Pulihkan Pariwisata, Kampung Linggang Melapeh Gelar Festival Ekspos Pangan Dan Produk Lokal

Pulihkan Pariwisata, Kampung Linggang Melapeh Gelar Festival Ekspos Pangan Dan Produk Lokal

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius saat mengunjungi stand produk lokal kampung Linggang Melapeh. Foto : Firdaus (Dinkominfo).

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Festival Ekspos Pangan dan Produk Lokal di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai  Barat berlangsung sejak tanggal 2-4 Desember 2021 di Luq (Lamin) Kampung Linggang Melapeh,  berbagai kegiatan Ekspos Pangan dan Produk Lokal, semiloka komunitas dan pengelolaan potensi wisata, Permainan Tradisional Belogo, Pertunjukan Kesenian gantar, Belian Bawo, Sentiu dan menyajikan produk pangan lokal serta kerajinan anyaman dan tenun dari berbagai kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat, ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat. Sabtu, (4/12).

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Ayonius menyampaikan,  dalam rangka memajukan pariwisata menjadi sebuah tantangan dan pemerintah tidak bisa membangun industri pariwisata sendirian, namun melalui peran aktif dari stakeholders untuk saling bersinergi tentu akan mencapai hal tersebut.

“kegiatan seperti ini seharusnya dapat menginspirasi komunitas lainnya untuk dapat melakukan hal yang serupa bahkan dengan program yang lebih atraktif dan menarik, Apa yang menjadi kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini namun dilakukan secara berkesinambungan, fasilitasi, pemasaran produk baik pangan lokal maupun produk kerajinan ini dapat dipasarkan secara  berkelanjutan, apalagi saat ini semua serba digital jadi memasarkan produk itu tidak terbatas ruang dan waktu,”terangnya mengingatkan.

menurutnya, kegiatan ini dapat mendorong tumbuhnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di kampung wisata dan lebih berkembang, meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelola desa wisata. “Sehingga dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kesejahteraan masyarakat,”harapnya.

Petinggi Kampung Linggang Melapeh Hermaniel mengatakan, “Pemerintah Kampung sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah dilakukan panitia, masyarakat dan Pokdarwis Kampung Linggang Melapeh. Harapannya melalui kegiatan Festival  Pariwisata ini pangan lokal dan kerajinan tangan lebih dikenal secara luas dan  lebih maju kedepannya.

Festival Ekspos Pangan dan Produk Lokal bertujuan lahirnya wisata baru yang ramah Covid-19, mengenal pendekatan  Community Base ecoTourism (CBT) dimana pelaku wisata mampu melakukan kerja wisata yang komprehensif tanpa mengesampingkan asas kelestarian dan berkelanjutan serta mengenalkan wisata terbarukan di tengah pandemi Covid-19.

Kelompok Sadar Wisata Linggang Melapeh Gelar Acara Semiloka Ekowisata Berbasis Komunitas

Kelompok Sadar Wisata Linggang Melapeh Gelar Acara Semiloka Ekowisata Berbasis Komunitas

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat Yuyun Diah Setyorini  saat membuka secara resmi kegiatan Semiloka Ekowisata Berbasis Komunitas di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung. Foto : Firdaus (Dinkominfo)

 

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat Yuyun Diah Setyorini secara resmi membuka kegiatan Semiloka Ekowisata Berbasis Komunitas di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung, Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 2-4 Desember 2021 di Luq (Lamin) Kampung Linggang Melapeh. Kamis (2/12).

Dalam kegiatan tersebut di isi dengan berbagai kegiatan Ekspos Pangan dan Produk Lokal, semiloka Peran  komunitas kampung dan pengelolaan potensi sebagai media wisata, permainan tradisional Belogo, Pertunjukan kesenian Gantar, Belian Bawo, Sentiu dan menyajikan produk pangan lokal serta kerajinan anyaman dan tenun dari berbagai kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat Yuyun Diah Setyorini dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia kegiatan Semiloka Ekowisata Berbasis Komunitas Kampung  Linggang Melapeh, “ini kegiatan yang sangat positif Dinas Pariwisata sangat mendukung, harapannya kegiatan seperti ini bisa masuk sebagai kegiatan agenda rutin, Dinas Pariwisata akan menunggu masukan dari semua pihak yang konsen dalam pengembangan pariwisata Kutai Barat, kedepan Dinas Pariwisata akan mengifentarisir kegiatan mana saja yang masuk ke dalam kalender even Pariwisata.”

