100 Calon Jamaah Haji Kubar Diterima Di Asrama Haji Balikpapan

100 Calon Jamaah Haji Kubar Diterima Di Asrama Haji Balikpapan

BALIKPAPAN- Sebanyak 100 Calon Jamaah Haji Kubar telah diterima di Asrama Haji Batakan, Balikpapan, Selasa (1/8) Siang. Sekitar pukul 14.00 Wita, dengan melewati jalur darat menggunakan bis dari Samarinda menuju Balikpapan.

KB-2- Pemasangan Gelang Kesehatan (2)Setelah diterima para Calon Jamaah Haji yang telah masuk asrama haji telah masuk karantina dan harus mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pengelola Asrama Haji. Salah satunya yakni dengan tidak membawa makanan dari luar, sebab disini (Asrama Haji) sudah ada standar baik dari makanan hingga kesehatan.KB-2- Serahkan

Setelah diterima, para Calon Jamaah Haji Kubar yang masuk kloter IV, diperiksa kesehatan oleh Tim Kesehatan.

Normansah menyampaikan ucapan selamat datang di Embarkasi Haji, semoga kita diberikan kesehatan dan keselamatan. Setelah ada di Embarkasi berarti sudah di Karantina, sehingga tidak seenaknya untuk keluar masuk.Untuk itu setiap calon jamaah haji harus patuh pada peraturan yang telah ditetapkan, pintanya.

Setelah diterima, para calon jamaah haji langsung melakukan pemeriksaan kesehatan, untuk mengetahui kondisi kesehatan para calon jamaah. Tim kesehatan dari Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Embarkasi Haji, Batakan, Balikpapan.

Turut hadir, Kepala Kantor Kementrian Agama Kubar, H Muhammad Isnaini, Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementrian Agama Kubar H Zulkifli, (hms19)

Wakil Bupati Melepas Rombongan Haji

Wakil Bupati Melepas Rombongan Haji

SENDAWAR- Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan melepas 100 Haji 1438 H/2017 asal Kabupaten Kutai Barat. Pelepasan tersebut di MasjKB-1- Bendera Rombonganid Al-Muttaqin Islamic Center, Senin (31/7) siang. Pelepasan tersebut ditandai dengan Menyematkan Kacu atau slayer  dan menyerahkan bendera rombongan Jamaah Haji kepada perwakilan  haji. Kemudian rombongan diangkut dengan menggunakan bisa menuju dermaga pelabuhan Melak untuk diberangkatkan menggunakan angkutan sungai (kapal) menuju Samarinda kemudian diangkut menggunakan bisa menuju Asrama Haji Batakan, Balikpapan.

Dalam sambutannya Wabup mengatakan, seluruh para Jamaah Haji Kubar agar selalu diberikan kesehatan, jika ada yang kurang sehat diberikan kesembuhan, sehingga lancar dalam menjalanankan ibadah haji. KB-1- Kapal“Utamakanlah menjalankan  yang rukun wajib kemudian jalankanlah yang sunah, jangan terlalu dipaksakan. Selain kesiapan mental untuk menjadi pribadi yang sabar, niatan yang tulus dan suci juga dapat menjaga kondisi kesehatan untuk selalu prima,” imbau Wabup. Atas Nama Pemerintah Kabupaten Kubar mengharapkan Calon Jemaah Haji dapat membawa nilai-nilai kebaikan, baik bagi Jamaah, keluarga dan lingkungan. Serta taat mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Panitia Haji, agar mempelancar pelaksanaan haji ini, pinta Wabup.

Lanjut Wabup katakan, sekembalinya Calon Jemaah Haji Kubar  Insyallah menjadi Haji yang mabrur, serta memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat Kubar. Perbanyaklah sabar kita, jangan terlalu ikuti emosi, niatkan dengan ikhlas, Insyallah mendapatkan ridho dari Allah SWT, pintanya lagi. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kubar sekaligus Assisten I, Silas Sinar menambahkan kegiatan pemberangkatan Haji ini merupakan agenda rutin yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kubar, khususnya dibidang mental dan spiritual. Silas Sinar bKB-1- Keadaan di Kapalerharap kepada calon Jamaah Haji Kubar sepatutnya menjaga kondisi diri dengan meningkatkan kesabaran dan menata niat secara tukus guna mendapatkan ridho dari Allah SWT.

“ Perbanyaklah membaca Talbiyah, Takbir, dan amalan-amalan Sunnah serta memperbanyak berdoa khususnya di temat-tempat mustabajah baik di Mekkah maupun di Maddinah, sehinga sekembalinya dari tanah suci menjadi haji yang mabrur, “ harapnya. Selamat Menunaikan ibadah haji, mudah-mudahan perjalanan dan ibadah bapak, ibu dan saudara-saudara sekalian dapat berlangsung lancar tanpa ada rintangan yang berarti serta selamat dalam sampai tujuan. Semoga menjadi Haji dan Hajjah yang mabrur, pungkasnya. Dalam rombongan Calon Jamaah Haji Kubar terdapat dua anggota DPRD Kubar, H Ellyson dan Syafaruddin. Turut hadir, Kepala Kantor Kementrian Agama Kubar, H Muhammad Isnaini, Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementrian Agama Kubar H Zulkifli, Kepala Dinas, Badan, Kantor dalam wilayah Kabupaten Kubar.

