Panen Jagung Perdana Dan Resmikan Balai Pertemuan Kelompok Tani Kola Lestari.

Panen Jagung Perdana Dan Resmikan Balai Pertemuan Kelompok Tani Kola Lestari.

Kiri Kadis Pertanian Kutai Barat ikuti panen Jagung perdana.Kominfo Fds.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, panen Jagung perdana dan peresmian Balai Pertemuan Kelompok Tani Kola Lestari di Kampung Linggang Melapeh, sebagai tempat berkumpulnya para petani untuk memecahkan berbagai macam keluhan petani dalam bercocok tanam di Kecamatan Linggang Bigung ditandai dengan pengguntingan pita didampingi Perwakilan Camat, Sekretaris kampung Linggang Melapeh, ketua gabungn kelompok tani (gapoktan) Kecamatan Linggang Bigung dan petani Kampung Linggang Melapeh, Kamis 13 Februari 2020.

Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat Petrus berharap, dengan diresmikannya Balai Pertemuan Kola Lestari  ini, pertanian lebih bergairah dan petani semakin bersemangat terutama dalam keanggotaannya dapat bekerjasama dengan baik untuk menghasilkan apa yang sudah diprogramkan dan disepakati. Kemudian dapat menjadi contoh untuk petani yang lain.

“Terima kasih pula kepada WWF yang sudah memfasilitasi dan membimbing petani yang ada dan berharap apa yang dicita-citakan bersama supaya petani sejahtera bisa terjawab, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk membina dan membangun pertanian namun perlu bersinergi dengan semua pihak terutama teman-teman WWF,” jelasnya.

“Dengan adanya Balai ini kelompok tani tinggal memanggil penyuluh untuk datang melakukan penyuluhan, jangan sampai petani yg menunggu penyuluh, tetapi petani yang mengundang penyuluh,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Petrus, untuk anak-anak muda mulailah membangun pertanian, pertanian kalo ditekuni sangat menjanjikan apalagi Kutai Barat, tanahnya yang subur dan masih luas, propesi petani bukan pekerjaan yang berat apalagi sekarang sudah menggunakan teknologi pengolahan tanah tidak lagi menggunakan tenaga manusia, mari anak-anak muda kita bangun pertanian di Kutai Barat,” tuturnya.

Ketua Kelompok Tani Kola Lestari Marselinus Mete mengatakan, Balai Pertemuan Kelompok Tani Kola Lestari merupakan tempat berkumpulnya para petani untuk memecahkan berbagai macam keluhan petani dalam bercocok tanam, walaupun balai ini milik kelompok Kola Lestari tetapi pihaknya terbuka untuk umum, masyarakat sekitar dan kelompok tani lainnya boleh belajar bersama - sama di balai ini.

“Kedepan berharap ada dukungan dan perhatian pihak pemerintah daerah berupa pelatihan, penyuluhan dan alat - alat pertanian serta melengkapi sarana di Balai Peretemuan Umum Kola Lestari,” harapnya.

Acara  peresmian Balai Pertemuan Umum yang berukuran 4 x 8 m2 dan dikerjakan secara gotong royong dengan didanai WWF, dilanjut sesi dialog dengan para petani tentang penyediaan bibit dan pemasaran hasil pertanian, diakhiri dengan panen jagung perdana  Kelompok Tani Kola Lestari yang ditanami Kopi dan Lada kurang lebih seluas 1000 M2. Kominfo Fds

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *