45 Orang Pelaku Perjalanan Lakukan Pemeriksaan Di Pasko Kecamatan Penyinggahan

45 Orang Pelaku Perjalanan Lakukan Pemeriksaan Di Pasko Kecamatan Penyinggahan

Unsur Muspika Kecamatan Penyinggahan dan Tim Medis, saat lakukan pemeriksaan. Kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Unit Posko Penyunggahan, 6 April 2020, melaporkan  terdapat 4 pelaku perjalanan menggunakan Speedboard dan malam harinya pukul 24,00 Wita pelaku perjalanan dengan Kapal Motor KHARISMA RISKI 01 dari Samarinda tujuan Mahakam Ulu terdata 41 orang. Selasa, 07 April 2020.

Saat di Konfirmasi Camat Kecamatan Penyinggahan Masranik menuturkan, “semua pelaku perjalanan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan, didata identitasnya dan diperingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan hindari kontak pisik oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Posko Kecamatan Penyinggahan, bersyukur semua aman,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya  penumpang Speeddboard 2 orang asal Samarinda dan 2 orang asal Kutai Kartanegara. Sementara dari penumpang Kapal Motor 41 orang tersebut ada 1 orang asal Makasal tujuan Melak.

“Dalam rangka menjamin sterillitas dilingkungan Pelabuhan dan para pelaku perjalan dan masyarakat sekitar. Tim Gugus Tugas Kecamatan Penyinggahan yang terdiri dari unsur Muspika Kecamatan dan petugas medis malakukan  penyemprotan disinfektan dan menyediakan sabun dan tempat mencuci tangan,”tambahnya. Kominfo.

 
Isolasi Wilayah Terbatas Tak Pengaruhi Lalu Lintas Kendaraan Keluar Masuk Kutai Barat.

Isolasi Wilayah Terbatas Tak Pengaruhi Lalu Lintas Kendaraan Keluar Masuk Kutai Barat.

Antrian kendaraan angkutan barang, saat ikuti pemeriksaan. Kominfo lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Dari tanggal 26 Maret - 05 April 2020 sudah mencapai 11.195 pengunjung  di Kutai Barat,  Pulang pergi 1.055 kali dan kendaraan yang melintas selama 11 hari ini berjumlah 4.536. Data hari Minggu, 5 April 2020 saja, jumlah kunjungan sebanyak 938 orang dengan kendaraan yang  berjumlah 416 Pulang Pergi (PP). Senin, 06 April 2020

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat, Rakhmat mengungkapkan, sesuai laporan petugas lapangan yang diterimanya bahwa arus keluar masuk kendaraan baik pribadi, penumpang  maupun angkutan barang yang melintasi mencapai ratusan unit perhari. "Ini data selama seminggu lebih,  Mulai dari kendaraan bermotor hingga mobil," terangnya dalam konfirmasi terpisah.

Rakhmat menghimbau bagi masyarakat yang masih beraktivitas diluar rumah agar selalu menjaga kebersihan diri dan memakai alat pelindung diri seperti masker dan selalu mencuci tangan. "Ayo sayangi diri kita dan keluarga. Dengan bersama-sama mencegah penularan virus corona ini,"tegasnya. Kominfo Lsr.

Status 14 Orang Karantina Biasa, Ditentukan Hasil Pemeriksaan Terindikasi Covid-19 Dari Surabaya.

Status 14 Orang Karantina Biasa, Ditentukan Hasil Pemeriksaan Terindikasi Covid-19 Dari Surabaya.

