Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat Beserta Ibu Bupati Mengikuti Peringatan Harganas di Alun-Alun Itho Sendawar (26/11/2018)

Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat Beserta Ibu Bupati Mengikuti Peringatan Harganas di Alun-Alun Itho Sendawar (26/11/2018)

Bupati FX Yapan mengikuti senam sehat dalam rangka peringatan hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018. Photo Kominfo38-diskominfo.kutaibaratkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR, Rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas)  XXV 2018, yang diadakan oleh BKKBN Sahabat Keluarga Indonesia di Kabupaten Kutai Barat berlangsung meriah di Alun-alun Itho Sendawar,mengusung tema : “Hari Keluarga, Hari Kita Semua” dengan Sub Tema “Keluarga Berkumpul, Berinteraksi, Berdaya, Peduli, dan Berbagi” diikuti seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan kader PKK Kutai Barat.

Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat beserta ibu  mengikuti  rangkaian kegiatan senam bersama dipanggung alun-alun Itho Sendawar. Photo Kominfo 38-diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Bupati FX Yapan dan Wakil Bupati Kutai Barat beserta ibu mengikuti rangkaian kegiatan senam bersama dipanggung alun-alun Itho Sendawar. Photo Kominfo 38-diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Bupati Kutai Barat FX Yapan mengungkapkan “rangkaian kegiatan perayaan Harganas XXV di Kabupaten Kutai Barat ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan peran keluarga, menjadi penyemangat bagi kita semua, dan betapa pentingnya arti sebuah keluarga.”  Ia juga  menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan peran serta dalam mewujudkan pembentukan karakter sejak dini serta membentuk keluarga kecil bahagia, sejahtera, dan berkualitas untuk mencapai hari esok lebih baik daripada hari ini”.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan,, menyampaikan “untuk meningkatakan peran dansinergitas masyarakat dengan pemerintah daerah, tentang pentingnya penerapan karakter dalam cinta keluarga sejak dini agar dapat mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejatera dalam bermasyarkat.” tegasnya, yang juga sebagai ketua panitia Harganas 2018 Kutai Barat.

Harganas memiliki empat program pendekatan ketahanan keluarga yaitu Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, serta Keluarga Peduli dan berbagi.pentingnya mencintai dalam keluarga dan perencanaan dalam membangun keluarga dalam  membangun bangsa dan negara, sehingga dapat menciptakan kualitas sumber daya manusia.

Selendang Tenun Doyo Semarakkan Jogja Fashion Week XIII 2018,  Hadir Dengan Tajuk Perspectrum, di Hartono Mall Jogja (20/11/2018)

Selendang Tenun Doyo Semarakkan Jogja Fashion Week XIII 2018, Hadir Dengan Tajuk Perspectrum, di Hartono Mall Jogja (20/11/2018)

Kiri Fashion  Show salah satu busana berselendang  tenun  doyo.

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR - DEKRANASDA dan DISDAGKOP Kutai Barat bekerjasama dengan desainer Etik N. Fatimah, mengikuti gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XIII 2018,  menampilkan 8 busana kombinasi Tenun Doyo dan Anyaman Rotan dalam fashion show bertema “Eksotika Tenun Doyo Kutai Barat” untuk memberikan kebebasan kepada desainer  dalam mengeksplorasi karyanya dengan kekuatan etnik khas wastra nusantara, sebuah keahlian menakar subtil yakni  rasa, karsa dan karya cipta.

Kedua dari kanan ketua Dekranasda Kutai Barat bersama desainer.  Foto Dekranasda.diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Kedua dari kanan ketua Dekranasda Kutai Barat bersama desainer. Foto Dekranasda.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

 “Harapan kita mengikuti Jogja Fashion Week XIII 2018 adalah salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kreatifitas pengrajin, meningkatkan daya saing produk khas daerah khususnya Tenun Doyo, mendorong para pengrajin Tenun Doyo untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya menjadi lebih baik kedepannya” tegas Yayuk Sri Rahayu Yapan, Ketua DEKRANASDA Kutai Barat.

