Meningkatkan Literasi Dan Mencerdaskan Bangsa, Melalui Workshop Literasi

(Kanan) Pjs Bupati Kutai Barat, terima cinderamata Mandau dari Kadisdikbud Kutai Barat, usai membuka kegiatan workshop literasi. Foto: Dhea (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat melaksanakan kegiatan workshop literasi pojok baca sebagai penggerak literasi Kabupaten Kutai Barat, di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Setdakab Kutai Barat. Kamis, 19 November 2020.

Penjabat Sementara Bupati Kutai Barat H.M Syirajudin mengatakan, “Pembukaan kegiatan workshop enam kegiatan literasi ini, guru-guru disemua sekolah dapat memahami apa arti literasi dan tujuannya untuk mencerdaskan anak didik agar mempunyai akhlak dan budipekerti yang baik diterapkan sejak dini.

Nantinya di Kutai Barat tidak hanya disekolah-sekolah yang memiliki pojok literasi tersebut tapi dapat pula disiapkan bagi masyarakat umum, ditiap kantor-kantor mulai dari kecamatan hingga diinstansi pemerintah dengan ketersediaan buku yang banyak dan bervariasi.  “Ttujuan utamanya ialah sektor pendidik harus disiapkan agar memiliki guru-guru yang berkualitas dan mendorong minat baca peserta didik dengan metode yang menarik pula. Maksimalkan kegiatan workshop ini agar nantinya bisa diimplementasikan secara baik,”harapnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus narasumber dikegiatan workshop Dr.Ir. Hetifah Sjaifudian yang diadakan pada tanggal 23 November 2020 mendatang menjelaskan, literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat, dimana literasi lebih dari sekedar penuntasan buta aksara.

“Literasi itu penting bagi wilayah Kutai Barat sebagai sarana untuk meningkatkan literasi bangsa dan memahami dunia. Jika nantinya Kalimantan Timur sudah menjadi Ibu Kota Negara tentu saja kita berharap untuk anak-anak di Kutai Barat tidak boleh menjadi penonton dan untuk itu harusnya disediakan tempat agar ilmu-ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk diterapkan sehari-hari, namun juga relevan bagi daya saing yang tinggi dan dapat diandalkan untuk mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.

Sekedar informasi kemampuan literasi numerasi dan sains anak Indonesia masih rendah, peringkat Indonesia yang masih berada di 10 terbawah dari 79 Negara yang disurvey diseluruh kategori, kondisi ini menjadi suatu target untuk langkah-langkah Kutai Barat membantu Indonesia meningkatkan literasi siswa-siswi ditahun-tahun kedepan. Salah satunya adalah program pojok baca atau pojok literasi.

“Kemudian disekolah membuat taman literasi dilengkapi dengan buku-buku yang menarik, sebelum memulai pelajaran di sekolah diberikan waktu bagi anak-anak untuk membaca, disamping didikan dari guru-guru yang menjadi  teladan dan orang tua di rumah mulailah masing-masing membiasakan diri dengan membaca dari hal yang ringan dan menyenangkan,” jelasnya.

Kegiatan hari ini merupakan lanjutan dari kegiatan pencanangan pojok Literasi baca sekolah-sekolah pada tanggal 06 November 2020 lalu di Kantor Disdikbud Kutai Barat. Literasi sekolah ini telah dimulai sejak tahun 2015, namun Kutai Barat agak terlambat dengan tujuan; sebagai salah satu upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, terutama sekolah di Kutai Barat.

“Dalam mewujudkan dan membiasakan budaya baca, maka sekolah perlu melakukan pembinaan minat baca sebagai langkah awal sekaligus cara efektif untuk menumbuhkan minat baca kepada peserta didik guna memperkuat gerakan menumbuhkan budipekerti yang baik. Pada hari ini sebanyak 173 partisipan tergabung dari guru-guru TK/Paud hingga SMA/SMK/MA via zoom,” jelas Kepala Disdikbud Kutai Barat Silvanus Ngampun.

 Sementara menurut Raymondus Ketua PGRI Kutai Barat berpesan, kepada guru-guru di Kutai Barat agar dapat menggali informasi yang lebih luas, memahami teknologi yang berkembang, karena hadirnya teknologi ditengah masyarakat akan memberikan dampak baik dan buruk.

Dampak baiknya teknologi dapat membantu kita untuk belajar secara konkrit. Sementara dampak tidak baiknya jika tidak dikontrol para pendidik dan orang tua; salah satu contoh menonton hal yang tidak baik dari media yang ada, hal ini dapat memicu anak-anak tidak tertarik pada buku sehingga kurangnya minat membaca.

“Maka sekolah melalui tangan-tangan kreatifitas para guru dalam membimbing anak-anak didiknya dengan menampilkan media baca yang mudah dan menarik melalui literasi pojok baca. Oleh sebab itu Persatuan Guru di Kutai Barat bersama Disdikbud bekerjasama dan sepakat untuk mengadakan workshop bagi seluruh guru mulai jenjang TK/PAUD hingga SMA/SMK/MA di Kutai Barat,” tegasnya.

Penulis: Dhea, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id