Sekdakab Kutai Barat, saat memberikan keterangan Pers Terkait penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Kominfo.kutabaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Update data yang dirilis oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kutai Barat, Pelaku Perjalanan 1.767 orang, Orang Dalam pengawasan (ODP) sebanyak 181 orang, selesai pantau sebanyak 30 orang,  Proses Pantau 151 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 5 orang, untuk orang yang telah dilakukan rapid test se - Kutai Barat sebanyak 43  orang dengan hasil negatif 42 orang dan terindikasi positif hasil rapid test masih 1 orang. Di Media Center Covid-19 Kutai Barat, Senin, 06 April 2020.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur mengatakan, warga asal Kutai Barat yang mengikuti kegiatan Ijtima Jamaah Tabligh Dunia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sebanyak 14 (empat belas) orang laki-laki asal kecamatan Melak 13 orang dan 1 orang dari Kecamatan Sekolaq Darat, telah masuk asrama Paskibra untuk dikarantina.

“Mudah-mudahan 1 orang yang terindikasi positif hasil pemeriksaan rapid test dan sedang diisolasi di RS HIS ini segera ada hasilnya dari Surabaya, agar teman-teman yang 14 orang yang dikarantina biasa ini dapat dipastikan tidak terpapar dan bisa dibebaskan karena mereka satu bagian kloter yang sama,” harapnya.

Lebih lanjut terkait karyawan perusahaan Sekdakab Kutai Barat menuturkan berdasarkan laporan dan surat edarannya dari beberapa perusahaan telah mengikuti peraturan dan protokol pemerintah daerah, salah satunya mereka sudah melarang karyawannya untuk cuti dan keluar dari wilayah Kutai Barat. Kominfo.

 
Tangkal Covid-19 Dengan Jaga Kesehatan Dan Miliki Stamina Tubuh Prima.

Tangkal Covid-19 Dengan Jaga Kesehatan Dan Miliki Stamina Tubuh Prima.

Kasi Kasi Farmasi Alat Kesehatan Dan PKRT. Saat berikan keterangan kepada media. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Upaya Pencegahan penularan Covid 19, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat menjelaskan bahwa terkait kasus Corona Virus Disease-2019 (Covid-19), hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan virus corona ini. Namun masih banyak upaya pencegahan baik dengan obat vitamin maupun Alat Pelindung Diri (APD). Senin, 06 April 2020)

Melalui Kasi Farmasi Alat Kesehatan Dan PKRT Dinas Kesehatan Tumija “ untuk saat ini hanya upaya mandiri dalam menjaga kesehatan dan menghindari penularan tetapi untuk obat belum ada, hanya vitamin saja untuk menjaga stamina," jelasnya diruang kerja Dinkes Kutai Barat kepada Media Diskominfo.

Lebih lanjut diterangkannya terkait ketersediaan obat yang tersedia saat ini ada Vitamin C dan B Complex kurang lebih sebanyak 6 ribuan, untuk sebulan kedepan masih bisa tersedia. Untuk pasien yang dikarantina (isolasi) bukanlah orang sakit jadi hanya diberikan makanan bukanlah obat,  yang penting harus menjaga stamina tubuh," ungkapnya.

Selain itu pula terkait masker yang cendrung langka di Kutai Barat, Dinas Kesehatan memiliki persiapan masker. "Masyarakat sering membeli masker bedah perlindungan lapis 2 diapotik dan hanya dapat dipakai sekali. Oleh sebab itu terjadinya kelangkaan tetapi sekarang sudah ada edaran untuk memakai masker yang bisa dicuci,"ucapnya.

Jika sudah berhubungan dengan pasien yang positif baru memakai masker N-95 atau Masker perlindungan Lapis 3 dan jika ada pasien yang positif masker sudah disediakan oleh Rumah Sakit. “Artinya pihak rumah sakit yang menyediakan bukan dari Dinas Kesehatan. Kalo kami hanya menanggani untuk pada tingkat pertama saja,"tuturnya. Kominfo Lsr

Hari Ini 14 Orang Warga Asal Kutai Barat  Ijtima Gowa Sulsel, Dikarantina.

Hari Ini 14 Orang Warga Asal Kutai Barat Ijtima Gowa Sulsel, Dikarantina.

