6/4).

Wakil Bupati Kutai Barat H. Edyanto Arkan mengatakan, sebagai masyarakat tentu memiliki bertanggung jawab untuk menjaga dan menyesuaikan kondisi sekarang, khususnya untuk menyingkapi surat edaran dari kementerian Agama terkait pengaturan memasuki bulan ramadhan.

Dalam surat edaran menteri agama dicantumkan beberapa kententuan menjalankan ibadah puasa dan idul fitri. Beberapa diantaranya adalah pembatasan jumlah kapasitas umat beribadah di mushola dan masjid sebesar 50 persen, pengaturan jarak antar umat dalam melaksanakan ibadah, dan ketentuan pelaksanaan takbiran.

Lebih lanjut Wakil Bupati Kutai Barat menyampaikan, dengan berpedoman dari surat edaran kementerian agama dan saran dari tiap perwakilan, bahwa selama menjalankan ibadah puasa wajib mentaati protokol kesehatan terutama dalam menjaga jarak.

“misalnya kapasitas masjid 500 jamaah, yang datang sekitar 150 jamaah tetap perlu diatur jaraknya minimal 1 meter, sehingga tafsirannya semua tempat rumah ibadah sama, baik jumlah kapasitasnya dan ketentuan jaraknya,”ungkapnya.

Selain itu pelaksanaan  takbiran tidak digelar dengan melakukan pawai dijalan melainkan hanya di tempat kediaman dan masjid masing-masing.  Tentunya untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tetap waspada dari penyebaran wabah pandemi covid-19 selama menunaikan ibadah puasa.

Kepala Kesbangpol Kutai Barat Suwito mengatakan, dari hasil rapat tersebut nantinya akan dituang dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati Kutai Barat, kementerian agama, MUI, muhammadiyah, NU dan FKUB Kutai Barat, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Barat.

“Kesbangpol akan menindaklanjuti hasil rapat hari ini dengan surat edaran mengenai pelaksanaan ibadah puasa dibulan ramadhan ini. Terkait sholat lima waktu, tarawih, tadarus, pawai takbiran, kemudian sahur on the road  serta buka bersama,  melalui koordinasi dengan ketua MUI dan kementerian agama,” pungkasnya.

 

Penulis: Donni, Editor: Hermanto  

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id