Kabupaten Kutai Barat

Pemerintah Pantau Perkebunan Sawit. Senin (14/10/2019)

Tim PUP Meninjau Perkebunan Sawit PT KAL Yang Pemupukannya Dengan Menggunakan Pupuk Organik, Dengan Memanfaatkan Limbah Dari Pabrik CPO. hms10.kutaibaratkab.go.id

Tim PUP Meninjau Perkebunan Sawit PT KAL Yang Pemupukannya Dengan Menggunakan Pupuk Organik, Dengan Memanfaatkan Limbah Dari Pabrik CPO. hms10.kutaibaratkab.go.id

KOMINFO-SENDAWAR, Dalam rangka mengevaluasi peningkatan kinerja usaha perkebunan yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan swasta di KabupatenKutai Barat, Dinas Pertanian Kutai Barat melakukan Penilaian Usaha Perkebunan di PT Ketapang Agro Lestari di Kecamatan Siluq Ngurai.  Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 07/Permentan/0T 140/2/2009 tentang Pedoman Penilaian Uaha Perkebunan (PUP). Turut hadir dari pihak perusahaan dalam PUP dan Mornitoring  GM PT KAL Bima Sakti, Mill Maneger, Maneger Licensing, Region Manager Sustainability, serta staf bidang ekonomi Bapelitbangda,  Kamis 10 Oktober 2019.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pertanian didampingi Kepala Bidang Perkebunan Setianus, menuturkan tujuan PUP untuk mengetahui kinerja usaha perkebunan, mengetahui kepatuhan usaha perkebunan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku, mendorong usaha perkebunan untuk memenuhi baku teknis usaha perkebunan dalam memaksimalkan kinerja usaha perkebunan, mendorong usaha perkebunan untuk memenuhi kewajibannya sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku dan Penyusunan program serta kebijakan pembinaan usaha perkebunan.

Selanjutnya dijelaskan PUP untuk melihat sejauh mana perusahaan memperlakukan karyawan baik kesehatan, kemanan dan rotasi jam kerja yang sesuai serta perlakukan terhadap karyawan baik perumahan hingga sanitasi karyawan dan kesejahteraan. Dengan mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap sejauh mana perusahaan melaksanakan kewajibannya sehingga jika ada kekurangan pihak Pemerintah bisa membantu perusahaan, dengan demikian perusahaan bisa berjalan dengan lancar dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Terkait keamanan diperusahaan juga harus diperhatikan, karena dari hasil penilaian tim PUP safety masih kurang dan perlu ditambah, yang harus ditekankan adalah, perlengkapan safety harus dipakai, dimana ketika penilaian ada karyawan yang tidak mengenakan safety, tetapi setalah melihat tim penilai baru memakai safety semua karyawan yang bekerja dipabrik patuh dan harus tetap mengenakan perlengkapan safety”, saran Petrus.

Secara umum dari hasil penilaian juga diharapkan setiap ruangan disediakan tabung pemadam/apar selain itu juga ketika dilakukan monitoring di gudang pemadam kebakaran alat perlindungan diri tidak tersedia digudang, karena sudah dibagikan kesetiap porsonil, namun kita harapkan selain dibagikan kepada personil di gudang alat perlindungan diri juga harus tersedia.

Dari hasil monitoring dan evaluasi perkebunan PT KAL sudah cukup baik, semuanya sudah sesuai tehnik  dan memenuhi persayaratan, seperti dilokasi kemiringan terdapat teras, kemudian nilai High Conservation Value (HCV) sudah sangat tinggi hal tersebut layak bagi perusahaan yang sudah menjalankan pengamanan karbon dan oksigen.

Selanjutnya untuk pengolahan limbah pabrik CPO yang disalurkan ke dalam lima kolam dan tidak ada outlet yang keluar ke sungai umum, kondisi tersebut dinilai cukup aman untuk lingkungan sekitar.  Namun dalam hal tersebut Pemerintah meminta pihak perusahaan agar memenuhi standarisasi kolam, dimana untuk dinding kolam limbah harus terbuat dari beton agar tidak mudah tergerus oleh air hujan, sekali lagi peningkatan standarisasi dinding kolam limbah mutlak harus ditingkatkan, berkaitan dengan pememeliharaan lingkungan PT KAL juga sudah cukup baik dalam pengelolaannya.(hms10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>