Diketahui, jumlah jamaah haji Kubar tahun 2017 sebanyak 100 peserta, ditambah 1 orang Tim Pemandu Ibadah Haji Indoneisa (TPIHI). ( hms 19)

Jumlah Calon Jamaah Haji Berdasarkan Kecamatan :

NO KECAMATAN JUMLAH
1. Melak 42 orang
2. Barong Tongkok 8 orang
3. Muara Lawa 4 orang
4. Muara Pahu 8 orang
5. Long Iram 5 orang
6. Penyinggahan 13 orang
7. Linggang Bigung 6 orang
8. Sekolaq Darat 4 orang
9. Bongan 1 orang
10. Long Bagun 2 orang
11. Jempang 5 orang
12. Mook Manaar Bulatn 2 orang

Sumber : Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor (PHU) Kementrian Agama Kubar

Pemkab Kubar Dapat penghargaan Pastika Parahita

Pemkab Kubar Dapat penghargaan Pastika Parahita

SENDAWAR- Kabupaten Kutai Barat mendapat penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terkait penerapan perda kawasan tanpa rokok (KTR) No.44 Tahun 2015 dan mensosialisasikan ke lingkungan masyarakat, yang di terima oleh kepala Dinas Kesehatan Aliman di kantor Kemenkes Jakarta belum lama ini. Aliman menjelaskan “penghargaan ini didapat setelah pemkab kubar menerapkan peraturan daerah dan mensosialisasikan ke masyarakat, hal ini Sesuai arahan Bupati Kutai Barat FX.Yapan untuk menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kutai Barat, Dinas Kesehatan yang bertanggung jawab selama ini bertindak cepat dengan memberikan himbauan dan menyurati OPD untuk tidak merokok di dalam lingkungan kantor, di tempat kerja, sekolah, tempat ibadah, tempat umum, fasilitas kesehatan, fasilitas olah raga serta lingkungan bermain anak-anak”jelasnya. Lanjut Aliman kita juga giat didalam menerapkan dan mensosialisasikan Peraturan Bupati Kubar No.44 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa asap rokok di Lingkungan pemerintah kubar, UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan PP No. 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan telah mewajibkan pemerintah daerah untuk menetapkan KTR di wilayahnya masing-masing, selain himbauan dan mengirim surat, dinkes juga memasang sejumlah reklami di jalan utama, memasang stiker di kantor dan tempat umum, kalaupun harus merokok harus ada tempat khusus dan tertutup terpisah dari kantor”tegasnya.

Secara terpisah dan teknis Sekretaris Dinkes kubar Barnabas menjelaskan “Semua orang berhak dilindungi kesehatannya dari paparan asap rokok orang lain, tidak ada batas aman bagi paparan asap rokok, racun yang dikandung asap rokok yang masuk ke dalam tubuh secara kumulatif akan tersimpan dan meKB-29-Reklame dan Stiker KTR di sejumlah jalan dan kantor (1)nimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena itu, salah satu upaya efektif untuk melindungi seluruh masyarakat dari asap rokok orang lain adalah melalui penerapan kawasan tanpa rokok (KTR), penerapan KTR memungkinkan masyarakat untuk dapat menikmati udara bersih dan sehat serta terhindar dari berbagai risiko yang merugikan kesehatan dan kehidupan, KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan mempromosikan produk tembakau, oleh karena itu semua tempat yang telah ditetapkan sebagai KTR harus bebas dari asap rokok, penjualan, produksi, promosi dan sponsor rokok”jelasnya.

Menurut Barnabas “KTR merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, DPRD, maupun pemerintah dan pemerintah daerah untuk melindungi generasi sekarang maupun yang akan datang dari bahaya asap rokok. Lebih dari 7.000 bahan kimia telah teridentifikasi pada asap rokok, 250 senyawa tersebut adalah racun dan karsinogenik. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari lintas sektor dan berbagai elemen masyarakat ini akan sangat berpengaruh pada penerapan KTR. Penerapan KTR secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama terkendalinya faktor risiko penyakit dan kematian yang disebabkan oleh rokok, dan meningkatnya budaya msyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, akan meningkatkan citra yang baik dari masyarakat umum terhadap daerah dan pemerintahnya dengan meningkatnya kedisiplinan, ketertiban dan kepatuhan pada peraturan. Dari aspek lingkungan, penerapan KTR akan berdampak pada meningkatnya kualitas udara, terutama kualitas udara dalam ruang. Dalam bidang ekonomi, akan mampu meningkatkan tingkat ekonomi keluarga karena berkurangnya belanja rokok, terutama pada keluarga miskin. Demikian juga bagi pemerintah setempat akan mengurangi pengeluaran belanja pemerintah daerah untuk pembiayaan kesehatan dalam penanggulangan penyakit akibat rokok.”pungkasnya.(hms36)

