Kumpulkan Kosakata Bahasa Dayak Bahau Sebagai Upaya Melestarikan Bahasa Daerah

Proses pengumpulan kosakata di kantor kepala kampung Ngenyang Asa. Foto: Lilis (dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dalam rangka melestarikan Bahasa Daerah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pengumpulan kosakata bahasa (Lema) salah satu etnis/suku di pedalaman Sungai Mahakam, yakni etnis Dayak Bahau.

Kepala UPT Kantor Bahasa Provinsi Kaltim Anang Santosa mengungkapkan, bahwa menurut data dari Badan Bahasa yang ada di Jakarta, bahasa daerah yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) ini berjumlah sekitar 16 bahasa. Kamis (03/06)

Kegiatan pengumpulan kosakata bahasa daerah etnis Dayak Bahau ini bekerja sama dengan Pemerintah Kampung Ngenyan, Kecamatan Barong Tongkok. Upaya pengumpulan kosakata ini melibatkan beberapa orang sebagai tokoh masyarakat dan berasal dari etnis Dayak Bahau yang menetap di Kabupaten Kutai Barat. Disamping itu ada dari beberapa komunitas etnis Dayak Bahau yang sudah terbentuk di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Tim dari Kantor Bahasa Provinsi Kaltim yang berjumlah  5 orang peneliti menargetkan agar bisa mengumpulkan sekitar 1.000  kosakata bahasa daerah. Kegiatan tersebut terlaksana di Kantor Petinggi Kampung Ngenyan Asa dan disambut baik oleh pemerintah kampung dan masyarakat serta komunitas etnis Dayak Bahau.

“Kegiatan ini selain bertujuan melestarikan bahasa daerah agar tetap utuh terpelihara dengan baik, juga sebagai  upaya menjaga kelestarian bahasa daerah yang dikhawatirkan akan terkikis oleh perkembangan zaman,” tuturnya,

Ditambahkannya lebih lanjut bahwa ada beberapa masyarakat etnis Dayak Bahau dan komunitas etnis yang dilibatkan supaya tujuan akhir dari kegiatan ini dapat membuatkan kamus bahasa daerah. Sehingga generasi mendatang mengetahui keberagaman bahasa yang menjadi kekayaan Bangsa Indonesia. Serta sebagai bukti tertulis/otentik bahwa bahasa ini ada di Provinsi Kaltim.

“Saya mengapresiasi dan menyambut gembira adanya komunitas-komunitas penutur bahasa daerah sebagai wadah komunikasi antar penutur bahasa daerah di Kutai Barat. Komunitas semacam itu, akan menjadi basis penting bagi upaya perlindungan bahasa yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat dan didukung oleh pemangku kebijakan di daerah,” ucapnya.

Waktu yang diperlukan untuk pengumpulan kosakata ini yakni kurang lebih 2-3 tahun kedepan dan diharapkan dapat berbentuk kamus bahasa daerah dan tersebarkan di Indonesia.

“Agar bisa dikenal, diingat dan diketahui bahwa Bangsa Indonesia ini punya banyak keanekaragaman dan kekayaan budaya yang salah satunya dari segi bahasa,” beber Kepala Bahasa.

Sementara menurut Kepala Kampung Ngenyan Asa, Pinus menanggapi sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini. “Kita merasa sangat senang dan siap membantu kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai upaya mempertahankan bahasa daerah. Apalagi dizaman seperti ini, bahasa daerah mulai jarang digunakan atau terdengar khususnya pada generasi muda,” tukas  Petinggi.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id