Di Kabupaten Kutai Barat banyak sekali potensi wisata yang bisa dikembangkan secara bersama dan manfaatnya di kembalikan kepada masyarakat, harapannya pariwisata kedepan lebih kepada kearifan lokal dari masyarakat setempat dengan melibatkan semua unsur masyarakat sehingga visi dan misi Kabupaten Kutai Barat untuk meningkat kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kemasyarakatan dapat terwujud,”jelasnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Linggang Melapeh Arpantor mengatakan, “Kegiatan Ekowisata Berbasis Komunitas di Kampung Linggang Melapeh berlangsung selama tiga hari, kegiatan diisi dengan pelatiahan Community Base ecoTourism (CBT) pengenalan dengan narasumber dari East Java Ecotourism Forum (Ejef), dan pada hari kedua pelatihan lanjutan dengan pemateri dari Pemerintah Kampung dalam pengembangan pariwisata dan hari ketiga demontrasi produk-produk  lokal seperti Kopi Linggang, demontrasi gula semut dan Salai dari Kampung Minta Kecamatan Penyinggahan, Tenun Ulap Doyo dan Sulam Tumpar dari Kampung Isuy Kecamatan Jempang, Anyaman Rotan dari Kampung Eheng Kecamatan Barong Tongkok, Olahraga Tradisional dan pertunjukan kesenian.”

Harapannya dari kegiatan ini lahir wisata baru yang ramah Covid-19, mengenal pendekatan  Community Base ecoTourism (CBT) dimana pelaku wisata mampu melakukan kerja wisata yang komprehensif tanpa mengesampingkan asas kelestarian dan berkelanjutan serta mengenalkan wisata terbarukan, mengenalkan paket wisata dimana kolaboratif pelaku wisata dengan petani, pengrajin dalam mengelola sumberdaya alam dan pengelolaan pangan lokal,” terangnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Sekretaris Camat Kecamatan Linggang Bigung Nurmala Suciati, Petinggi Kampung Linggang Melapeh Hermaniel, narasumber dari World Wide Fund for Nature (WWF), Pelaku Usaha Produk Pangan Lokal, Pekerja seni, Pengrajin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

 

Penulis : Firdaus.  Editor  : Emanuel

Tempat Wisata Sudah Mulai Dibuka Untuk Umum, Dengan Prokes Ketat

Tempat Wisata Sudah Mulai Dibuka Untuk Umum, Dengan Prokes Ketat

Salah satu objek wisata di Kutai Barat, Air Hemaq Beniung. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Surat Edaran nomor : 965 / Sek.746 / Stg-Kbr / IX / 2021, Tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III, untuk pencegahan, pengendalian dan penanganan pandemi corona virus disease-2019 di Kabupaten Kutai Barat yang berlaku secara efektif sejak tanggal 21 September sampai dengan 04 Oktober 2021 ini, masih memberikan beberapa kelonggaran bagi pengelola tempat-tempat wisata atau dapat beroperasi dengan tetap dilakukan pembatasan dan wajib menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

Beberapa tempat wisata yang ada di Kutai Barat, salah satunya wisata Air Hemaq Beniung sudah mulai dibuka kembali, namun pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan. “Untuk tempat wisata air Hemaq Beniung ini memang sudah mulai kami buka sejak 3 minggu yang lalu, tetapi baru minggu kemarin dibuka untuk umum dan bisa menerima pengunjung,” ungkap Hendrikus pengelola tempat wisata, saat dihubungi. Minggu (03/10).

Menurut Hendrikus, meskipun sudah dibuka, para pengunjung yang ingin masuk tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, pihak pengelola pun juga sudah menyiapkan beberapa fasilitas prokes seperti; tempat cuci tangan di beberapa titik.

“Untuk kesiapan dan fasilitas prokes, sudah dari jauh hari memang dipersiapkan, sesuai surat edaran tersebut, sebagai pengelola tempat wisata kita sudah menyesuaikan. Dapat dibuka dengan kapasitas 50 persen dengan prokes ketat. Kita menyambut baik hal ini, dan para pengunjung  tetap harus menjalankan prokes ketat juga sesuai imbauan pemerintah,” terangnya mengimbau.

Dengan mulai dibukanya tempat wisata ini, dapat kembali meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, yang mana selama pandemi Corona Virus Diseace (Covid-19) meningkat di Kutai Barat, perekonomian masyarakat ikut terdampak khususnya tempat-tempat wisata.