Tim Gabungan Pengamanan, saat lakukan penjagaan di Asrama Paskibra Dispora Kutai Barat. Kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Tim Gugus Tugas dari unsur keamanan tadi malam sekitar jam 22.00 Wita mengawal 1 unit Bus Dinas Perhubungan mengangkut warga asal Kutai Barat yang mengikuti kegiatan Ijtima Jamaah Tabligh Dunia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diikuti ribuan jemaah dari berbagai negara tersebut dibatalkan. Warga asal Kutai Barat tersebut terdiri 14 (empat belas) orang laki-laki dan hari ini (Senin.06/04/2020) akan masuk lagi 2 (dua) orang yang beda kloter di Asrama Pasikibra Dispora Kutai Barat. Senin, 06 April 2020.

Kapala Dinas Kesehatan Kutai Barat dr Rita Sinaga menuturkan, pasien yang positif corona berdasarkan hasil rapid tes yang berusia di bawah 30 tahun laki -kali juga salah satu peserta kegiatan Ijtima Gowa Sulawesi Selatan.  “pasien tersebut dinyatakan positif berdasarkan hasil rapaid test yang sudah diambil sampel (Swab) dan sudah dikirim ke-Surabaya beberapa waktu lalu, saat ini masih menunggu hasil tes berdasarkan pengambilan swab tersebut," tegasnya.

Menurut Tim gabungan pengamanan yang dipimpin Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kutai Barat Widodo membenarkan pada pukul 22.00 Wita warga asal Kutai Barat peserta Ijtima Jamaah Tabligh Dunia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan di karantina dan dikawal ketat dari petugas gabungan  unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas BPBD Kutai Barat.

“Dengan waktu penjagaan petugas piket dibagi dalam  3 ship ; pagi jam 08.00 s/d 16.00 Wita, sore jam 16.00 s/d 24.00 Wita, dan  malam jam 24.00 s/d 08.00 wita pagi. Petugas piket yang berjaga terdiri dari Polres Kutai Barat 2 orang, Kodim Kutai Barat 1 orang, Satpol PP Kutai Barat 1 orang dan BPBD 1 orang. Kominfo.

Hasil Rapit Test Belum Tentu Positif Covid-19.

Hasil Rapit Test Belum Tentu Positif Covid-19.

Sekdakab Kutai Barat, saat memberikan keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Kominfo.kutabaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Hasil Konferensi Pers, data dari posko perbatasan Unit Pelayana Terpadu (UPT) Puskesmas Jambuk Kecamatan Bongan Minggu, (05/04/2020) sedikitnya 416 unit mobil dengan jumlah kunjungan penumpang sebanyak 862 orang. Untuk data yang dirilis oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kutai Barat, Pelaku perjalanan 1.639 orang, orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 176 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 5 orang,  proses pantau 147 orang dan selesai pantau sebanyak 29 orang, untuk orang yang telah dilakukan repid test se - Kutai Barat sebanyak 48 orang dengan hasil negatif 47 orang dan terindikasi positif berdasarkan hasil revid test masih 1 orang data kemaren. Di Media Center Covid-19, Minggu, 05 April 2020.

Sekretaris Daerah Kutai Barat Yacob Tullur mengatakan, Pemerintah Kutai Barat telah menyediakan dan sudah siap digunakan yakni; Asrama Paskibra untuk karantina pasien dengan status PDP tingkat sedang, namun mudah-mudahan tidak digunakan, kemudian ada RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) dan persiapan RS Pratama mencapai 80%  untuk menangani pasien Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut, Sekdakab Kutai Barat meminta masyarakat agar tidak panik dengan adanya satu orang yang terindikasi positif ini, karena belum tentu positif dari hasil pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Surabaya, mudah-mudahan dalam satu atau dua hari kedepan sudah ada informasinya,” terangnya.

