Pecepatan Penurunan Stunting Melalui Upaya Yang Terintegrasi.  Senin (30/09/2019)

Pecepatan Penurunan Stunting Melalui Upaya Yang Terintegrasi. Senin (30/09/2019)

Kiri Bupati Kutai Barat memberikan pengarahan sebelum membuka Rembuk Stunting.kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR - Dalam rangka pencegahan Stunting di Kutai Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat melaksanakan Rembuk Stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting secara terintegrasi dan penandatangan kesepakatan komitmen penanggulangan stunting di Kutai Barat di Balai Agung Aji Tullur Jejangkat, Senin, 30 September 2019.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan mengatakan, saat ini wilayah Kabupaten Kutai Barat dihadapkan pada masalah stunting, yakni kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otak, saat ini terdapat 19.200 balita yang ada di Kutai Barat dan 1044 balita di antaranya mengalami stunting berdasarkan hasil penimbangan balita yang dilaksanakan pada Februari 2019 yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengupayakan percepatan perbaikan gizi seperti yang diamanahkan dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2013, tanggal 23 Mei 2013, tentang Gerakan Nasional (Gernas), “Percepatan Perbaikan Gizi yang merupakan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas pada Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)”, terang Bupati.

"Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan, oleh karena itu segera ditindaklanjuti, ada tindakan nyata untuk mengupayakan berbagai kebijakan melalui sektor terkait untuk mengurangi bahkan menghapuskan stunting di Kutai Barat", harapnya.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia Ahmad Sopian, maksud dan tujuan rembuk adalah untuk memastikan terjadinya integrasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting secara bersama melakui program/kegiatan antar Perangkat Daerah dengan sektor lain atau Non Pemerintah serta masyarakat luas.

"Dengan dilakukan  bersama secara terkonvergensi dan terarah sesuai lokus yang telah ditetapkan stunting dapat berkurang bahkan dapat dieliminasi ditahun-tahun mendatang”, harapnya saat memberikan laporan.

Kegiatan Rembuk Stunting juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kutai Barat, Asisten I Setdakab Kutai Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, BP3D Provinsi Kaltim dan BP3D Kutai Barat, Pimpinan Bank, Kepala RS. Umum Kutai Barat, para Camat, Ketua Tim PKK, Pimpinan Puskesmas, Para Petinggi, Pimpinan PPA serta Organisasi Masyarakat. Kominfo Lsr.

Peserta Pelatihan Tematik Lakukan Praktek Gunakan Alsintan.  Jum’at, (27/09/2019)

Peserta Pelatihan Tematik Lakukan Praktek Gunakan Alsintan. Jum’at, (27/09/2019)

Peserta Kelas Alsintan Sedang Praktek Pengoperasian Traktor Roda 2.kominfo Dos.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Sebanyak 30 peserta pelatihan tematik praktek menggunakan Mesin Pertanian (ALSINTAN) yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kutai Barat dalam rangka meningkatkan pengetahuan para petani dalam pengolahan lahan pertanian secara modern.  di lahan pertanian milik warga kampung Ngenyan asa. Kecamatan Barong Tongkok, Jum’at, 27 September 2019.

Selama 1 hari penuh semua peserta melakukan praktek serta mengaplikasikan materi yang telah diterima pada kelas Alsintan, para peserta praktek belajar mengoperasikan mesin pertanian secara bergantian, seperti  traktor roda 4 dan hand tracktor,  dengan didampingi langsung oleh operator unit yang berasal dari tenaga penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan pada lahan warga yang digunakan seluas 25 m x 30 m.

Kasi pelatihan aparatur BBPP Binuang, Ramadhani Kurnia Adhi yang menjadi pemateri kelas alsintan mengatakan para peserta telah dibekali pengenalan jenis-jenis alat dan mesin pertanian seperti mesin pengolahan tanah yaitu traktor.

Lebih lanjut dijelaskannya, kelas alsintan ini menarik, karena peminat pesertanya tidak hanya laki laki melainkan ada peserta perempuan yang ikut kelas tersebut.  “Alsintan itu mindsetnya tidak terbatas oleh laki laki, melainkan tapi sebenarnya adalah untuk mempermudah pekerjaan dan mempercepat pekerjaan agar kegiatan pertanian lebih efisien,” tuturnya.