“Harapan kita pandemi ini bisa segera berakhir, sehingga seluruh kegiatan bisa berjalan normal kembali. Terutama semakin meningkatnya kunjungan wisatawan lokal ke tempat-tempat wisata. Sebab, tempat wisata ini merupakan salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

 

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Benahi Sarana Pariwisata Dan Bentuk Kelompok Pokdarwis

Benahi Sarana Pariwisata Dan Bentuk Kelompok Pokdarwis

Kasi BUSTP-Dispar Kutai Barat, Saat memberikan keterangan kepada media. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Upaya memajukan pariwisata Kutai Barat di masa Pandemi Corona Virus Diseace (Covid-19), Dinas Pariwisata membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) untuk mengikutsertakan masyarakat dalam kemajuan kepariwisataan di Kabupaten Kutai Barat. Selasa, (07/9)

Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat melalui Kasi Bina Usaha Sarana dan Jasa Pariwisata (BUSTP) Yiska Jumeiana menjelaskan, bahwa pada tahun 2021 dinas pariwisata bersama para kepala Kampung telah berupaya membentuk kurang lebih 14 Pokdarwis yang ada di 16 kecamatan se-Kabupaten Kutai Barat.

Kelompok pokdarwis dibentuk dengan Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata dengan cara; kelompok sadar wisata mendaftarkan kelompoknya ke Dinas Pariwisata Kutai Barat. “Dengan adanya Pokdarwis ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan pariwisata yang berpotensi diwilayahnya masing-masing,” jelas Yiska.

Selain itu sejak awal tahun 2020 lalu pada bidang pengembangan destinasi pariwisata secara umum, Dinas Pariwisata merencanakan dan melakukan penertiban dokumen administrasi dalam hal legalitas lahan objek wisata yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten.

“Dinas Pariwisata Kutai Barat sudah banyak menerbitkan dokumen legalitas obyek wisata selama pandemi ini. Dan standar aturan pemerintah dalam membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana obyek wisata tersebut harus memiliki legalitas tanah,”tegasnya.

Dikatakannya lebih lanjut bahwa selama pandemi Dinas Pariwisata mendapatkan arahan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim untuk menutup sementara objek wisata yang ada sejak April 2020. Dinas Pariwisata Kutai Barat kemudian menyampaikan pada  petinggi atau kepala kampung untuk menindaklanjuti dengan protokol kesehatan ketat.

Pandemi covid-19 yang berkepanjangan sangat berdampak terhadap aktivitas pariwisata di Kutai Barat terutama bagi pelaku usaha dan obyek wisata yang dimiliki perorangan, swasta maupun pemerintah. Pelaku usaha hotel dan makanan minuman turun drastis hingga kurang dari 65 persen.

“Upaya lain dalam memanfaatkan situasi pandemi, Dinas Pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan warga, bekerja sama dengan  Perangkat Daerah terkait melalui DPUPR, DPMPK, PERKIM, untuk meningkatkan sarana dan prasarana pada setiap objek wisata yang dimiliki oleh pemerintah daerah Kutai Barat,” tukasnya.

Untuk diketahui bahwa destinasi wisata Kutai Barat tercatat sebanyak kurang lebih 200 objek wisata dari alam, situs buatan, dan bangunan keagamaan ragam destinasi wisata. Diantaranya; wisata alam, Hutan Hemaaq Beniung (Kampung Juaaq Asa), Jantur, Danau Jempang (Kampung Jaan), pegunungan (gunung S pada Kampung Lakan Bilem), Arung Jeram (bumi perkemahan Lakan Bilem), dan Anggrek Hitam (Gersik Kerbangan kampung Sekolaq Darat).

Sementara untuk destinasi Wisata budaya diantaranya; tari tarian daerah, Belian (upacara adat Dayak Tunjung/Benuaq), Hudoq Kawit area Tering dan Long Iram, dan seni budaya yang ada di  Kutai Barat,  yang tentunya berpotensi untuk dikembangkan oleh bidang ekonomi kreatif dan budaya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Benahi Sumber Daya Manusia, Dengan Pelatihan Seni Tari dan Musik

Benahi Sumber Daya Manusia, Dengan Pelatihan Seni Tari dan Musik

(Berdiri kanan) Plt Kadispar Kutai Barat, saat menyaksikan kegiatan pelatihan. Foto: Lilis (Dinkominfo)

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Kabupaten Kutai Barat. Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Barat mendorong kaum muda kembangkan kretivitas, dengan menggelar pelatihan Seni Tari dan Musik.

Disampaikan oleh Plt Kepala Dispar Kutai Barat Bahtiar menjelaskan, kegiatan pelatihan Seni Tari dan Musik telah dilaksanakan pada awal bulan lalu kepada 20 kaum muda dan duta wisata yang mana menjadi bekal untuk meningkatkan promosi pariwisata.