 Kegiatan Jogja Fashion Week XIII 2018, menjadi momen penting dan program DEKRANASDA Kutai Barat dalam rangka mengangkat dan mempromosikan Tenun Doyo dalam dunia fashion Nusantara.  JFW merupakan satu dari beberapa acara rutin tahunan yang terbukti mampu mendorong berkembangnya sektor industri kreatif khususnya produk fashion yang turut menjadi penyumbang kemajuan industri fashion nasional.

Semua Pihak Diharapkan Dapat Menyesuaikan Arah Pembangunan Yang Tertuang Dalam RPJMD, Dan Faktor-Faktor Strategis Yang Berkembang (22/11/18)

Semua Pihak Diharapkan Dapat Menyesuaikan Arah Pembangunan Yang Tertuang Dalam RPJMD, Dan Faktor-Faktor Strategis Yang Berkembang (22/11/18)

Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan  secara resmi membuka langsung Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik Dalam Rangka Penyusunan Perubahan Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPMJD)  Kabupaten Kutai Barat Tahun 2016-2021. foto.Kominfo28 (diskominfo.kutaibaratkab.go.id)

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR - Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan. membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik dalam rangka perubahan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)  Kabupaten Kutai Barat Tahun 2016-2021 yang diikuti 90 perserta, yang terdiri dari LSM, Aktivis, Pimpinan Organisasi dan Tokoh Masyarakat yang diselengarakan langsung dilantai II ruang rapat BP3D.

Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan mengatakan “Forum ini merupakan salah satu tahapan yang penting dalam penyelesaian RPJMD tahun 2016-2021 yang telah disusun, tentunya waktu yang kita miliki hanyalah enam puluh bulan, sematara kita memiliki target-target dan harapan yang perlu dicapai dalam RPJMD ini” tegasnya.

Wakil Bupati mengajak kepada seluruh pimpinan organisai serta seluruh elemen masyarakat untuk menyesuaikan arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMD, dan faktor-faktor strategis yang berkembang, “semua pihak yang berkompoten dalam hal ini masyarakat Kutai Barat dan pemerintahan yang ada, kita harus bersatu berkerjasama untuk memperhatikan target-target yang telah disusun, pencapaiannya, arah dan tujuan RPJMD agar tepat sasaran.” tambahnya.

Sementara menurut Kepala BP3D Kutai Barat, Achmad Sofyan mengatakan, kegiatan Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi ini merupakan rangkaian dalam tahapan penyusunan rancangan perubahan RPJMD Kabupaten Kutai Barat tahun 2016-2021 dengan pokok materi kesepakatan evaluasi program pembangunan daerah untuk lima tahun kedepan berserta dasar analisis.tegasnya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan Forum Perangkat Daerah dan Konsultasi Publik adalah mengkomunikasikan hasil analisis oleh perangkat daerah atas prinsip kebutuhan pelayanan perangkat daerah yang telah dilaksanakan untuk tahun mendatang dan memperoleh penajaman, penyelarasan, klarifikasi tentang : isu strategis serta tujuan utama yang diharapkan adalah kesepakatan serta komitmen terhadap rancangan awal perubahan RPJMD menjadi rancangan perubahan RPJMD.

Menggali Potensi Kampung Atau Desa, Dan Dikembangkan Dengan Baik Akan Mampu Bersaing Dengan Daerah Lain (22/12/2018)

Menggali Potensi Kampung Atau Desa, Dan Dikembangkan Dengan Baik Akan Mampu Bersaing Dengan Daerah Lain (22/12/2018)

Bupati Kutai Barat FX. Yapan memukul Gong tandai pembukaan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Kutai Barat (FotoKominfo24. diskominfo.kutaibaratkab.go.id)

