Bupati Kutai Barat Optimis, Bursa Inovasi Desa Dapat Membangun Pola Pikir Untuk Memanfaatkan Dana Desa Secara Tepat Sasaran, Efektif dan Efesian. Selasa (30/07/2019)

Bupati Kutai Barat Optimis, Bursa Inovasi Desa Dapat Membangun Pola Pikir Untuk Memanfaatkan Dana Desa Secara Tepat Sasaran, Efektif dan Efesian. Selasa (30/07/2019)

Bupati Kutai Barat saat melakukan peninjauan Menu Bursa Inovasi Desa, di Looq Adat Melayu Taman Budaya Sendawar (TBS) Kabupaten Kutai Barat. kominfo Wln.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR – Bursa Inovasi Desa ( BID) 2019 merupakan forum pertukaran informasi dan inovasi kegiatan pembangunan dengan tujuan agar kampung dapat memanfaatkan Dana Desa dengan tepat sasaran dan inovatif, kegiatan yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kutai Barat mengusung tema “Dari Desa Membangun Indonesia” dan dibagi 3 cluster yang diikuti oleh 8 Kecamatan dengan 102 Kampung di Kutai Barat, berlangsung tertib di Looq Adat Melayu Taman Budaya Sendawar (TBS) Kabupaten Kutai Barat.

Perserta yang mengikuti kegiatan Bursa Inovasi Desa sebanyak 300 orang yang terdiri dari 100 orang petinggi, 100 orang ketua BPK, dan 100 orang dari perwakilan tokoh masyarakat selain mengikuti diskusi dan bimbingan Inovasi Desa, perserta juga memasarkan produk kerajinan hasil pengembangan dan inovasi Desa  dari potensi masing-masing kampungnya.

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengatakan, “Semoga melalui Bursa Inovasi Desa ini dapat memberikan motivasi dan inovasi baru bagi kampung untuk berprestasi dalam proses menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada ditempatnya masing-masing serta memberikan wadah membangun pola pikir untuk memanfaatkan dana desa secara tepat sasaran, efektif dan efesian”.

“Pentingnya tujuan akhir yang ingin dicapai dalam kegiatan ini maka kepada seluruh peserta yang berasal dari 8 kecamatan 102 kampung agar dapat melihat dan mengadopsi ide-ide pembangunan dari daerah lain untuk diterapkan di kampungnya yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung,” terang Bupati

“Kepada seluruh Kepala kampung yang ada di Kutai Barat agar terus melakukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang baik dengan masyarakatnya agar program yang ada ditiap kampung bisa berjalan dengan maksimal terutama pengelolaan dana desa yang diterima harus direncanakan dengan melibatkan tokoh pendidikan, tokoh kesehatan, tokoh adat, tokoh pemuda serta tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan untuk membantu memajukan kampung dan masyarakatnya,” Bupati Kutai Barat Menambahkan.

Sementara Kepala Seksi Pendayagunaan Sumber Daya Alam Teknologi Tepat Guna DPM-PD Provinsi Kaltim Endang Efendi mengatakan, kunci sebuah keberhasilan Negara adalah berkembangnya inovasi dan kreatifitas pemerintah bersama dengan masyarakatnya dalam mengelola pembangunan nasional dalam rangka itu maka oleh pemerintah menyediakan anggaran pembangunan yang berlandaskan perencanaan, bermanfaat dalam jangka panjang dan terobosan baru dengan satu prinsip utama yakni memiliki aspek kesejahteraan bagi masyarakat.

“Melalui momentum Bursa Inovasi Desa ini diharapkan menghasilkan relevansi yang strategis sehingga dapat menguatkan aspek-aspek dokumentasi, pembelajaran inovasi desa dan menjadi bahan pembelajaran bagi desa lain di Kalimantan Timur,” tegasnya.

“Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhtian bersama, Program Inovasi Desa (PID) dirancang untuk membantu pemanfaatan dana desa agar lebih inovatif dan kreatif yang kemudian dapat menjadi media pertukaran, Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) sebagai bagian dari program PID yang dilaksanakan secara serius sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku,”  tambahnya,”. Kominfo Wln

Gunakan Dana Desa Secara Benar, Dapat Menaikan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kampung, Senin (29/7/2019)

Gunakan Dana Desa Secara Benar, Dapat Menaikan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kampung, Senin (29/7/2019)

Peserta ikuti sosialisasi bursa Inovasi Desa di 3 Kecamatan Clauster I. Kominfo Fds.Kutaibaratkab.go.id

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melaui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kutai Barat melaksanakan kegiatan rapat Koordinasi (Rakor) Clauster I di wilayah Kecamatan Bongan, Jempang dan Siluq Ngurai, Rakor berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Jambuk Makmur Kecamatan Bongan.

Program inovasi desa diharapkan mampu memicu munculnya inovasi serta pertukaran pengetahuan dan salah satu bentuk dukungan kepada kampung agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam rakor Bursa inovasi Desa, Kepala DPMK Kutai Barat Faustinus Syaidirahman, Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Progam Pemberdayaan dan Pembangunan Desa (P3MD) Provinsi Kaltim, Kepala Disperindakop dan UKM Salomon Sartono, Kapolsek Bongan, Camat Bongan, Jempang, Siluq Ngurai, Petinggi, Ketua BPK dan Kepala Adat, Bank Kaltimtara Sendawar.

Kepala Dinas DPMK Kutai Barat Faustinus Syaidirahman berharap, di wilayah Kecamatan Bongan, Jempang dan Siluq Ngurai melalui camat dan para petinggi untuk berlomba-lomba dan bekerja keras merubah status kampung, dari kampung tertinggal naik menjadi kampung berkembang, untuk mencapai itu pergunakan dana desa secara benar dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku otomatis akan menaikan tingkat kesejahteraan masyarakat dikampung.

Ketua Panitia Inovasi Desa Caluster I Ganjar Isukarso menyampaikan, Inovasi Desa adalah upaya Kementerian Desa tertinggal dan transmigrasi dalam mempercepat penanggulangi kemiskinan di desa, melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas baik ekonomi lokal, kewirausahaan, sumberdaya manusia, pelayanan sosial dan infrastruktur desa.

Dalam kegiatan rakor inovasi desa Clauster I, ada 44 kampung di wilayah kecamatan Bongan, Jempang dan Siluq Ngurai mengisi kartu komitmen, dalam pengisian kartu komitmen masing-masing kampung menyampaikan permasalahan kampung, Inovasi kampung,  Pelatihan yang dibutuhkan, dan Potensi Kampung.

Kegiatan yang mengangkat tema, “Melalui Bursa Inovasi Desa kita wujudkan Desa Kreatif, mandiri dan inovatif,” menghadirkan Narasumber dari Bank Kaltimtara Sendawar dalam menyampaikan tata cara dan syarat pencairan dana desa, pinjaman untuk Badan Usaha Kampung (Bumka), pembukaan rekening baru, dan masyarakat menginginkan agar Bank Kaltimtara membuka Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di wilayah Kecamatan Bongan, Jempang dan Siluq Ngurai. Kominfo Fds

Bangun Kerjasama Melalui Senam Rekreasi Antar OPD Di Kutai Barat, Senin (29/07/2019)

Bangun Kerjasama Melalui Senam Rekreasi Antar OPD Di Kutai Barat, Senin (29/07/2019)

Peserta  lomba dari Satpol PP (Runner UP I). Kominfo Dpn kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR – SENDAWAR - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Barat melaksanakan lomba Senam Rekreasi untuk "Membangkitkan Semangat Masyarakat Berolahraga dan Mengolahragakan Masyarakat" kegiatan ini untuk menyelaraskan seni daerah dipadukan dengan gerakan senam, dengan mengharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berpatisipasi dalam Perlombaan Senam Rekreasi, di Aula Dispora Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Kestra Misran Efendi, mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi Dispora telah mempersiapkan lomba ini dengan baik dan berdampak positif terhadap kinerja publik, melalui  event ini masyarakat dapat meningkatkan program kesehatan dari sekarang dan bekerjasama untuk mewujudkan "Hari Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini".