Peserta Alsintan, Giman (43) yang juga pemilik lokasi yang dijadikan tempat pelatihan, mengakui bahwa dirinya merasakan penggunaan alat mesin pertanian dalam mengolah lahan cukup efisien, dengan alat mesin pertanian tersebut, penggarapan menjadi lebih cepat dan pekerjaan dilakukan terasa mudah, “dengan adanya Alsintan dapat meringankan kelompok tani,” tuturnya.Kominfo Dos.

225 Orang  Anggota Baru  PSHT Kutai Barat Dan Mahulu Resmi Dilantik. Sabtu (28/09/2019)

225 Orang Anggota Baru PSHT Kutai Barat Dan Mahulu Resmi Dilantik. Sabtu (28/09/2019)

Empat dari Kanan Bupati Kutai Barat poto bersama dengan Pengurus PSHT Kutai Barat.kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR - Sebanyak 225 Warga Baru Tingkat I Kutai Barat dan Mahakam Ulu secara resmi dikukuhkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tanaa Purai Ngeriman, Sendawar, Sabtu, 28 September 2019.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Pendekar baru yang telah disahkan.  “Semoga melalui agenda ini dapat meningkatkan komitmen yang kuat untuk meneguhkan rasa persaudaraan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta menumbuhkembangkan semangat berkarya bagi warga baru dan anggota secara keseluruhan dalam memajukan organisasi perguruan silat dan mendukung suksesnya pembangunan berkelanjutan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman”, ucapnya.

“PSHT berkembang cukup pesat, organisasi olahraga ini memiliki program kerja untuk mempersiapkan atlet-atlet handal Pancak Silat dan juga mendidik manusia yang lebih berbudi pekerti luhur, oleh karena itu saya mengapresiasi kerukunan dalam kebersamaan yang tercipta melalui kehadiran PSHT ditengah-tengah kehidupan masyarakat Kutai Barat yang majemuk”, tegas Bupati.

Lebih lanjut Bupati berpesan, komunitas ini merangkul seluruh masyarakat dengan latar belakang yang  majemuk dan menunjukkan kepeduliannya mewujudkan masyarakat yang berbudi pekerti luhur, ini merupakan langkah awal yang baik untuk keutuhan NKRI pada umumnya dan Kutai Barat pada khususnya.

Ketua Umum DPC PSHT Kutai Barat Suparlan menjelaskan, bertajuk tema 'Wes Wayahe Kembang Terate Mekar', warga yang disahkan berjumlah 196 laki-laki dan 29 perempuan terdiri dari 10 ranting. Yaitu Ranting Melak berjumlah 4 warga baru, Barong Tongkok 41 warga, Sekolah Darat 2 warga, 3 dari warga Ranting  Tering, Long Iram berjumlah 1 warga, Muara Lawa ada 10, Siluq Ngurai 5, Bongan sebanyak 106 warga, dan Ranting Jempang yaitu 37 warga.

Selain Kabupaten Kutai Barat ada pula dari Ranting Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) berjumlah 16 warga baru. Maka total Warga Baru Tingkat I pada tahun 2019 ini ialah sudah sebanyak 1.750 warga, yang meningkat dari jumlah 1.525 orang pada tahun 2018 lalu.

Suparlan berpesan bagi seluruh warga yang telah dilantik agar dapat mengembangkan Organisasi PSHT dalam mewarnai perkembangan olahraga dan kemajuan daerah serta dapat mengembangkan ilmu PSHT menjadi prestasi yang mengharumkan nama Kutai Barat.

"Peserta PSHT Kutai Barat dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang kondusif serta tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang mampu memecah belah persatuan.  Dan mampu  meningkatkan gerak langkahnya dalam segala bidang kehidupan Seperti ikut memerangi Stunting, Narkoba, Berita Hoax, Perduli dan Tanggap Bencana seperti Bencana Karhutla saat ini", harapnya.

