Kabupaten Kutai Barat

BPTD Wil XVII Kaltimtara Bersama Dishub Dan Polres Kutai Barat Melakukan Razia Kendaraan Angkutan Yang Over Dimension Dan Over Loading. Rabu, (02/10/2019)

Petugas sedang razia mobil angkutan. hms10.kominfo.kutaibarakab.go.id

Petugas sedang razia mobil angkutan. hms10.kominfo.kutaibarakab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Untuk menekan angka laka lantas dijalan raya akibat kendaraan angkutan yang  Over Dimension dan Over Loading (ODOL) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wil XVII Kaltimtara, bersama Dinas Perhubungan Kutai Barat, Polres Kutai Barat, Kodim 0912, Samsat, Jasaraharja dan Satpol PP menggelar Razia kendaraan angkutan selama empat hari di Kutai Barat, Rabu 02 Oktober 2019.

Marthin Mendele Kasi Sarana Prasarana Tranportasi Jalan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wil XVII Kaltimtara menuturkan, dari hasil razia yang dilakukan banyak didapat kendaraan ODOL, selanjutnya kendaraan diberi tanda dengan pilox untuk dipotong, karena baik panjang maupun tinggi bak kendaraan tidak sesuai dengan dimensi yang tertera pada buku kir.

Marthin menambahkan, pemerintah semakin tegas menindak angkutan logistik yang melakukan pelanggaran muatan lebih (overloading) dan pelanggaran dimensi (over dimension), oleh sebab itu ketika melaksanakan kegiatan dilapangan pihaknya bekerjasama dengan Polri, Samsat, Kejaksaan, dan Pengadilan untuk langsung dilakukan penindakan ditempat.

Berkaitan dengan kegiatan ini semua elemen harus komit seperti Dishub, Polri, Samsat, Kejaksaan, dan Pengadilan terkait penindakan pelanggaran tranportasi angkutan, jika semuanya sudah tertib maka keselamatan pengendara itu sendiri dan pengguna jalan lainnya akan terjamin.

Dalam kesempatan tersebut Marthin berharap kedepan dengan kegiatan razia yang dilakukan, kendaraan yang diberikan sanksi tilang harus memotong bak, jika tidak maka dalam uji kir kendaraan tersebut tidak akan diberikan kir, sebelum kendaraan tersebut sesuai dengan data yang tertera dengan buku kir, dan pihak kepoliasian juga bisa melakukan penindakan karena tidak sesuai dimensi.

Lebih lanjut Marthin menjelaskan di Kutai Barat kedepan segera memiliki jembatan timbangan permanen, sehingga semua kendaraan angkutan bisa langsung masuk jembatan timbangan. “Jika muatan kendaraan melebihi kapasitas, maka kendaraan tersebut harus menurunkan sebagian angkutannya agar sesuai dengan dimensi muatan jika ingin melanjutkan perjalanan, jika tidak mau menurunkan maka kendaraan tersebut tidak boleh melanjutkan perjalanan dan harus kembali,” Terangnya.

Untuk kendaraan perusahaan juga dihimbau agar tertib administrasi / pajak, karena dalam kegiatan razia juga banyak ditemukan kendaraan perusahaan kir dan pajaknya mati. Dengan melibatkan Polri dan Samsat maka kendaraan yang pajaknya mati bisa langsung diselesaikan pembayarannya.

Selain itu dalam kegiatan razia angkutan juga terjaring pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm baik masyarakat umum maupun pelajar.  Selain diberikan surat tilang pengendara diberikan binaan dalam bentuk pesan-pesan agar kedepan lebih tertib berlalulintas.  Pihak kepolisian sudah memberikan kelonggaran kepada pelajar bisa membawa kendaraan tetapi dengan syarat kendaraan harus lengkap dan menggunakan helm.(hms10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>