Kepala Dinas Dispora Yulius Mimpin, mengharapkan keikutsertaan seluruh perangkat daerah Kutai Barat, Dispora memiliki tugas pokok membina olahraga, diantaranya senam rekreasi maupun olahraga pendidikan seperti OSN, kegiatan lomba ini akan menjadi agenda tahunan.

Ketua Panitia Alkatib mengatakan, kegiatan senam ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan, peserta yang mengikuti kegiatan lomba ini sedikitnya 11 Regu dan peserta meningkat dari tahun lalu berasal dari lingkungan pemerintahan Kutai Barat dengan team penilai dari instruktur Agape Studio Barong Tongkok, Bunga Naira Royoq dan Mitha Pelatih Sanggar Seni Papan Putih Mencimai.

Akhir acara diumumkan pemenang perlombaan dengan juara 1 Dinas Pariwisata, Juara 2 Satpol PP, Juara ke 3 PKM Sekolaq Darat dan Juara Harapan 1 dari Team Taman Budaya Sendawar. Kominfo Dpn.

Promosi Potensi Wisata Kutai Barat melalui Event Adventure Offroad Jelajah Bumi Sendawar. Jum’at (26/07/2019)

Promosi Potensi Wisata Kutai Barat melalui Event Adventure Offroad Jelajah Bumi Sendawar. Jum’at (26/07/2019)

Tenggah Asisten III Setdakab Kutai Barat melepas peserta Adventure Offroad Jelajah Bumi Sendawar. Kominfo Jen.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat membuka acara Adventure Offroad Jelajah Bumi Sendawar tahun 2019 yang di selenggarakan oleh Indonesia Off-road Federation (IOF) Cabang Sendawar,  Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini sejak (26-28 Juli 2019) merupakan pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Kutai Barat, dan pengukuhan pengurus IOF Cabang Sendawar dengan tujuan mempromosikan pontensi wisata Kutai Barat dan dapat rutin dilaksakan setiap tahunnya ,  berlangsung di Alun-Alun ITHO Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat dalam sambutan yang dibacakan Asisten III bidang Administrasi Umum Setdakab Kutai Barat Asrani mengatakan, Kegiatan Jelajah Bumi Sendawar, memberikan dampak yang baik selain sabagai media promosi potensi wisata indahnya pesona alam Kutai Barat, namun juga dapat menyehatkan jasmani dan mental peserta pemerhati dan pecinta mobil sports dengan melintasi medan yang menantang  dan dapat memperkokoh tali persaudaraan.

Ketua Panitia Pelaksana Efraim Ando Rion menyampaikan rute perjalan sejauh 135 km selama tiga hari, mulai dari Alun-Alun ITHO, Benung, Terajuk, Melapeh Lama, Camp Tengah, dan tiba di Gunung Es melalui jalur blok yang tidak di lewati masyarakat umum. dan semua peserta dapat bekerja sama, saling membantu sehingga dapat sampai ketempat tujuan dengan selamat. Kominfo Jen.

Pohon Buah Lokal Dan Pohon Produksi Yang Mulai Langka, Masyarakat Diminta Peduli Dan Lestarikan Hutan. Jum’at (26/07/2019)

Pohon Buah Lokal Dan Pohon Produksi Yang Mulai Langka, Masyarakat Diminta Peduli Dan Lestarikan Hutan. Jum’at (26/07/2019)

Tengah Bupati Kutai Barat menanam pohon Buah Lokal, dihutan Hemaq Beniung. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR - Dalam rangka mendukung program Lingkungan Hidup, Bupati Kutai Barat beserta Wakil Bupati Kutai Barat, menanam pohon di Hutan Adat Hemaq Beniung di Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (26/07/2019).