Hadir pada acara tersebut  Assisten II Setdakab Kutai Barat,  Ketua KNPI, Ketua KONI, Ketua IPSI serta perwakilan Kodim, Polres dan LSM/Ormas. Kominfo Lsr.

Para Petani Belajar gunakan Alsintan dan Metode Tumpang Sari Melalui Pelatihan Tematik. Jum’at (27/09/2019)

Para Petani Belajar gunakan Alsintan dan Metode Tumpang Sari Melalui Pelatihan Tematik. Jum’at (27/09/2019)

Peserta menggunakan alat tanam modern dipelatihan tematik tumpang sari. kominfo dos.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Para Peserta pelatihan tematik yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dan Dinas Pertanian Kutai Barat laksanakan praktek Metode Tumpang Sari. Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari sejak 26-28 September 2019. di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

Pelatihan tematik yang terbagi dalam 2 kelas yakni pelatihan tematik Alsintan XI dan pelatihan tematik Tumpang Sari Tanaman angkatan IV, dengan Materi pembelajaraan yang disampaikan dari BBPP Binuang dan Dinas Pertanian Kutai Barat, pada lahan seluas 25 m x 30 m milik salah satu warga kampung ngenyan asa. Sarana peralatan untuk praktek seperti alat mesin pertanian berupa Traktor roda 4 dan roda 2, dari BPP Kecamatan Barong tongkok.

Selama pelatihan, kepala seksi ketenagaan penyuluh, Albina nurnawati mengungkapkan, para peserta antusias mengikuti kegiatan pelatihan, diharapkan para peserta dapat menerapkan apa yang telah diberikan dan dipelajari.  “Para petani sudah menerapkan pertanian modern. Ini terlihat dari penggunaan plastik atau disebut dengan mulsa, sudah menggunakan turus, disini kita tinggal poles saja”, ucapnya.

Lebih lanjut Albina nurnawati menjelaskan, “Seperti menggunakan Alsintan, biasanya hanya menggunakan saja, tapi disini kita sisipkan bagaimana cara memelihara dan persiapan apa saja sebelum menggunakan, begitu juga dengan yang tumpang sari, bagaimana cara memilih benih yang baik serta jarak tanamnya”, tuturnya

Sementara Koordinator Penyuluh Se-Kabupaten Kutai Barat Sugeng Widada yang dalam kesempatan ini ikut memberikan materi teknologi Tumpang Sari mengungkapkan, dengan mempelajari penanaman dengan teknologi tumpang sari para peserta mengetahui manfaat dan keuntungan dari cara menanam dengan teknologi tersebut.

Kegiatan Pelatihan Tematik para peserta menerima teori dasar, pengenalan hingga konsep, kemudian para Peserta mulai mempraktekan teori yang telah di berikan, untuk kelas Tumpang Sari diajarkan menanam dengan metode Tumpanug Sari, yang merupakan metode penanaman dengan konsep lebih dari satu jenis komoditi tanaman dalam satu lahan, dalam pelatihan ini bibit yang digunakan sebagai bahan praktek adalah padi gogo dan jagung hibrida.

Peserta kelas Tumpang Sari memulai kegiatan praktek setelah para peserta kelas Alsintan telah mengolah lahan menggunakan unit traktor. Dikelas ini para peserta mengaplikasikan bercocok tanam dengan pertanaman campuran (polyculture) atau yang disebut dengan Tumpang Sari. Dikelas ini para peserta menanam 2 jenis tanaman dalam 1 lahan. yakni Padi Gogok dan Jagung Hibrida.

Kemudian peserta tumpang sari Oktavia (36) mendapat hal baru selama pelatihan, terutama metode Tumpang Sari, “Sebagai petani lokal, biasanya setelah menanam langsung ditinggal, dan hanya satu jenis tanaman yang ditanam, dengan metode Tumpang Sari bisa menanam lebih dari satu jenis tanaman seperti kacang panjang dengan tomat”, ungkapnya

 “Akan mendapat hasil produksi tanaman lebih dari satu komoditi jenis tanaman, yang kedua menghemat pekerja, menghemat luas, serta melestarikan sumber daya alam dan lingkungan  hidup”, terangnya.