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menghadirkan 30 menu dalam Bursa Inovasi Desa 2018, Bursa Inovasi Desa adalah perputaran pengetahuan dan inovasi antar desa yang memenuhi kebutuhan desa untuk belajar dan bertukar informasi tentang penerapan pengalaman pembangunan desa, yang terbagi dalam 7 menu bidang Sumber Daya Manusia (SDM), 19 menu bidang kewirausahaan, dan 4 menu bidang Infrastruktur.  Peserta yang berasal dari perwakilan kampung, mencatat potensi di kampung, dan menyampaikan kebutuhan, dukungan teknis untuk merealisasikan inovasi pada kartu komitmen dan kartu ide  yang disediakan dan disampaikan ke panitia.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan menuturkan, “kepala kampung dan jajarannya diharapkan benar-benar dapat memanfaatkan forum ini dengan optimal, karena kabupaten yang terdiri dari 190 kampung dan 4 kelurahan, memiliki potensi masing-masing jika dikelola dan dikembangkan dengan baik akan mampu bersaing dengan daerah lain, terutama Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni berpeluang untuk maju.” tegasnya.

Sementara menurut kepala BPMK Faustinus Syaidirahman, “Bursa Inovasi Desa adalah perputaran pengetahuan dan inovasi antar desa untuk belajar dan bertukar informasi tentang penerapan pengalaman pembangunan desa.” Tandasnya.

190 kepala kampung, Ketua BPK dan tokoh masyarakat mengikuti Bursa Inovasi Desa tahun 2018.Foto Kominfo24.
190 kepala kampung, Ketua BPK dan tokoh masyarakat mengikuti Bursa Inovasi Desa tahun 2018.Foto Kominfo24.

Kegiatan bursa inovasi desa yang dibuka secara resmi oleh  Bupati Kutai Barat FX.Yapan, digagas oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK) Kabupaten Kutai Barat berlangsung di Gelanggang Olahraga Desnan Sendawar, dengan dihadiri 850 orang dari 190 Kampung yang ada di Kabupaten Kutai Barat, terdiri dari Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) dan Tokoh Masyarakat, 80 orang pengurus Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID) se-Kutai Barat, 50 perwakilan Pendamping Desa (PD), dan 102 orang pengurus Tim Inovasi Kabupaten (TIK).

Peserta bursa inovasi desa mengisi kartu komitmen dan reflikasi kartu inovasi desaku sesuai hasil pra-identifikasi untuk dimasukan dan diterapkan dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Kampung (RKPK) serta Anggaran Pembangunan Belanja Kampung (APBK) tahun 2019.

Pertahankan Ciri Khas, Kualitas dan Karakteristik Tenun Doyo, Dapat Perlindungan Indikasi Geografis (19/11/2018)

Pertahankan Ciri Khas, Kualitas dan Karakteristik Tenun Doyo, Dapat Perlindungan Indikasi Geografis (19/11/2018)

Gunawan,saat memberikan materi sosialisasi, perlindungan Indikasi Geografis, dari Dirjen. Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR– Tim Verifikator Kementrian Perindustrian dan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesiamengadakan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis bagimasyarakat Perajin Tenun Doyodi kampung Tanjung Isuy.  Kecamatan Jempang.Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukan daerah asal suatu barang atau produk karena faktor lingkungan geografis yang memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu sepanjang ciri khas dan kualitasnya tetap terjaga. Indikasi Geografis merupakan perlindungan hak seluruh masyarakat dalam wilayah atau lingkungan tertentu dalam kelompok tersebut.

Tri Reni Budiharti, saat  melakukan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis.Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Tri Reni Budiharti, saat melakukan sosialisasi perlindungan
Indikasi Geografis.Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Dihadapan ratusan perajin dan tokoh masyarakat kampung Tanjung Isuy, Ketua tim dari Direktorat Jenderal Industri kecil dan menengah, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia dan tenaga ahli Indikasi Geografis Tri Reni Budiharti, yang kali keduanya melakukan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis mengungkapkan, “Perlindungan Indikasi Geografis khususnya Tenun Doyo ini, memang sangat dibutuhkan oleh para perajin juga akan memberikan identitas tertentu, ada ciri khasnya, kualitas dan reputasinya bagus karena ada tertuang dalam buku ini, dan harus dipertahankan.” tegasnya. “Dari aspek manfaat, adanya perlindungan IG  produk Tenun Doyo akan memiliki standar kualitas yang baik, ada jaminan bagi produsen bahwa Tenun Doyoadalah benar buatan tangan masyarakat perajin Tanjung Isuy dan sekitarnya, dengan demikian harga dapat dipertahankan”ia menambahkan.