Dikatakan oleh FX. Yapan di Hutan Adat Hemat Beniung, Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok - Kutai Barat sudah memiliki SK dari Presiden RI dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Maka dari itu kita harus memelihara, melindungi dan menanam pohon-pohon yang produktif seperti Kayu Besi (ulin), Bengkirai, Meranti dan buah-buahan lokal. "Ini harus dilakukan agar anak cucu kita dapat melihat dan merasakan buah-buah lokal dan pohon produksi," Harap Bupati Kutai Barat didampingi Wakil Bupati Kutai Barat usai menanam pohon

Dijelaskannya bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah membuat program untuk penanaman pohon untuk mendukung Program Lingkunagan Hidup.  Selanjutnya untuk Taman Kota Sendawar akan dibuatkan taman baca.

Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan bahwa Hemaq Beniung merupakan kesepakatan masyarakat dan ini milik komunal yang harus ditaati ketentuan-ketentuan oleh masyarakat.  Hutan Adat ini tidak boleh dimanfaatkan untuk ekploitasi seperti kegiatan penebangan atau kegiatan produksi lainnya tetapi hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan berwisata, kegiatan sosial dan penelitian dan harus di taati oleh seluruh masyarakat adat maupun masyarakat pendatang.

"Jadi jangan lagi ada masyarakat merasa orang lokal boleh tebang dan potong pohon dalam konsesi ini.   Kedepan  akan dikembangkan Hemaq-Hemaq lainnya salah satunya Hemat Pasek dan beberapa Hemaq yang masih diusulkan dan ini merupakan kearifan lokal untuk menjaga hutan dan kelestarian lingkungan," Terang Wakil Bupati Kutai Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutai Barat Ali Sadikin mengatakan pada acara penanaman ini sekitar 600 bibit Pohon yang berjenis lokal. "Seperti : Ulin, Bengkirai, Meranti, Keramuq,  Ridatn, Gitant, rambutan jenis lokal dan lainnya," Terangnya.

Hutan Adat Hemaq Beniung  di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur merupakan yang pertama disetujui oleh Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan pada tahun 2019, "Kita harus menjaga dan merawatnya teruma oleh Masyarakat Adat Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok ini," Jelasnya kepada Media.

“Masyarakat dihimbau agar menjaga lingkungan, dan berhati - hatilah melakukan kegiatan pembakaran lahan yang dapat menimbulakan Bencana Kebakaran seperti aktivitas buka lahan kebun harus dilaporkan dan membuat Skat bakar karena ini memasuki musim panas atau musim kemarau tentu sangat rawan kebakaran," Tegasnya. Kominfo Lsr

Keluhan Masyarakat Terkait Sertifikat Gratis, DPD JPKP JPK Kutai Barat Sarankan BPN Maksimalkan Sosialisasi. Rabu (24/7/19)

Keluhan Masyarakat Terkait Sertifikat Gratis, DPD JPKP JPK Kutai Barat Sarankan BPN Maksimalkan Sosialisasi. Rabu (24/7/19)