“Saya harapkan melalui  pelatihan kemarin bisa diimplementasikan dan bisa disebarluaskan dalam hidup bermasyarakat dan sebagai bekal mereka untuk meningkatkan dan  mempromosikan kekayaan seni dan budaya, yang mungkin tidak ada didaerah lain. Selain itu juga menjadi kesempatan mereka untuk membantu mempromosikan apa yang dimiliki Kutai Barat,” harapnya.

Disebutkannya lebih lanjut bahwa selain meningkatkan kompetensi SDM pariwisata, pelatihan tersebut juga dimaksudkan untuk melestarikan dan menjaga budaya tradisional yang dimiliki agar tidak tergerus dengan pesatnya perkembangan jaman. “Dalam materi pelatihan kami menekankan agar budaya tradisional yang kita miliki, menjadi materi penting untuk dikembangkan,” bebernya..

Kondisi pandemi Covid-19, juga sangat berdampak disektor pariwisata, sehingga ada beberapa objek pariwisata di Kutai Barat dengan terpaksa ditutup. “Dengan dihentikan sementara aktivitas tempat pariwisata tersebut, bagi pengelola dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi dalam mempromosikan pariwisata, agar nanti setelah pandemi ini berakhir bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Demi mewujudkan hari esok yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Lilis, Editor: Hermanto

Bupati Kutai Barat Resmikan Lou Bentian Di Kecamatan Bentian Besar

Bupati Kutai Barat Resmikan Lou Bentian Di Kecamatan Bentian Besar

(Kanan) Bupati Kutai Barat, secara simbolis tandatangani papan prasasti  Lou Bentian. Foto: Reynaldi (Dinkominfo)

KOMINFOKUTAIBARAT-SENDAWAR, Lou Bentian yang ditopang 371 tiang kayu ulin yang tertanam sedalam 2 meter, dengan tinggi bangunan 8 meter, selebar 25 meter dan membentang sepanjang 50 meter berlokasi di Kampung Dilang Puti, diresmikan Bupati Kutai Barat didampingi Wakil Bupati Kutai Barat, Kepala Adat Besar Kecamatan Bentian Besar, Mine Head PT.TCM, Head External Relation PT.TCM, Ketua KKDB Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Adat beserta jajaranya, sekaligus penyerahan Lou Bentian oleh PT. TCM kepada Masyarakat Kecamatan Bentian Besar, di Kampung Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar. Jumat 25/06.

Pembangunan Lou Bentian atas prakarsa tokoh Dayak Bentian berlokasi di Kampung Dilang Puti tersebut menyerap anggaran murni sebesar 7 miliar rupiah bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) dengan waktu pengerjaan mulai tahun 2012 hingga tahun 2020.  Rumah panjang atau Lou Bentian yang dibangun, Dilang Puti dan Penarong dengan dukungan penuh PT (TCM).

Lou Bentian tersebut dipersembahkan untuk seluruh kampung di kecamatan Bentian Besar, dengan disediakannya sembilan kamar yang merepresentasikan sembilan kampung yakni Penarung, DilangPuti, Jelmu Sipak, Sambung, Randa Empas, Tende, Anan Jaya dan Tukuq.

Bupati Kutai Barat FX.Yapan mengatakan, “dikesempatan yang berbahagia ini saya atas nama Pribadi serta seluruh Jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan selamat atas diresmikannya Lou Bentian ini,  Lou Bentian ini dapat menjadi identitas dari keberadaan  masyarakat adat dayak Bentian,” tegasnya.

Terima kasih pula kepada PT. TCM wilayah Kutai Barat yang telah berkenan menjadi salah satu pihak yang berkontribusi dalam pembangunan Lou Bentian ini sejak tahun 2012 dengan menghabiskan anggaran sebesar Tujuh Milyar Rupiah, dengan bahan utama bangunan yakni kayu ulin, bengkirai dan kayu benggeris.

“Kedepannya kepada seluruh pihak-pihak terkait untuk dapat mengelola dan memelihara Lou Bentian ini dengan baik dan tepat guna, sehingga keberadaan Lou Bentian ini dapat digunakan untuk jangka waktu yang panjang,”harapnya menimbau.

Lebih lanjut dujelaskannya, “keberadaan Lou Bentian ini dapat menjadi salah satu faktor pendukung dan penunjang terjaganya identitas asli suku Dayak terutama dalam wilayah Bentian Besar dalam mewujudkan Hari Esok Yang Lebih Baik Dari Pada Hari Ini.”