Sesi praktek berakhir pada pukul 16.00 wita. dalam praktek lapangan  sempat terjadi turun hujan. Usai pelatihan secara praktek berikutnya peserta akan mengikuti pembelajaran mengenai Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang dipandu oleh Balai Besar Pelatihan Binuang. kominfo Dos

Pembelajaran Manajemen UPJA  Menutup Rangkaian Pelatihan Tematik. Sabtu (28/09/2019)

Pembelajaran Manajemen UPJA Menutup Rangkaian Pelatihan Tematik. Sabtu (28/09/2019)

­

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Menyampaikan Materi Manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). kominfo Dos.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR. Materi Manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) pada pelatihan tematik menjadi materi pemungkas dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang diikuti oleh seluruh peserta Alsintan maupun Tumpang Sari. di balai pertemuan umum Kampung  Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok. Sabtu, 28 September 2019.

Penyampaian materi ini merupakan bagian dari pelatihan tematik lanjutan metode Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN), para peserta diberikan pemahaman mengenai Manajemen UPJA, Salah satu latar belakang manajemen UPJA ialah, untuk mengoptimalkan aset Alsintan dan strategi dalam rangka pemenuhan produksi pertanian sejalan dengan pertambahan penduduk.

Pemateri dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Tota Totor Naiboha, mengakui bahwa peserta yang mengikut mayoritas belum memilik kelompok UPJA, dengan dibekali materi Manajemen UPJA nantinya diharapkan para peserta akan mengetahui manfaat dan adanya kelompok UPJA.

“Manfaat materi UPJA dapat berupa efesiensi dalam pengolahan dan pengerjaan lahan pertanian bahkan penambahan pendapatan bagi petani kemudian kepada peserta yang terampil dalam pengoperasian unit-unit Alsintan bisa membentuk kelompok UPJA diwilayah kerjanya masing masing”, harapnya

Supaya kelak para peserta dapat berpartisipasi untuk mengembangkan UPJA.  Dengan begitu balai penyuluh pertanian yang memiliki Alsintan dapat dimanfaatkan.  Salah satunya dampak yang dirasakan adalah terbentuknya lapangan kerja baru, masyarakat dapat mengunakan UPJA dengan sistem penyewaan, untuk mempermudah dalam pekerjaan pertanian terutama dalam  menggarap tanah untuk kegiatan pertanian.kominfo Dos

Peresmian Pasar Sermai’G Jemoya Indah Dan Penutupan Muhur Cup Terbuka Volly Ball Putra Dalam Rangka HUT RI.  Jum’at (27/09/2019)

Peresmian Pasar Sermai’G Jemoya Indah Dan Penutupan Muhur Cup Terbuka Volly Ball Putra Dalam Rangka HUT RI. Jum’at (27/09/2019)

Bupati Kutai Barat pemotongan pita, simbolis peresmian pasar Sermai'G Jemoya Indah.Kominfo Fds. kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR – Bupati Kutai Barat meresmikan pasar Sermai'G Jemoya Indah dan menutup kejuaraan Muhur Cup Terbuka Volly Ball Putra dalam rangka HUT RI ke-74 dan mengenalkan pasar baru kepada masyarakat luas, di Kampung Muhur Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat.

Pembangunan Pasar ini dimulai sejak tahun 2015 secara bertahap menggunakan Dana Desa Pemerintah Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, sebagai implementasi misi pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan pada lahan tanah hibah masyarakat kepada Pemerintah Kampung Muhur untuk pembangunan pasar secara gratis.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, penutupan kejuaraan Muhur Cup Terbuka Voly Ball Putra, dapat menjadi pendorong masyarakat untuk terus membangun daerah ke erah yang lebih baik.  Atas nama pemerintah Kutai Barat mengapresiasi setiap usaha dan pekerjaan yang telah di lakukan mulai dari kampung, kecamatan bahkan ke kabupaten.