“Terima kasih kepada petugas yang berkerja keras di lapangan, baik Para dokter, perawat, teman-teman pengamanan dari unsur TN, Polri, Satpol PP dan Dishub Kutai Barat, kedepan diharapkan ada kegiatan untuk mengecek identitas kependudukan masyarakat yang keluar masuk di Kutai Barat agar yang bukan warga dan kurang jelas tujuannya untuk diamankan supaya Kutai Barat bukan tempat pelariannya,” tegas Sekdakab Kutai Barat.

Bagaimana rapid test untuk corona bekerja, menurut dr Rita Sinaga, “Rapid test ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi terpapar dan memungkinkan menyebarkan Covid-19 kemudian segera dapat dilakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin meluas,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Rapid test adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

Dengan kata lain, “bila antibodi ini terdeteksi didalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus corona. Namun, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu. Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus corona atau Covid-19,” jelasnya. Kominfo.

 
Persiapkan Sarana Dan Praserana Penanganan Terindikasi Terpapar Covid-19 Di Kutai Barat.

Persiapkan Sarana Dan Praserana Penanganan Terindikasi Terpapar Covid-19 Di Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat saat berdiskusi dengan unsur Forkopimda Kutai Barat. Kominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kutai Barat melalui Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Dinas Kesehatan Kutai Barat dan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana Kutai Barat bekerja sama dengan seluruh unsur TNI dan Polri Kutai Barat sigap melakukan penangulangan dan penanganan kasus wabah Corona Virus Disease-2019 (covid-19) terutama Pasien Dalam Pengawasan dengan menyediakan Sarana Isolasi yang standar menurut protokol penanganan Covid-19 di Kutai Barat. Minggu, 05 April 2020.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya maksimal untuk menyediakan fasilitas penanganan Covid-19 di Kutai Barat dengan melakukan koordinasi yang intens bersama jajaran Forkopimda Kutai Barat. Ada 3 (tiga) Fasilitas sarana dan Praserana yang telah disiapkan untuk digunakan yakni: Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS), Rumah Sakit Pratama dan Asrama Pasikibra Dispora Kutai Barat.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan terutama Orang Dalam Pengawasan dan agar dapat bekerjasama melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari, jika tidak mengindahkan maka akan diisolasi pada sarana yang telah disiapkan pemeritah hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran wabah Covid-19 ini yang dapat beresiko tinggi bagi masyarakat Kutai Barat secara luas.

Lebih lanjut Bupati menghimbau “kepada perusahaan yang wilayah kerjanya di Kutai Barat Baik Pertambangan Batu Bara dan Perusahaan Perkebunan Sawit diharapkan dapat memperketat jangan ada karyawannya yang bebas keluar masuk wilayah Kutai Barat dan terima kasih kepada perusahaan yang sudah peduli, mendukung dengan memberikan sumbangan berupa sembako dan obat-obatan,” terangnya.

“Demikian juga kepada seluruh Organisasi Pemuda, Kemasyarakatan, paguyuban, para tokoh agama dan tokoh adat  untuk sama-sama bahu-membahu bekerjasama untuk mengatasi, mencegah dan menaggulangi penyebaran wabah ini, dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang menggumpulkan banyak orang bahkan yang akan menikah pun diminta untuk menunda kegiatan pernikahannya,” Bupati menambahkan.

Masyarakat Kutai Barat diminta “selain tetap tenang, tetap berpikir positif, jaga kesehatan dengan disiplin dan banyak mengkonsumsi vitamin dan tanaman obat tradisional seperti : Kunyit, Jahe, kencur, Bawang Putih dan lain sebagainya agar imunitas dan vitalitas lebih terjaga, selain itu masyarakat juga dapat belajar, bekerja dan beribadah dirumah saja agar  tidak terpapar covid-19 yang menjadi pandemi dunia ini,” harap Bupati. Kominfo.

Hasil Rapid test Kutai Barat 1 orang Positif dan 5 orang PDP Covid-19.