Saat pertemuan silaturahmi dan klarifikasinya dengan Kepala BPN Kutai Barat, Idrus Alaydrus, Rabu (24/7/19) di Sendawar.kominfo.kutaibaratkab.go.id/http://faktapers.id KOMINFOKUBARKAB - SENDAWAR – Hingga saat ini masyarakat di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mempertanyakan program Sertifikat Tanah Gratis yang digaungkan oleh pemerintah sejak 2017 lalu melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Merespons kabar beredar keluhan masyarakat yang harus membayar jutaan rupiah untuk mendapatkan sertifikat tanah program PTSL, DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kutai Barat, telah mengonfirmasi hal itu ke BPN Kutai Barat. Menurut Buditomo, selama ini masyarakat hanya tahu bahwa ada program sertifikat tanah gratis tanpa biaya, timbul keluhan masyarakat saat akan mengambil sertifikat tanah di BPN Kutai Barat, ternyata harus mengeluarkan biaya. “Banyak salah pengertian masyarakat mengenai program sertifikat tanah gratis dari pemerintah, yaitu berkenaan dengan kewajiban bea perolehan hak atas tanah dan bangunan maka perlu diadakan sosialisasi lagi oleh BPN Kutai Barat ke masyarakat,” kata Ketua DPD JPKP Kutai Barat, Buditomo PS kepada wartawan. “Masyarakat melaporkan kepada DPD JPKP Kutai Barat. Sertifikat tanah gratis kenapa masih ada pembayaran. Kami telah berkoordinasi dengan BPN Kutai Barat. Agar pada saat masyarakat mendaftar untuk mendapatkan sertifikat tanah gratis dari pemerintah, supaya petugas BPN dilapangan menjelaskan bahwa ada kewajiban yang harus dibayar masyarakat, yaitu BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan),” tuturnya. Lebih jauh Buditomo PS menjelaskan, DPD JPKP Kutai Barat mengusulkan agar BPN Kutai Barat menggandeng LSM lokal maupun nasional, termasuk media massa, dalam sosialisasi menyeluruh program-program pemerintah oleh BPN dalam pembuatan sertifikat tanah bagi masyarakat. “Secara khusus DPD JPKP Kutai Barat siap mendampingi dan mengawal pelaksanaan program pemerintah yang pro rakyat, termasuk dalam sosialisasi sertifikat tanah gratis di Kutai Barat dan Mahulu oleh BPN,” tandasnya. Sementara itu, Kepala BPN Kutai Barat, Idrus Alaydrus tak memungkiri bahwa program PTSL oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang disebut gratis tersebut, masih dibebani biaya saat pengambilan sertifikat. “Biaya tersebut bukan permintaan BPN. Tetapi BPHTB yang harus dibayar oleh wajib pajak dan disetor langsung ke Badan Pendapatan Daerah Kutai Barat,” ungkapnya. “Biaya sertifikat program PTSL untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya ini ditanggung pemerintah. Saat masyarakat akan mengambil sertifikat, yang dibayar adalah BPHTB dan pajak yang merupakan kewenangan Pemerintah Daerah, “Cara penghitungannya, misal total nilai BPHTP Rp 100 juta dikurang Rp 60 juta, sisanya Rp 40 juta. Kemudian Rp 40 juta itu dikali 5 persen. Itulah yang harus dibayar untuk BPHTB,” kata Idrus Alaydrus. Dalam penerbitan sertifikat tanah oleh BPN Kutai Barat, tidak ada pungutan liar (Pungli), BPN berpegang pada Inpres 227/2018 dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. “Bahwa biaya yang ditanggung masyarakat dalam pembuatan sertifikat program PTSL maksimal Rp150 ribu untuk wilayah Pulau Jawa. Bagi masyarakat yang akan mengajukan pembuatan sertifikat PTSL bisa melalui kepala desa. Dengan persiapan persyaratannya, yakni surat-surat tanah, identitas diri KTP dan KK.  Kemudian dipastikan telah terpasang patok tapal batas tanah, selanjutnya BPN akan turun melalui tim pengukur dan tim yuridis untuk menghimpun data, untuk diketahui, program sertifikat gratis melalui Prona berbeda dengan PTSL. Program Prona, yaitu pendataan tanah sebagai penerima sertifikat dilakukan secara merata di seluruh kampung/desa dan kelurahan dalam satu kabupaten.  Sedangkan program PTSL, pendataan dilakukan terpusat di satu kampung/desa saja untuk tahun anggaran berjalan. Iyd/faktapers.id
Masyarakat Diingatkan Agar Memiliki Kesadaran Yang Tinggi Akan Kebersihan Lingkungan Dengan Tidak Membuang Sampah Disembarang Tempat. Jum’at (26/07/2019)

Masyarakat Diingatkan Agar Memiliki Kesadaran Yang Tinggi Akan Kebersihan Lingkungan Dengan Tidak Membuang Sampah Disembarang Tempat. Jum’at (26/07/2019)

Poto bersama Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat bersama penerima Piagam partisipasi menjaga pelestatian lingkungan.kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR - Pemerintah Kutai Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan Apel peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia dengan tema kendalikan polusi udara, secara Nasional yaitu 'Biru Langitku, Hijau Bumiku' yang menggambarkan upaya menata bumi di lapangan Sepak Bola Kampung Juaq Asa.

