Rakor Penanganan Covid-19 Di Kutai Barat

(Dua dari kanan) Bupati Kutai Barat, saat pimpin rakor penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Foto: Dhea (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Masih meningkatnya penyebaran Corona Virus Diseace (Covid 19) di Kutai Barat, Bupati Kutai Barat dan Wakil Bupati Kutai Barat didampingi Dandim 0912/KBR, dan Kapolres Kutai Barat, mengadakan rapat koordinasi penanganan covid-19 secara virtual melalui zoom meeting yang diikuti oleh seluruh Kecamatan, Keluarahan dilingkungan Kabupaten Kutai Barat. Di Gedung Aji Tulur Jejangkat. Jumat, (30/4)

Rakor yang dipimpin Bupati Kutai Barat FX Yapan menyampaikan beberapa hal penting yang harus dievaluasi terkait penyebaran Covid-19 di Kutai Barat, yang masih saja terus meningkat di masyarakat, diantaranya adalah harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan kewaspadaan, dan terus mengingatkan agar mengurangi mobilitas dan aktivitas dari luar wilayah Kutai Barat.

Lebih lanjut Bupati Kutai Barat menjelaskan, terkait kebijakan pemerintah adanya pembatasan kegiatan milir dan mudik tidak diperbolehkan, harus disikapi dengan baik, karena ini merupakan upaya agar semua warga negaranya sehat dan dapat diatasi pandemi. “Selagi masih bisa daring, lakukan silahturahmi dari sana, hal ini untuk menghindari melonjaknya kasus covid-19 di Kutai Barat,”

“Terkait aktivitas keagamaan sudah ada pula surat edaran Mentri Agama disana ada pembatasan jumlah kapasitas umat beribadah, baik di Mushola maupun Masjid hanya boleh sebesar 50% dan jarak antar umat dalam melaksanakan ibadah akan diatur sesuai dengan ketentuan pelaksanaannya,” tambahnya mengingatkan.

Terkait upaya yang dapat dilakukan dalam penanganan covid-19 yaitu, diantaranya adalah meningkatkan peran seluruh Kepala Desa/Kampung; agar dapat melakukan sosialisasi secara masif agar warga masyarakatnya disiplin menerapkan protokol kesehatan, melakukan koordinasi dan memantau masyarakat yang datang maupun yang keluar dari wilayahnya.

“Nanti Pemerintah Daerah akan sidak ke Kampung-kampung, untuk melihat upaya dari tiap wilayah baik di Kecamatan maupun kampung dan akan diberikan reward kepada kampung terbaik dalam penanganan wabah covid-19 ini,” tegasnya.

Upaya-upaya penanganan tersebut berupa; memperketat pengawasan ruang publik, sinergitas dalam menegakkan aturan dan ketegasan bagi pelanggaran protokol kesehatan (prokes), larangan mudik dan pembatasan perjalanan lintas wilayah, upaya mensosialisasikan secara masif protokol kesehatan, seperti disiplin menerapkan 4M (Memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumuman, dan menjaga jarak).

Dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Ritawati Sinaga menyampaikan, untuk Kutai Barat keseluruhan dari tahun 2020 sampai sekarang per April 2021 kasus yang terkonfirmasi sebanyak 3.298 orang dan ini semakin melonjak naik pada bulan Maret tahun 2021 terjadi lonjakan sangat tinggi kasus kematian mulai dari bulan Januari 2021 dari hasil analisa tren peningkatan selama tiga hari kasus masih turun naik.

“Dari data perkembangan kasus Covid-19 dimasyarakat, yang sembuh sebanyak 2.845 orang menurut persentase sekitar 86,26%, daerah yang masih zona kuning di Kutai Barat antara lain; Kecamatan long Iram, Penyinggahan, Muara Pahu dan Bentian besar,” jelasnya.

“Terkait upaya yang telah dilakukan antara lain vaksinasi, yang sudah mencapai target sasaran kumulatif 41,7% (dosis I) untuk cangkupan petugas public yang divaksin sebanyak 89,5% hal ini paling tinggi di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id