“Dengan peresmian pasar Sermai'G Jemoya Indah dapat membangun tatanan kehidupan masyarakat yang maju, berkembang dan modern, selain sebagai sarana dan roda ekonomi kerakyatan bagi para produsen, petani dan peternak yang ada, juga dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha guna pemenuhan pangan masyarakat Kecamatan Siluq Ngurai khususnya dan masyarakat Kutai Barat umumnya”, tegas Bupati. kominfo Jen

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Sebagai upaya meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia.  Jum’at (27/09/2019)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Sebagai upaya meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia. Jum’at (27/09/2019)

Bupati Kutai Barat meletakkan batu pertama untuk pembangunan Gereja GKKA-I Cabang Muhur. Kominfo Jen. kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR – Secara Simbolis Bupati Kutai Barat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Kebangunan Kalam Allah-Indonesia (GKKA-I) Cabang Muhur di Kampung Muhur Kecamatan Siluq Ngurai, Jum’at 27 September 2019.

Bupati Kutai Barat FX Yapan usai acara Pelatekan Batu Pertama pembangunan Gedung GKKA-I  mengatakan, kegiatan pembangunan ini merupakan upaya pemerintah menyediakan sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Kutai Barat terutama kualitas spiritualnya, ”Semoga semakin banyak jiwa-jiwa yang terpanggil untuk mau mengenal, hidup takut dan taat akan Tuhan”, harapnya.

Pdt. Nelson Neno mengatakan untuk melakukan pembangunan gedung gereja di butuhkan kerja sama dari semua pihak sebagai tantangan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, hal ini merupakan panggilan Tuhan di mana setiap kita di panggil untuk melakukan pembangunan, di manapun kita berada.

Ketua majelis GKKA-I Sendawar Rudi Hartono mengucapkan suka cita yang luar biasa dalam speletakan batu pertama gedung gereja cabang Muhur, merupakan bantuan pemerintah, di mulai dari hari ini hingga selesainya nanti, "terimakasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu pembangunan gereja", ucapnya. Kominfo Jen.

Disdikbud Kutai Barat Kirim 1 Perwakilan Kompetisi Sepakbola GSI tingkat Nasional.  (27/09/2019)

Disdikbud Kutai Barat Kirim 1 Perwakilan Kompetisi Sepakbola GSI tingkat Nasional. (27/09/2019)

Tengah Sekretaris Disdikbud Kutai Barat saat melepas keberangkatan Efraim Ferry Reynanda ikuti Gala Siswa Indonesia Tingkat Nasionalk.kominfoFds.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR, Kabupaten Kutai Barat sekali lagi menores prestasi ketingkat Nasional di bidang olah raga khususnya sepak Bola pada turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang di ikuti oleh 7 kabupaten/Kota beberapa waktu lalu. Efraim Ferry Reynanda yang berusia 14 tahun merupakan siswa asal SMPN 1 Linggang Bigung, Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung Kutai Barat yang dilepas oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Yohanes dan jajarannya di kantor Disdikbud Kutai Barat untuk mengikuti turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional. Jum’at 27 September 2019.

Pelaksanaan GSI merupakan salah satu program konkret yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendukung Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Sekretaris Disdikbud Kubar Yohanes berharap, “Efraim Ferry Reynanda nantinya akan berlaga ditingkat nasional, tidak lagi membawa nama pribadi tetapi membawa nama Kabupaten Kutai Barat ketingkat nasional,  jadi harus bisa menjaga sikap, emosi dan disiplin yang tinggi”, harapnya.

Yohanes menambahkan, “ini merupakan prestasi yang luar biasa, Kabupaten Kutai Barat banyak menyimpan dan melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan, hal ini harus terus digalakkan kelak akan muncul bibit-bibit baru di bidang olah raga lainnya, selain itu menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya supaya berlatih dengan giat supaya tahun yang akan datang Kutai Barat bisa mengirim lebih banyak lagi ke tingkat nasional”, ungkapnya

Efraim Ferry Reynanda merupakan putra dari pasangan Andere Fernanda dan Ros Mery Malau yang berprestasi melalui turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kecamatan, Kabupaten, dan terpilih satu-satunya perwakilan Kutai Barat ditingkat Provinsi Kalimantan Timur yang diikuti 7 kabupaten/Kota, untuk berlaga diturnamen GSI nasional di Jakarta pada tanggal 7-30 Oktober 2019 mendatang, dengan surat pemanggilan Nomor: 005/5727/Disdikbud.v/2019 dan surat pemanggilan Traning Center nomor: 005/5726/Disdikbud.v/2019.