Sementara menurut PT.TCM Mine Head Wahyu harjanto mengatakan” Rumah Lou Bentian ini sebagai perwujudtan salah satu progam pengembangan dan pemberdayaan PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) yang beroperasi di Kutai Barat dan juga di prakarsai tokoh-tokoh Adat Dayak Bentian.

“Rumah lamin atau Lou Bentian ini bisa menjadi icon atau pusat destinasi wisata alam dan Budaya di Kutai Barat, dengan posisi yang strategis yaitu di jalan trans kaltim dan kalteng, tentu akan menjadi tujuan kunjungan dan sekaligus menjadi destinasi wisata untuk masyarakat luar,”harapnya.

Selanjutnya Ketua Panitia AKP (Purn) Lorensius Balak mengatakan, “Lamin ini kedepan akan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat Bentian untuk meningkatkan perekonomian dikarenakan posisi Lamin ini sangat strategis karena berada di lintasan jalan trans kaltim yang menghubungkan kaltim dan kalteng.

“Mewakili masyarakat Bentian agar PT.TCM dan beberapa perusahaan yang beroperasi dalam wilayah Kecamatan Bentian Besar, tetap memberikan dukungan dan keperduliannya, begitu juga dukungan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Parawisata ada upaya kerjasama dan perhatian dalam rangka mengembangkan pariwisata untuk jangka panjang dan berkelanjutan,”pungkasnya.

 

Penulis: Reynaldi, Editor: Hermanto

Acara Puncak Tebeq Rau Di Kampung Long Daliq

Acara Puncak Tebeq Rau Di Kampung Long Daliq

(Tiga dari Kiri) Sekdakab Kutai Barat, Saat ikuti menari bersama keliling kampung. Foto: Donni (Diskominfo)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Bertepatan hari ke-10 besar dalam penyelengaraan adat tanam padi atau laliq ugal dari tradisi dayak bahau. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat bersama sejumlah pejabat eselon menghadiri acara puncak Tebeq Rau, yang diselengarakan di Kampung Long Daliq, Kecamatan Long Iram. Jumat 11 Desember 2020.

Pada penyelenggaraan adat ritual Tebeq Rau dirangkaikan berbagai prosesi. Salah satunya pelaksanaan tarian hudoq di depan rumah adat dan prosesi ritual Tebeq Rau yang diikuti Sekdakab Kutai Barat dan Pejabat Eselon dengan menari bersama secara berbaris dipimpin kepala adat berbaur dengan masyarakat keliling kampung diiringi bunyi bunyiaan gong.

Sekdakab Kutai Barat, Ayonius mengatakan, potensi kearifan lokal yang ada, dalam prosesi adat dapat mengikat persatuan sesama masyarakat dalam balutan kebersamaan dan gotong royong. Untuk itu pemerintah daerah berupaya melalui dinas terkait, dapat memprogramkan kegiatan adat seperti ini masuk event pariwisata Kutai Barat.

“Pemerintah Kutai Barat sangat memperhatikan, kegiatan adat seperti ini, selain dapat membangun kebersamaan dan gotong royong antar masyarakat,  juga sebagai potensi wisata budaya, oleh karena itu dinas pariwisata dan dinas pendidikan dan kebudayaan Kutai Barat dapat berkolaborasi agar acara ini bisa menjadi agenda pariwisata Kutai Barat,”harapnya.

Kehadiran pemerintah daerah melalui Sekdakab Kutai Barat dan perangkat daerah terkait, Petinggi Kampung Long Daliq Andreas Liah, masyarakat sangat senang. Hal itu menunjukkan pemerintah daerah mendukung kegiatan adat seperti; acara tebeq rau.

“Adanya kunjungan pak sekdakab Kutai Barat dan dinas terkait, kami merasa sangat senang. Bahwa ini bentuk dukungan pemerintah acara adat yang masyarakat di kampung long daliq laksanakan. Kedepan bahwa acara adat ini dapat diberdayakan melalui pembinaan dari pemerintah daerah,” harapnya.

Diterangkan Andreas Liah, “acara puncak Tebeq Rau merupakan wujud syukur masyarakat, dengan telah melaksanakan proses menanam padi, prosesi adat ini adalah warisan nenek moyang atau leluhur yang berhasil melewati dari peristiwa dan musim tertentu,”pungkasnya.

Penulis: Donni, Editor: Hermanto

Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat
Perkantoran IV Sendawar Kutai Barat
Tel – +62 (545) 455564

Email – pemda@kutaibaratkab.go.id