Sementara menurut Gunawan, verifikator penulisan buku persyaratan permohonan Indikasi Geografis Tenun Doyo,dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, “jika Tenun Doyo nanti tersartifikasi Indikasi Geografis, lembaga kepengurusan yang sudah terbentuk ini harus dikuatkan dan semua tingkat manajemennya berjalan baik, kualitas produk dengan ciri khasnya tetap dijaga sesuai standar buku yang disusun ini, karena perlindungan ini akan terus dievaluasi, jika nanti sudah tidak sesuai standar  dan  reputasinya turun sangat dimungkinkan untuk ditarik kembali.’ tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung sehari ini, selain memberikan informasi pentingnya perlindungan Indikasi Geografis bagi masyarakat perajin dan produk Tenun Doyo, namun juga melakukan verifikasi akhir terkait isi buku persyaratan yang harus dipenuhi, masyarakat untuk berkomitmen menjaga kekhasan dari Tenun Doyo Benuaq Jempang Kutai Barat.

Sebagai Bagian Puncak Perayaan Festival Dahau 2018 Dalam Rangka Peringatan Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

Sebagai Bagian Puncak Perayaan Festival Dahau 2018 Dalam Rangka Peringatan Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

Wakil Gubernur Kaltim memotong tumpeng sebagai puncak perayaan Festival Dahau 2018 dalam rangka HUT Kutai Barat  ke-19 tahun. Foto.kominfo37.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Pemotongan Nasi Tumpeng oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sebagai bagian dari puncak perayaan Festival Dahau 2018 dalam rangka peringatan Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat, nasi tumpeng adalah cara penyajian nasi dalam bentuk kerucut olahan dari nasi kuning atau nasi uduk dengan sayuran dan lauk-pauknya, disajikan dalam sebuah tempat dalam budaya Jawa disebut Tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu).  Keragaman inilah yang menjadi perekat persatuan masyarakat Kutai Barat, setelah berlangsung kurang lebih 8 hari mulai tanggal 29 Oktober hingga 5 November 2018. puluhan ribu masyarakat Kutai Barat, tumpah ruah di Taman Budaya Sendawar menyaksikan kemeriahan malam hiburan rakyat, yang diisi oleh artis ibukota seperti Judika, Via Vallen, Fani Vanilla dan Maria Kalista.

Saat memberikan sambutan Bupati Kabupaten Kutai Barat FX. Yapan, kegiatan festival Dahau 2018 adalah ungkapan rasa syukur masyarakat, dalam perjalanan waktu dari terbentuk hingga menginjak usia ke-19 tahun, berbagai aspek pembangunan telah berjalan sebagaimana mestinya dengan ciri khas adat dan budaya yang melekat menjadi unsur penting dalam membangun Kabupaten Kutai Barat.  Bupati mengharapkan “kepada seluruh elemen masyarakat agar saling bergandeng tangan, bahu membahu dalam mewujdukan pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman menuju hari esok yang lebih baik dari pada hari ini dan mengapresiasi seluruh partisipasti masyarakat yang hadir dalam acara ini.”

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kutai Barat dengan adat dan budaya yang ada, ”saya mengapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Kutai Barat yang masih menjaga adat istiadat dengan memecahkan rekor MURI pria menyandang mandau dan wanita menumpar terbanyak”

Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengungkapkan Kutai Barat mampu menjaga adat budayanya “ini sangat baik saya harap Kutai Barat dapat mempertahankan dan menjaga adat budayanya, semoga Kutai Barat dapat terus berkembang dan membangun daerah ini lebih baik lagi.”

Angkat Potensi Kerajinan lokal “Tenun Doyo dan Sulam Tumpar” DEKRANASDA Kutai Barat Ikuti Fashion Show Indonesia Fashion Trend 2019, di Jakarta (8/11/2018)

Angkat Potensi Kerajinan lokal “Tenun Doyo dan Sulam Tumpar” DEKRANASDA Kutai Barat Ikuti Fashion Show Indonesia Fashion Trend 2019, di Jakarta (8/11/2018)

Ketua DEKRANASDA terima cinderamaata dari penyelenggara atas partisipasinya dalam Fashion Show Indonesia Fashion Trend 2019

KOMINFOKUBAR-JAKARTA – Tenun Doyo dan Sulam Tumpar potensi kerajinan Kutai Barat semarakkan koleksi  fashion tanah air yang memiliki kekhasan tersendiri. Sehingga bukan hal yang mustahil jika karya para desainer Indonesia khususnya sentuhan Billy Tjong berpotensi menjadi trensetter atau pusat mode Nasional. Event Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta menyelenggarakan acara Jakarta Fashion Trend 2019. Produk tenun lokal menjadi acuan inspirasi dan tren fashion yang diarahkan untuk turut memperkuat potensi lokal dalam industri fashion skala nasional dan internasional.

Melalui tangan desainer Billy Tjong, tenun Doyo dan sulam Tumpar, dapat sama populernya dengan produk kerajinan nasional dari daerah lain, untuk itulah, pemerintah Kutai Barat, melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kutai Barat, mengikuti Fashion Show  Indonesia Fashion Trend 2019 di Hotel Grand Melia Jakarta, 8 November 2018, yang disponsori oleh Lia Chandrasari, dalam rangka  mengangkat dan memperomosikan tenun Doyo dan sulam Tumpar ke tingkat Nasional.

Ibu Keta DEKRANASDA Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, didampingi desainer Billy Tjong
Ibu Ketua DEKRANASDA Kutai Barat Yayuk Sri Rahayu Yapan, didampingi desainer Billy Tjong

Menurut Ketua DEKRANASDA Kutai Barat, Yayuk Sri Rahayu Yapan, DEKRANASDA Kutai Barat sangat mendukung design Fashion Kreatif dengan menggunakan bahan lokal seperti tenun Doyo dazn Sulam Tumpar, untuk mengembangkan dan menciptakan Indonesian Trand tahun depan.” tegasnya. “Selain itu juga untuk meningkatkan kekayaan dan potensi budaya khas Kutai Barat agar dapat menjadi inspirasi fashion di tanah air.” Tambahnya.

Jakarta Fashion Trend 2019 menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, fashion exhibition, trend presentation, dan fashion illustration competitionFashion show menampilkan presentasi koleksi trend 2019 karya lebih dari 21 desainer anggota Indonesia Fashion Chamber Jakarta yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Antara lain Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat mempersembahkan karya Chaer Lee dan Wignyo, Dekranasda Sulawesi Barat mempersembahkan karya Neera Alatas, DEKRANASDA Kutai Barat mempersembahkan karya Billy Tjong, DEKRANASDA Maluku Tenggara Barat, dan Galeri Batik Destiani mempersembahkan karya Irma Intan.

Pecahkan Rekor Muri Indonesia Sebanyak 3.000 Orang Laki-laki Bermandau dan 2.200 Orang Wanita Menumpar di Kabupaten Kutai Barat  (5/11/2018)

Pecahkan Rekor Muri Indonesia Sebanyak 3.000 Orang Laki-laki Bermandau dan 2.200 Orang Wanita Menumpar di Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

2.200 orang peserta Wanita menumpar dan Bupati Kutai Barat  terima Piagam rekor MURI 3.000 Laki-laki bermandau, Foto kominfo21.diskominfo.kutaibaratkab.go.id.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR-Ribuan masyarakat Kutai Barat padati lapangan alun-alun ITHO Sendawar selain menyaksikan puncak peringatan hari jadi Ke-19 tahun 2018 Kabupaten Kutai Barat juga mengikuti pemecahan rekor Muri, sebanyak 3.000 orang  peserta laki-laki Bermandau dan 2.200 orang Wanita Menumpar.