Menurut Efraim Ferry Reynanda keikutsertaannya di GSI  merupakan cita-citanya untuk menjadi seorang atlet  Profesional dan berfrestasi serta ingin bergabung disekuad tim nasional Indonesia dimasa depan. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi kesempatan dan dukungan moril dan materil selama ini pada saya, terima kasih atas dukungan dan doanya kepada SMPN 1 bapak dan Ibu guru yang telah memberikan kesempatan membawa nama sekolah dan teman-teman tim Benteng Putra U-12 dan U-14 Linggang Melapeh”, terangnya.Kominfo.Fds

Yohanes menambahkan, “ini merupakan prestasi yang luar biasa, Kabupaten Kutai Barat banyak menyimpan dan melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan, hal ini harus terus digalakkan kelak akan muncul bibit-bibit baru di bidang olah raga lainnya, selain itu menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya supaya berlatih dengan giat supaya tahun yang akan datang Kutai Barat bisa mengirim lebih banyak lagi ke tingkat nasional”, ungkapnya

Efraim Ferry Reynanda merupakan putra dari pasangan Andere Fernanda dan Ros Mery Malau yang berprestasi melalui turnamen Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kecamatan, Kabupaten, dan terpilih satu-satunya perwakilan Kutai Barat ditingkat Provinsi Kalimantan Timur yang diikuti 7 kabupaten/Kota, untuk berlaga diturnamen GSI nasional di Jakarta pada tanggal 7-30 Oktober 2019 mendatang, dengan surat pemanggilan Nomor: 005/5727/Disdikbud.v/2019 dan surat pemanggilan Traning Center nomor: 005/5726/Disdikbud.v/2019.

Menurut Efraim Ferry Reynanda keikutsertaannya di GSI  merupakan cita-citanya untuk menjadi seorang atlet  Profesional dan berfrestasi serta ingin bergabung disekuad tim nasional Indonesia dimasa depan. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi kesempatan dan dukungan moril dan materil selama ini pada saya, terima kasih atas dukungan dan doanya kepada SMPN 1 bapak dan Ibu guru yang telah memberikan kesempatan membawa nama sekolah dan teman-teman tim Benteng Putra U-12 dan U-14 Linggang Melapeh”, terangnya.Kominfo.Fds

Upaya Pembentukan Kota Layak Anak (KLA) di Kecamatan. Jum’at, (27/09/2019)

Upaya Pembentukan Kota Layak Anak (KLA) di Kecamatan. Jum’at, (27/09/2019)

Tengah Kepala Dinas P2KBP3A memberikan pengarahan. Kominfo Jen. kutaibaratkab.go.di.

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaksanakan rapat tentang Pengembangan Pembektukan Kota Layak Anak (KLA) di Kecamatan dengan tujuan dasar KLA adalah menjadikan anak yang sehat, cerdas, ceria, berbudi luhur terlindungi dan berpartisipasi, dengan menghadirkan narasumber berasal dari Fasilitator Kota Layak Anak Kalimantan Timur, di kantor Dinas P2KBP3A Sendawar.

Kepala Dinas P2KBP3A Yohana mengatakan, pentingnya pembentukan  percepatan menuju Kabupaten Layak Anak di mana Kabupaten Kota yang dapat menjamin setiap warganya untuk dapat menikmati faislitas pelayanan dasar seperti hak sipil, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, keagamaan, perlindungan dari kekerasan dan dapat menikmati tata ruang kota/wilayah yang nyaman, dapat berekreasi, berolahraha, menyalurkan minat dan bakat serta berpartisipasi dalam kebijakan dan program anak.

Wujud dari terbentuknya KLA yaitu terpenuhinya hak anak dan perlindungan anak, untuk peringkat KLA di Kalimantan Timur yang paling baik Balikpapan, Samarinda dan Kota Bontang. Cara untuk mencamapai KLA di Kabupaten adalah semua Instansi berperan aktif, peran sentral Pemeerintah Kabupaten dan Bapeda sebagai Fasilitator, Motivator dan Pengawas, pertemuan rutin dan membahas progres capaian KLA dan kendala, ada program percepatan yang dilakukan, progran anak pada Dinkes, Diknas, Dinsos, PPKB dengan dukungan aturan, data, foto dan dokumen. Kominfo Jen.