Bupati Kutai Barat mengatakan, masyarakat Kutai Barat harus memiliki kesadaran yang tinggi akan kebersihan lingkungan dan menjaga bumi demi kelangsungan anak cucu kita, dengan tidak membuang sampah disembarang tempat, mengurangi sampah plastik, bahan kimia serta polusi air dan udara untuk melestarikan Bumi Tana Purai Ngeriman yang bersih dan asri.

“Kepada seluruh masyarakat agar dapat memerhatikan sampah di lingkungannya masing-masing dan mulai hari ini harus melawan sampah- sampah yang berserakan, dan kepada Dinas Kebersihan agar dapat menghimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan agar membuang sampah sembarangan," harapnya.

Sementara menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam sambutannya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia mengatakan, dengan mengangkat tema kendalikan polusi udara, secara Nasional yaitu 'Biru Langitku, Hijau Bumiku' yang menggambarkan upaya menata bumi. Dalam rangka menjaga kualitas udara, air, tanah dan ekosistem di Bumi dan berupaya pengendalian polusi udara tahun 2019 ini, menargetkan Penaman Pohon seluas 207.000 Ha.

"Kita harus meneguhkan niat untuk menjaga lingkungan, dan seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung program penanaman 25 tahun seumur hidup," harapnya.

"Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin," Tutup Siti Nurbaya dalam sambutannya. Kominfo Lsr

Pemerintah Kutai Barat Menyerahkan Laptop Untuk Proses Belajar Mengajar Disekolah dan Tingkatkan Kompetensi Para Guru. Kamis (25/07/2019)

Pemerintah Kutai Barat Menyerahkan Laptop Untuk Proses Belajar Mengajar Disekolah dan Tingkatkan Kompetensi Para Guru. Kamis (25/07/2019)

(empat dari Kanan) Bupati Kuutai Barat FX Yapan Serahkan Bantuan laptop kepada kepala sekolah secara simbolis didampingi Wabup Kubar, Edyanto Arkan (tiga dari kiri).kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan menyerahkan pengadaan Laptop pada tahun 2019 sebanyak 353 unit kepada 73 TK /PAUD, 212 SD/MI, 67 SMP/MTs dan 1 SLB guna mendukung peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia serta suksesnya pembangunan di Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan mengatakan,  Para guru merupakan ujung tombak pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam mencerdaskan bangsa  selain untuk meraih pendidikan yang berkualitas, guru dituntut memiliki kompetensi dan profesionalitas, namun juga harus mampu mengaktualisasikan diri, dengan selalu mengembangkan materi pembelajaran, mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi pada proses belaja-mengajar.

"Dengan adanya laptop ini dapat menunjang para guru meningkatkan kualitas diri, guna mendukung pelaksanaan tugasnya, baik dalam penyusunan perencanaan, penyajian pembelajaran, evaluasi dan analisis hasil evaluasi maupun sebagai sarana mencari sumber ilmu pengetahuan," hsarap Bupati Kutai Barat.

Sementara menurut Kepala Disdikbud Kutai Barat, Silvanus Ngampun menguraikan bahwa pengadaan laptop bagi sekolah ini telah dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 dengan total sebanyak 946 unit. Pada tahun  2017 sebanyak 260 unit, tahun 2018 sejumlah 333 unit dan pada tahun ini total 353 unit yang dibagikan satu unit laptop untuk masing-masing sekolah.