Rekor Muri laki-laki Bermandau dan wanita Menumpar (menyulam tumpar) bertujuan mencatat budaya bermandau dari etnis Tunjung Benuaq, selain sebagai alat penunjang kegiatan atau aktivitas sehari-hari, namun bermandau juga merupakan alat pemersatu adat dan budaya masyarakat Kutai Barat. Sementara untuk wanita Menumpar merupakan budaya menyulam tumpar yang diwariskan nenek moyang kepada anak cucu sebagai pendidikan karakter seni yang membentuk keuletan dan ketulusan wanita etnis Tunjung Benuaq masyarakat Kutai Barat.

Tim penilai dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Riono mengungkapkan MURI sangat mengapresiasi capaian oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah Kutai Barat mampu mengangkat kembali budaya Indonesia bermandau dan menyulam Tumpar, “MURI sangat mengapresiasi dan bangga kepada budaya lokal yang pada hari ini, Kutai Barat berhasil meraih rekor MURI bahkan rekor dunia penyandang mandau terbanyak dan wanita menumpar terbanyak, Kutai Barat memiliki tradisi budaya dan etnik dayak yang berbeda beda namun tetap bersatu dalam NKRI.” ungkapnya.

Wakil Gubernur kalimantan Timur Hadi Mulyadi yang turut serta memeriahkan pemecahan rekor laki-laki bermandau terbanyak dan berharap seluruh masyarakat Kutai Barat menjadi masyarakat yang sejahtera, dan bukti bahwa masyarakat Kutai Barat bisa sebagai pelopor kesatuan.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kutai Barat yang turut hadir untuk memecahkan rekor pada hari ini, “dengan pemecahan rekor ini membuktikan bahwa mandau dan menumpar merupakan salah satu warisan suku dayak dan menjadi indentitas bagi masyarakat Kutai Barat.” tegasnya.

Kepala Lembaga Adat Besar Kabupaten Kutai Barat Manardimansyah menuturkan bahwa mandau adalah “sebuah indentitas bagi masyarakat, harapan orang tua terhadap anaknya laki-laki untuk menyandang mandau bukan sebagai alat kekerasan namun sebagai penegasan identitas, menambah wibawa dan kebijaksanaan.”

Turut Hadir, Kutai Barat, H Edyanto Arkan, Sekda Kutai Barat, Yacob Tullur, Ketua TP PKK Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan, Kapolres Kutai Barat, AKBP I Putu Yuni Setiawan, Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Rudi Setiawan, Putra Mahkota Kutai Kartanegara Aji Pangeran Adipati Prabu Anom Suryadiningrat Pangeran Arifin, Wakil Bupati Mahulu, D Juan Jenau, Ketua DPRD Kaltim, Syahrun, Bupati Murung Raya (Kalimantan Tengah), Drs Perdie MA, Wabup Mahakam Ulu, Y Juan Jenau.

Peserta dan Undangan Berpakaian Adat Daerah Masing-Masing Pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

Peserta dan Undangan Berpakaian Adat Daerah Masing-Masing Pada Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan hari jadiKe-19 tahun Kabupaten Kutai Barat.Foto.kominfo24.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR– Keragaman adat dan budaya tampak kental dari peserta dan para tamu undangan yang mengikuti peringatan hari jadinya Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat, pada hari Senin tanggal 5 Nopember 2018, berlangsung meriah di lapangan Alun-alun Sendawar Kutai Barat, dengan mengusung tema melestarikan seni dan budaya wujud cinta Indonesia di Kabupaten Kutai Barat dan subtema dengan budaya sempekat dan kerukunan kita menjaga persatuan dan persaudaraan di Tanaa Purai Ngeriman.  Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyampaikan ucapan “selamat hari jadi Kabupaten Kutai Barat, semakin maju, jaya dan masyarakatnya hidup makmur, dan sejahtera.”

Wagub menambahkan “Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kutai Barat bisa bersinergi, jalin koordinasi dan komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat, baik dari Forkompida, DPRD, dan instansi terkait pemerintah, TNI Polri, swasta, partai politik, organisasi masyarakat, alim ulama, tokoh  adat dan tokoh agama untuk membuat trobosan baru di setiap sektor misalnya sektor pertanian dalam arti luas,di sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan yang sangat potensial di Kutai Barat.”

