Para Petani Belajar gunakan Alsintan dan Metode Tumpang Sari Melalui Pelatihan Tematik. Jum’at (27/09/2019)

Para Petani Belajar gunakan Alsintan dan Metode Tumpang Sari Melalui Pelatihan Tematik. Jum’at (27/09/2019)

Peserta menggunakan alat tanam modern dipelatihan tematik tumpang sari. kominfo dos.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Para Peserta pelatihan tematik yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan Dinas Pertanian Kutai Barat laksanakan praktek Metode Tumpang Sari. Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari sejak 26-28 September 2019. di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Pelatihan tematik yang terbagi dalam 2 kelas yakni pelatihan tematik Alsintan XI dan pelatihan tematik Tumpang Sari Tanaman angkatan IV, dengan Materi pembelajaraan yang disampaikan dari BBPP Binuang dan Dinas Pertanian Kutai Barat, pada lahan seluas 25 m x 30 m milik salah satu warga kampung ngenyan asa. Sarana peralatan untuk praktek seperti alat mesin pertanian berupa Traktor roda 4 dan roda 2, dari BPP Kecamatan Barong tongkok.

Selama pelatihan, kepala seksi ketenagaan penyuluh, Albina nurnawati mengungkapkan, para peserta antusias mengikuti kegiatan pelatihan, diharapkan para peserta dapat menerapkan apa yang telah diberikan dan dipelajari.  “Para petani sudah menerapkan pertanian modern. Ini terlihat dari penggunaan plastik atau disebut dengan mulsa, sudah menggunakan turus, disini kita tinggal poles saja”, ucapnya.

Lebih lanjut Albina nurnawati menjelaskan, “Seperti menggunakan Alsintan, biasanya hanya menggunakan saja, tapi disini kita sisipkan bagaimana cara memelihara dan persiapan apa saja sebelum menggunakan, begitu juga dengan yang tumpang sari, bagaimana cara memilih benih yang baik serta jarak tanamnya”, tuturnya

Sementara Koordinator Penyuluh Se-Kabupaten Kutai Barat Sugeng Widada yang dalam kesempatan ini ikut memberikan materi teknologi Tumpang Sari mengungkapkan, dengan mempelajari penanaman dengan teknologi tumpang sari para peserta mengetahui manfaat dan keuntungan dari cara menanam dengan teknologi tersebut.

Kegiatan Pelatihan Tematik para peserta menerima teori dasar, pengenalan hingga konsep, kemudian para Peserta mulai mempraktekan teori yang telah di berikan, untuk kelas Tumpang Sari diajarkan menanam dengan metode Tumpanug Sari, yang merupakan metode penanaman dengan konsep lebih dari satu jenis komoditi tanaman dalam satu lahan, dalam pelatihan ini bibit yang digunakan sebagai bahan praktek adalah padi gogo dan jagung hibrida.

Peserta kelas Tumpang Sari memulai kegiatan praktek setelah para peserta kelas Alsintan telah mengolah lahan menggunakan unit traktor. Dikelas ini para peserta mengaplikasikan bercocok tanam dengan pertanaman campuran (polyculture) atau yang disebut dengan Tumpang Sari. Dikelas ini para peserta menanam 2 jenis tanaman dalam 1 lahan. yakni Padi Gogok dan Jagung Hibrida.

Kemudian peserta tumpang sari Oktavia (36) mendapat hal baru selama pelatihan, terutama metode Tumpang Sari, “Sebagai petani lokal, biasanya setelah menanam langsung ditinggal, dan hanya satu jenis tanaman yang ditanam, dengan metode Tumpang Sari bisa menanam lebih dari satu jenis tanaman seperti kacang panjang dengan tomat”, ungkapnya

 “Akan mendapat hasil produksi tanaman lebih dari satu komoditi jenis tanaman, yang kedua menghemat pekerja, menghemat luas, serta melestarikan sumber daya alam dan lingkungan  hidup”, terangnya.

Sesi praktek berakhir pada pukul 16.00 wita. dalam praktek lapangan  sempat terjadi turun hujan. Usai pelatihan secara praktek berikutnya peserta akan mengikuti pembelajaran mengenai Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dipandu oleh Balai Besar Pelatihan Binuang. kominfo Dos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

kubar

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemkab@kutaibaratkab.go.id