Monitoring Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari Di Kampung Jengan.

Monitoring Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari Di Kampung Jengan.

Peserta menunjukan hasil panen pekarangannya. Foto: Donni (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam rangka monitoring perkembangan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat melalui Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan mengunjungi kelompok wanita Tani Alfa Omega, yang ditandai dengan memanen sayuran kangkung dan bayam pada demplot tanaman. bertempat kampung Jengan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn. Kamis, 30 juli 2020.

Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat progres kegiatan sekaligus pendampingan kepada KWT Alfa Omega, yang pada tahun 2020 telah memasuki tahap pengembangan. Sehingga Monitoring yang dilakukan untuk melihat budidaya sayur yang ditanam oleh KWT Alfa Omega. Nantinya diharapkan ketika memasuki tahapan pembinaan KWT Alfa Omega secara mandiri sudah bisa memperoleh hasil panen dan mampu menjalankan kegiatan secara berkelanjutan.

Proses monitoring dimulai dari rumah pembibitan tanaman dengan ukuran 4 x 6 m, dibangunan ini seluruh proses pembibitan dilakukan. Nantinya bibit tersebut akan ditanam pada demplot tanaman. Dan disuplai kepada seluruh anggota KWT Alfa Omega untuk ditanam pada pekarangan rumah. Monitoring dilanjutkan kedemplot tanaman seluas 20 m x 20 m. yang difungsikan sebagai sarana untuk percontohan menanam sayuran. Adapun  jenis sayuran yang ditanam yaitu kangkung, sawi, bayam, cabai, kacang panjang dan terong. Dan diakhiri dengan monitoring ke pekarangan rumah para anggota KWT.

Melihat perkembangan KWT Alfa Omega ditahap pengembangan. Kepala bidang konsumsi dan keamanan pangan, Rina Giptalina, mengungkapkan, ikut merasa senang atas dampak positif dari kegiatan P2L yang dilakukakn sejak tahun lalu. Para anggota sudah merasakan manfaatnya terutama dalam pemenuhan kebutuhan, melalui kegiatan ini, masyarakat yang bukan anggota KWT  termotivasi untuk ikut menanam dipekarangan.

Lebih lanjut dijelaskannya, “KWT Alfa Omega juga sudah bisa menjual hasil panen sayurannya. Melalui pengelolaan pendapatan dari hasil penjualan, kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan. Mengingat kegiatan P2L dalam penyaluran bantuan dana kegiatan hanya sampai pada tahap pengembangan. Selanjutnya pembiayaan dilakukan secara mandiri oleh KWT, namun masih dalam pendampingan.”

“karena ini sudah tahun kedua, maka bantuan dari pusat sudah tidak ada lagi. Diharapkan mereka sudah bisa mandiri untuk kegiatan ini. Dengan hasil jualan mereka bisa tabung dan putar kembali, selain itu mereka juga bisa berinisiatif bekerja sama dengan petinggi atau pemerintah kampung apabila memerlukan dukungan. Supaya kegiatan ini berkelanjutan,” ucapnya.

Kemudian Kepala Seksi Keamanan Pangan, Julung Yose Wartel Kalvin menjelaskan, kegiatan P2L merupakan kegiatan nasional dengan fokus pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kecukupan kebutuhan pangan skala keluarga sekaligus upaya peningkatkan pendapatan rumah tangga.

“Maka ada 3 hal penting dalam kegiatan P2L, yang pertama tersedianya kebun bibit dalam wujud rumah bibit. sebagai tempat produksi bibit, nantinya disuplai keseluruh anggota. Kemudian adanya demplot tanaman sebagai lokasi percontohan sekaligus peningkatan fungsi dan kapasitas jumlah atau jenis tanaman. Selanjut pengolahan pekarangan rumah dengan luas lahan minimal 25 m2 setara 75 polybag,”jelasnya.

“Jadi kegiatan ini berlangsung selama tiga tahun, ditahun pertama adalah penumbuhan, ditahun kedua pengembangan dan tahun ketiga adalah kemandirian. Meskipun sudah mandiri tapi masih  diawasi dan pendampingan dari tingkat kabupaten dan penyuluh pertanian lapangan,” tuturnya.

Selanjutnya Ketua KWT Alfa Omega Maritje Makahiking mengungkapkan, bahwa sekali panen pada demplot tanaman mampu mencapai 50 kg seperti cabe, terong dan tomat. Sedangkan jenis sayuran seperti bayam dan kangkung bisa mencapai 40 ikat dalam sekali panen. Dari pekarangan para anggota mampu memperoleh kisaran 50 ribu rupiah perhari.

“Sehingga pada saat tahap mandiri, KWT Alfa Omega dari sekarang mengelola pendapatan dengan cara menyisihkan pendapatan jualan untuk dijadikan uang kas. Untuk dipergunakan dalam pembiayaan kegiatan supaya kegiatan kelompok wanita tani terus berlanjut,”harapnya.

Penulis: Donni, Editor: Hermanto Y.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

kubar

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id