Hasil Rapid test Kutai Barat 1 orang Positif dan 5 orang PDP Covid-19.

(Tenggah) Bupati Kutai Barat saat memberikan keterangan pers kepada Media. Kominfo. Kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Konfrensi Pers Pemerintah Kutai Barat terkait penetapan Kabupaten Kutai Barat sebagai wilayah Siaga Darurat Covid-19 dan perkembangan terkini penanganan Corona virus Disease (Covid-19). Data dari posko perbatasan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Jambuk Kecamatan Bongan pertanggal (04/04/2020), sebanyak  650 unit mobil yang masuk ke Kutai Barat dengan penumpang kunjungan manusia sebanyak 976 orang. Sementara hasil pemeriksaan Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 168 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 5 orang,  Proses Pantau 145 orang dan Selesai Pantau sebanyak 23 orang dan Pelaku Perjalanan sebanyak 1.588 orang. Di Media Center Covid-19, Rumah Jabatan Bupati Kutai Barat. Sabtu, 04 April 2020.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan “5 (Lima) orang  PDP berasal dari 2 orang Kecamatan Melak, 1 orang  Kecamatan Barong Tongkok, 1 orang Kecamatan Long Iram dan 1 orang dari Kecamatan Bongan. Dari 33 orang yang dilakukan Rapid test, dengan metode serologi yang mengambil sampel darah, hasil negatif 32 orang dan Positif 1 orang yang langsung diisolasi di Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS) Kutai Barat, namun yang positif ini masih hasil sementara, karena harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) atau (Swab Test) di Surabaya,” terangnya

Lebih lanjut Bupati memaparkan, mudah-mudahan hasil tes dari Surabaya dapat menggembirakan kita semua, kemudian keluarga yang positif ini sudah pula dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan Rapid test sebanyak 11 orang namun hasilnya negatif,” jelas Bupati.

Untuk yang ODP masih diberikan kesempatan melaksanakan karantina mandiri dengan kesadaran, disiplin yang tinggi dan tetap dipantau. Jika tidak disiplin nanti akan dikarantina pada pasilitas yang disediakan pemerintah yakni; di RS HIS, RS Pratama dan Asrama Paskibraka pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat.

Bupati mengharapkan “masyarakat tetap tenang, berpikir positif, tetap waspada dan harus mendukung upaya pemerintah dengan disiplin yang tinggi serta jaga kesehatan agar masyarakat Kutai Barat aman dari Covid-19 ini,” tegasnya.

“Saat ini pemerintah telah berupaya melaksanakan Isolasi Terbatas diwilayah Kutai Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Barat sebagai upaya kewaspadaan dengan memperketat akses masyarakat masuk dan keluar Kutai Barat di posko Kecamatan Bongan untuk aksek masuk dari Kukar, Paser Utara dan Kabupaten Paser. Sementara posko Kecamatan Bentian Besar untuk akses masuk dari Kalimantan Tenggah, serta beberapa akses keluar masuk Kutai Barat melalui jalur Sungai  Mahakam,” tambah Bupati. Kominfo.

Bagi 500 Masker Handmade Lokal  Bantu Kelangkaan Masker Dimasyarakat.

Bagi 500 Masker Handmade Lokal Bantu Kelangkaan Masker Dimasyarakat.

Ketua TP PKK Kutai Barat saat membagikan masker kepada Warga. Kominfo Lsr/Mdn.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat membagikan 500 masker kepada masyarakat dibeberapa ruas jalan dalam pusat kota Sendawar selain mensosialisasikan kepada masyarakat untuk gunakan masker bila keluar dari rumah juga kepedulian kepada masyarakat mengingat masker sudah sulit didapatkan di Kutai Barat. Jumat, 03 Maret 2020.

Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu mengatakan, masker ini merupakan hasil karya tangan yang dipesan langsung dari beberapa penjahit di wilayah tersebut. "Masker yang kita bagikan hari ini ada 500 lembar dan masker ini dipesan langsung dari penjahit yang ada di kutai Barat,” Katanya.

selain itu kegiatan ini dilakukan untuk membantu  masyarakat mengingat ketersediaan masker saat ini sangat sulit didapatkan bahkan langka di Kutai Barat. "Ya ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat apalagi saat ini masker sulit di dapatkan,” tambahnya.

Sisi lain kegiatan ini juga sebagai bentuk pemberdayaan kepada penjahit binaan TP PKK Kutai Barat dan akan terus lakukan penyesuaian hasil produksinya agar sesuai standar kesehatan sehingga memberikan pendapatan bagi penjahit lokal. Kominfo Lsr/Mdn.

Bantu Logistik dan Dapur Umum Bagi Tenaga Medis dan Petugas di Perbatasan.

Bantu Logistik dan Dapur Umum Bagi Tenaga Medis dan Petugas di Perbatasan.

Simbolis Dinsos serahkan bantuan logistik dan dapur umum. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Menindaklanjuti instruksi Bupati Kutai Barat tentang Isolasi Wilayah di Perbatasan. Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat mengerahkan pendistribusian logistik beserta dapur umum untuk membantu tenaga kesehatan dan tim pengamanan di Perbatasan Kabupaten Kutai Barat dengan Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser Utara dan Kabupaten Paser, di Posko Puskesmas Kampung Jambuk Kecamatan Bongan Kutai Barat.

Selain penyerahaan logistik dan sarana dapur umum juga dilaksanakan penyemprotan disinfektan oleh Tim Gabungan Gugus Tugas Covid-19 disaksikan Anggota DPRD, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kapolsek, Danramil dan Pemerintah Kampung/Kecamatan Bongan. Rabu, 1 April 2020.

Bupati Kutai Barat FX Yapan saat meninjau Posko Tim Pencegahan Covid-19 di Puskesmas Jambuk mengatakan, Kecamatan Bongan merupakan pintu gerbang masuk ke Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu. "Jika warga Kutai Barat, ada yang berpergian keluar dan kembali ke Kutai Barat, maka harus ikuti prosedur pemeriksaan dan dikarantina, hal tersebut wajib dilakukan bagi setiap warga tidak memandang siapapun orangnya. Masyarakat harus mengikuti protokol dan mentaati aturan untuk keselamatan serta kebaikan bersama," terangnya.

Dijelaskannya lebih lanjut dengan diberlakukannya isolasi wilayah namun pembatasan tetap memberi pengecualian bagi yang berobat dan harus dirujuk keluar Kutai Barat. Sementara yang tidak berkepentingan secara mendesak maka tunda terelebih dahulu dan tunggu kondisi aman baru melaksanakan kegiatan keluar, jika dipaksakan harus keluar Kutai Barat, wajib ikuti protokol dari petugas yaitu pemeriksaan dan dikarantina.

Terkait bantuan logistik dan sarana dapur umum Kepala Dinas Sosial Kutai Barat Ampeng mengatakan, Tim Relawan Tagana akan membantu di Posko selama 3 hari dan dapur umum selama seminggu secara bergantian.

"Tim Relawan Tagana akan bergantian pertiga hari, hingga seminggu jika masih tidak ada perubahan dan masih dibutuhkan, maka akan dilanjutkan oleh para relawan 3 hingga 5 orang, mari sayangi negara kita, sayangi keluarga kita dengan menjaga kesehatan dan menghindari penyebaran covid-19,” pesannya.

"Terimakasih Pemerintah Kabupaten terutama Dinas Sosial yang telah berpastisipasi dalam pencegahan virus corona (Covid 19) ini, semoga Kutai Barat tetap aman dan penyebaran ini dapat dihentikan," beber I Putu Budiasa selaku Sekretaris Kecamatan Bongan. Kominfo Lsr.