Kabupaten Kutai Barat

Tuntaskan Infrastruktur Ke Kampung-Kampung. Rabu (06/11/2019)

Berdiri Kanan Bupati Kutai Barat dan Wakil Bupati Melakukan temu publik dan Dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat Kutai Barat dalam rangka HUT Kutai Barat Ke 20 Tahun 2019. (hms10).kutaibaratkab.go.id

(Berdiri Kanan) Bupati Kutai Barat didampingi Wakil Bupati laksanakan temu publik dan Dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat Kutai Barat dalam rangka HUT Kutai Barat Ke 20 Tahun 2019. (hms10).kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Sebagai upaya komunikasi dan koordinasi dengan seluruh tokoh masyarakat se Kutai Barat, sesuai Visi, Misi Kutai Barat sebagai landasan Pembangunan yang adil, mandiri, sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia  bagi seluruh masyarakat, maka dipandang perlu dilaksanakannya kegiatan temu temu publik dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat Kutai Barat dalam rangka HUT Kutai Barat ke 20 tahun 2019 yang dilaksanakan di Lamin Toyoi Taman Budaya Sendawar, Selasa sore 04 November 2019.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, dalam kontek pembangunan berkeadilan dalam kepemimpinannya mengutamakan pembangunan  infrastruktur, untuk membuka isolasi daerah-daerah yang belum tersentuh. Oleh sebab itu Pemerintah Kutai Barat melakukan kerjasama dengan DRPD untuk pembangunan, sehingga dibuatkan matrik pembangunan dari tahun 2013-2018 kampung mana saja yang sudah dibangun sebagai data.

Kegiatan temu Publik dan dialog yang diinisasi oleh STB Kutai Barat turut dihadir Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten, para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bankaltimtara, Camat se Kutai Barat, Lurah, Petinggi dan BPK se Kutai Barat.

Pemerintah mengajak DPRD, dimana pemerintah sebagai pelaksana pembangunan untuk mengatur APBD bukan berdasarkan atas kepentingan tetapi kebutuhan. “Oleh karenanya kita melihat data daerah/kampung mana saja yang yang memerlukan percepatan pembangunan dan menjadi  prioritas kita dalam membangun,” terang Bupati.

Bupati menambahkan, target pembangunan infrastruktur kekampung-kampung yang masih terisolir rampung dilaksanakan tahun 2021. Dari 190 kampung, 4 kelurahan, 16 kecamatan dengan luas wilayah kurang lebih 20 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk 170 ribu jiwa, masih ada kurang lebih 60 kampung yang belum memiliki akses jalan serta blank spot oleh sebab itu pada tiga tahun lebih kepemimpinannya berjalan lebih konsen pada pembangunan infastruktur untuk mengkoneksikan antar kampung dan sekarang puji Tuhan syukur alhamdulilah semua sudah terkoneksi.

Selanjutnya Bupati memaparkan, masuk tahun ke 4 kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H Edyanto Arkan, saat ini sudah mulai masuk pada program kerakyatan dan tahun kelima nanti masuk pada program peningkatan kualitas SDM, hal ini dilakukan secara bertahap dalam pembangunan.

“Akses kekampung sangat penting, oleh sebab itu jalan-jalan kekampung harus diperbaiki, jika infrastruktur baik maka yang lainnya mengikuti, contoh listrik bagaimana mau membangun listrik jika belum memiliki akses jalan, maka tiga tahun yang sudah berjalan kita sudah memulai membuka akses-akses jalan kekampung yang terisolir kita kejar dan  telah diprogramkan seperti jalan Penyinggahan-Muara Pahu, Muara Pahu-Gunung Bayan dan Gunung Bayan-Tebisaq, termasuk Kecamatan Jempang jalan Mancong dan jembatan,” Terangnya

Lebih lanjut dijelaskan “di kecamatan Bongan juga telah masuk program jalan Gerunggung, Tanjung Sokeq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, pembangunan yang dilakukan untuk memprioritaskan daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh, oleh sebab itu pembangunan hampir tidak ada dilaksanakan didaerah dekat Pusat Kota Kabupaten karena memang kita fokus membangun daerah-daerah yang belum dibangun selama ini.”

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati H Edyanto Arkan menjelaskan seperti yang Bupati sampaikan konsep pembangunan dan pelaksanaannya memang terjadi perubahan pola pembangunan, dimana konsentrsi dan perhatian pembangunan yang terpusat pada ibu kota kabupaten sehingga dimasa kepemimpinannya ingin memeratakan pembangunan ke kampung-kampung yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, dengan menggandeng tim teknis dari Universitas Gajahmada untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Kutai Barat.

Selanjutnya Wakil Bupati menjelaskan, pembangunan yang maju di kabupaten harus diperluas ke kampung-kampung yang dibuktikan dalam kepemimpinannya yang sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Secara khusus Wakil Bupati juga mengucapkan kepada seluruh kampung yang berada di ibu kota kabupaten yang bisa memahami  pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, membuka keterisolasian kampung-kampung.

Selanjutnya dalam rangka pembangunan yang berkeadilan bagi masyarakat, Pemerintah Kutai Barat juga terus memperjuangkan pembangunan jaringan listrik di Kutai Barat agar sesuai harapan masyarakat yang selama ini mendambakan listrik. di Kutai Barat terdapat 16 kecamatan, 190 kampung dan 4 kelurahan. Terdapat seratus lebih kampung yang telah menyala 24 jam, 10 kampung telah menyala 12 jam dan 10 kampung menyala 6 jam.

Sampai saat ini masih ada 73 kampung yang belum ada aliran listrik PLN. Dari 73 kampung tersebut, terdapat  11 PLTS terpusat dan 42 PLTS tersebar. Kondisinya PLTS Terpusat dan Tersebar tersebut banyak yang rusak dan tidak menyala karena telah lama dibangun yakni dalam kurun waktu 2013-2017. Terdapat satu kecamatan yang belum tersentuh pembangunan bidang kelistrikan yaitu Kecamatan Mook Manaar Bulatn dangan komposisi 16 kampung, jumlah penduduk 9.762 Jiwa, 2.741 KK, dan 2.513 Rumah serta belum termasuk fasilitas umum. (Hms10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>