“Kepada  kepala sekolah yang mendapatkan pemagian laptop ini, agar digunakan dengan baik untuk kepentingan sekolah, jangan sampai dibawa pulang dan diberikan kepada anak atau cucunya yang masih sekolah atau kuliah,” Kadisdik menghimbau. Kominfo Lsr

Hindari Hal Yang Tak Diinginkan, Warga Korban Tanah Longsor Diminta Mengosongkan Rumahnya. Senin (22/07/2019)

Hindari Hal Yang Tak Diinginkan, Warga Korban Tanah Longsor Diminta Mengosongkan Rumahnya. Senin (22/07/2019)

Kiri Kapolsek Kecamatan Muara Pahu, pasang Police Line, di lokasi tanah longsor. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR -Terjadi Pergeseran Tanah, Empat dapur rumah warga tepi sungai mahakam Kampung Muara Baroh RT 2, Kecamatan Muara Pahu mengalami Bencana Alam tanah longsor panjang sekitar 50 meter dan kedalaman longsor sedalam 15 meter.

Dijelaskan Kapolsek Muara Pahu AKP Jumali mengatakan, longsor tersebut terukur panjang sekitar 50 meter dan kedalaman longsor sedalam 15 meter, penyebab longsor karena cuaca panas yang tinggi dan sungai mahakam terlalu surut sehingga kondisi tanah mengalami retak ketika ada hujan pada hari sabtu dan minggu (20 -21 Juli 2019) lalu tanah mengalami longsor.

“Bersyukur kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,  upaya yang dilakukan untuk sementara  berkoordinasi dengan muspika dan mengungsikan beberapa korban penghuni rumah yang rawan longsor tersebut," Ungkapnya.

Camat Muara Pahu Suhamdi mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Unsur Muspika Kecamatan Muara Pahu, untuk memberikan bantuan kepada korban longsor dan bersama unsur Muspika mendatangi TKP dan memasang  Police Line akses lokasi longsor. " kepada pemilik 4 (empat) rumah untuk mengosongkan rumahnya menghindari hal yang tidak diinginkan," Camat menghimbau.

Ia menambahkan “sampai saat ini masih terjadi retakan tanah yang mengarah ke pertengahan rumah penduduk yang dapurnya  longsor semoga tidak sampai merambat kerumah lainnya," harapnya. Kominfo Lsr

Kondisi Tanah longsor warga Kampung Muara Baroh RT 2, Kecamatan Muara Pahu. Kominfo Lsr
Kondisi Tanah longsor warga Kampung Muara Baroh RT 2, Kecamatan Muara Pahu. Kominfo Lsr
Api Hanguskan 2 Unit Rumah Warga RT 3 Kampung Gunung Bayan. Kamis, (25/07/2019)

Api Hanguskan 2 Unit Rumah Warga RT 3 Kampung Gunung Bayan. Kamis, (25/07/2019)

Kapolsek Muara Pahu meninjau lokasi bangunan yang terbakar. Kominfo Lsr.kutaibaratkab.go..id

KOMINFOKUBAR - SENDAWAR – Api kembali mengamuk dan menghanguskan 2 rumah warga kampung Gunung Bayan RT. 3 Kecamatan Muara Pahu, terjadi sekitar pukul 03:00 wita Kamis (25/07/2019).

Dalam kejadian tersebut menghanguskan 1 unit rumah warga dan 1 unit pembangunan rumah burung walet. Yakni pemilik rumah tersebut atas nama warga bernama Maimunah (63) yaitu seorang ibu rumah tangga dan pemilik rumah burung walet yaitu atas nama Suhery (49).

Dijelaskan Camat Muara Pahu diwakili oleh Kasi Pemerintahan Abdul Fattah, kejadian tersebut sekitar pukul 05.00 wita dini hari, api yang berasal dari dalam rumah burung kemudian merambat kebangunan rumah warga sebelahnya, kemudian masyarakat setempat berdatang untuk memadamkan api tersebut dengan alat pemadam berupa alkon kecil Sebanyak 5 Unit yang di sedot dari anak sungai kedang pahu sekitar kurang lebih 2 jam.  "Semoga warga korban bisa mendapatkan bantuan," harapnya.

Diungkapkan oleh Kapolsek Muara Pahu Jumali mengatakan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa tetapi kerugian materi kurang lebih ratusan juta, dan perkiraan terjadinya kebakaran karena  korsleting arus pendek aki dan amplifer rumah burung walet dari dalam bagian belakang rumah burung walet," terangnya. Kominfo Lsr