Sementara Bupati Kutai Barat, FX. Yapan mengatakan, dalam rangka hari jadi Ke-19 Kutai Barat berharap"Kutai Barat ini bisa mengikuti langkah-langkah kabupaten yang telah maju, baik di Kaltim sendiri atau di Indonesia umumnya, untuk mewujudkan hari esok lebih baik dari hari ini kita harus belajar terus, semangat terus, dan kerja-kerja terus.” Tegasnya.

Tampak Wabup Hadi Mulyadi duduk bersebelahan dengan Bupati Kubar FX. Yapan dan tamu undangan lainnya dengan pakaian adat masing-masing asalnya
Tampak Wabup Hadi Mulyadi duduk bersebelahan dengan Bupati Kubar FX. Yapan dan tamu undangan dengan pakaian adat masing-masing asalnya

Moment upacara peringatan tersebut selain para pejabat daerah Kaltim, Kalteng dan undangan, mengenakan pakaian khas daerah masing-masing,secara khusus putra mahkota Kutai Kartanegara Aji Pangeran Adipati Prabu Anom Suryadiningrat Pangeran Arifin, memberikan nama gelar kepada FX Yapan bin Imansyah Bupati Kutai Barat, tertuang dalam surat keputusan Sultan Kartanegara Ing Martadipura XX,No.002/SK-SKK/GELAR/VIII/2018 dengan Nama “TEMEGGUNG SINGA PRAJA”.

Tari Kolosal Wujud Seni dan Keragaman Adat Budaya Masyarakat Kutai Barat ( /11/2018)

Tari Kolosal Wujud Seni dan Keragaman Adat Budaya Masyarakat Kutai Barat ( /11/2018)

Peserta tari kolosal laki-laki pada puncak  peringatan hari jadi  Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat Diskominfo 37. Diskominfo.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR– Tari Kolosal yang dibawakan sedikitnya 700 Orang anak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan dalam pusat kota Sendawar, menampilkan tarian Etnis Aohengyang diberi nama “selirung danum” menggambarkan keceriaan dan sopan santun masyarakat Aoheng dalam menyambut tamu terhormat sedangkan Etnis Tonyooi membawakan tarian “Beliatn Bawo” merupakan tarian ritual pengobatan, disusul dengan gadis – gadis Etnis Kenyah membawakan tarian “Lenggang Kangkung” dengan irama gerakan yang lincah menggambarkan harapan dan keyakinan untuk meraih hari esok lebih baik dari pada hari ini.dilanjutkan dengan para penari dari Etnis Benuaq yang menarikan tarian “Gantar Tana Purai Ngeriman” yang bermakna Tanah yang Subur Makmur Aman Dan Sejahtera disusul Etnis Melayu dengan tarian Jepen tanah pesisir yang enerjik diiringi tabuhan gendang disusul dengan tarian Hudoq Apah dari Etnis Bahau yang bermakna mengusir hama dan roh jahat pengganggu kampung kemudian diakhiri dengan tarian perang yang menggambarkan keperkasaan, keberanian dan semangat masyarakat.

Peserta tari kolosal perempuan pada puncak  peringatan hari jadi  Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat Diskominfo 37. Diskominfo.kutaibaratkab.go.id
Peserta tari kolosal perempuan pada puncak peringatan hari jadi Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat Diskominfo 37. Diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Tari kolosal binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat ini, disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur dan Pangdam VI Mulawarman,merupakan tarian kreasi yang mengambarkan kekayaan seni dan keragaman budaya di Kabupaten Kutai Barat sebagai wujud ungkapan rasa syukur masyarakat atas hari jadi Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat berlangsung meriah di alun – alun IthoSendawar.  Turut hadir dalam acara ini, Perwakilan Polda Kalimantan Timur, Komandan Korem ASN, Bupati Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Dirut Bankaltimtara, Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati Kutai Barat, Ketua DPRD Kutai Barat, Sekda Kutai Barat, Kapolres Kutai Barat, Ketua PN Kutai Barat, Anggota DPRD Kutai Barat serta seluruh masyarakat yang turut hadir memeriahkan rangkaian acara tersebut.