Bapenda Kutai Barat Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyetoran Pajak Restoran

Bapenda Kutai Barat Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyetoran Pajak Restoran

Kepala Bapenda membuka Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyetoran Pajak Restoran. poto Hms.kominfo Fds.kominfokubar.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Barat terus berupaya melakukan gerakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya dengan menggelar sosialisasi standar operasional prosedur (SOP) penyetoran pajak restoran, kegiatan sosialisasi tersebut diikuti bendahara Perangkat Daerah, Kecamatan dan Kelurahan. Di Kantor Bapenda Kutai Barat, Kamis, 26 September 2019.

Saat membuka Kegiatan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyetoran Pajak Restoran, Kepala Bapenda Yuli Permata Mora menyampaikan, kegiatan sosialisasi bertujuan untuk menindak lanjuti hasi audit BPK Tahun 2018 dimana Bappenda direkomendasikan untuk menggali pajak restoran, khususnya pengadaan makan minum kegiatan ditiap perangkat daerah Pemerintah Kutai Barat, memiliki potensi pajak cukup besar untuk PAD, atas dasar itulah Bappenda membuat standar operasional prosedur penyetoran pajak restoran, dengan menghadirkan narasumber dari KPP Pratama Tenggarong dan KP2KP Sendawar.

Lebih lanjut Kepala Bapenda mengharapkan, melalui sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman dan persepsi yang sama terkait pajak makan minum di setiap perangkat daerah yang merupakan potensi pajak daerah, dimana kontribusi pajak restoran juga berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Kutai Barat.

“Seperti kita ketahui bersama target penerimaan pajak restoran/makan minum tahun 2019 sebesar 8 Milyar dan target tersebut sudah dilampaui, sehingga dengan sosialisasi ini kedepan diharapkan penyetoran pajak dibidang restoran bisa terus meningkat 20-30 persen”, harap Yuli.

Pajak restoran sendiri merupakan satu dari 11 jenis pajak darah, dan pajak daerah itu sendiri meliputi pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, PBB-P2 dan BPHTB.

Selanjutnya  pajak restoran 10 persen diatur dalam Peraturan daerah Kutai Barat Nomor 33 Tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan daerah Kutai Barat Nomor 10 tahun 2010 tentang pajak daerah pasal 11. Dan sebagai mana diatur dalam PP 55 Tahun 2016 tentang  ketentuan umum dan tata cara pemungutan pajak daerah, pemungutan pajak restoran menggunakan system self assessment, dimana wajib pajak  melaporkan dan menyetorkan sendiri kewajiban pajaknya sehingga wajib pajak restoran dan bendahara perangkat daerah erlu mengetahui alur prosedur penyetoran pajak restoran/pajak daerah.

“Kepada seluruh bendara Perangkat Daerah bisa turut membantu menyosialisasikan SOP, dengan mengarahkan dan memonitor wajib pajak restoran yang bekerjasama dengan Perangkat Daerah supaya tertib membayar pajak, seperti pajak atas jasa makan minum yang disediakan untuk kegiatan perangkat daerah, walaupun bendahara tidak memotong langsung tetapi dapat mensyaratkan  kepada wajib pajak untuk menyelesaikan kewajiban pajaknya terlebih dahulu sebelum penyelesaian pembayaran.

Dalam kesempatan tersebut Bapenda kedepan terus melakukan kerjasama dengan KPP Pratama  dan KP2KP Sendawar dalam melakukan penyisiran restoran untuk mengetahui apakan resatoran tersebut sudah melakukan pembayaran pajak, selanjutnya Bappenda juga akan membuatkan stiker yang ditempel direstoran bukti pelunasan pajak, sehingga kedepan Perangkat Daerah yang memiliki kegiatan dan bekerjasama dengan Wajib Pajak yang sudah memiliki stiker membayar pajak, disamping sebagai reward kepada restoran yang taat pajak.Kominfo Fds.