Kutai Barat Menerima 120 Lampu LED Retrofit

Kutai Barat Menerima 120 Lampu LED Retrofit

SENDAWAR,- Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, Kamis (27/7) menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dan Naskah Hibah Barang Milik Negara (BKB-28- Jabat TanganMN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Ball Room Garden Palace Hotel, Surabaya. Kegiatan tersebut dalam rangka serah terima penandatanganan barang miliki Negara di lingkungan Direktorat Jenderal Energi dan Konservasi Energi dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Kepada Pemerintah daerah. Hal ini diungkapkan Kepala Sub Bagian Penyiapan Perumusan Kebijakan  Sumber Daya Alam pada Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kubar, Rita Nursandy.

Ditambahkannya, Berdasarkan Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5662/95/SJN A/2017 tanggal 20 Juli 2017 tentang persetujuan hibah aset Barang Milik Negara (BMN) selain tanah atau bangunan pada Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2016, berupa 120 buah Lampu LED Retrofit bagi Kabupaten Kutai Barat. Pemberian hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen hibah antara Kementerian ESDM dengan para pemerintah kabupaten/kota penerima, di depan Dr Ir Dadan Kusdiana selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan  dan Konservasi Energi. Bagi Kabupaten Kutai Barat, diterima langsung oleh WakiKB-28- Serahterimal Bupati Kubar, H Edyanto Arkan.

“Hibah ini dilaksanakan untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terpencil terhadap listrik, meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penyediaan energi, mengurangi pemakaian bahan bakar minyak melalui peningkatan pemanfaatan energi setempat, diverifikasi energi dan konservasi energi. Adapun Bantuan Lampu LED Retrofit yang diterima ini akan dipasang di Jalan Kompleks Perkantoran Kabupaten Kutai Barat dan Jalan Raya Bandara Melak, ”terangnya. Lebih lanjut ia katakan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian ESDM meminta Kabupaten/kota untuk proaktif membuat permohonan ke Pemerintah Pusat terkait kebutuhan daerah, baik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat, Penerangan Jalan Umum (PJU) juga sumur bor untuk daerah yang sulit air, jelas Rita.

Untuk itu, Kabupaten Kubar sudah menyiapkan proposal atau usulan  tahun 2018 ke Badan Geologi berupa pembangunan sumur bor dan pembangunan penerangan jalan umum di beberapa wilayah kecamatan Kabupaten Kutai Barat, beber Rita. (hms19)

Stop Pemotongan Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif

Stop Pemotongan Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif

SENDAWARTernak sapi dan kerbau betina adalah pengembangbiakan populasi ternak yang cukup menjanjikan oleh sebab itu sebagai bibit pengembangbiakan maka populasi sapi dan kerbau betina yang masih produktif harus dijaga dan dikendalikan agar tidak dilakukan pemotongan yang sudah tentu mengurangi jumlah bibit dan akan mengganggu pengembangbiakan ternak sapi dan kerbau dalam rangka mendukung Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) dalam upaya menuju target 2 juta ekor sapi.

Dalam kegiatan sosialisasi pengendalian pemotongan sapi yang dilaksanakan di ruang diklat lantai III Setkab Kubar, dijelaskan mulai dari dasar hukum, sanksi hukum, kriteria pengidentifikasian ternak betina yang produktif, alasan mengapa perlu dilakukan pengendaliaan bahkan sampai pada persyaratan khusus ternak sapi betina yang dijinkan untuk dipotong.

Kabid Pengembangan dan Kawasan Usaha Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Yakob Pengedongan ditemui usai kegiatan menjelaskan nantinya ternak yang dipotong harus yang jantan oleh karena itu para jagal yang akan memesan ternak sapi atau kerbau harus memesan yang jantan dan jika datang yang ternak betina harus yang sudah tidak produktif lagi sebagai salah satu upaya untuk menjaga jumlah populasi.

Selanjutnya Ia mengatakan“dari sisi wilayah atau lahan Kubar sangat berpotensi untuk melakukan usaha peternakan oleh sebab itu kita perlu untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tertarik usaha peternakan, sebagai contoh pasca Tambang dulu pernah kita membantu memberikan bibit ternak kepada PT.TCM sebanyak 40-50 ternak sekarang sudah sekitar 300 lebih jumlahnya, hal ini menandakan kalo disini bagus untuk pengembangan ternaknya”, katanya.

Lebih jauh Ia mengungkapkan “dengan sosialisasi di Kubar kali ini kiranya semua pihak memahami bahwa dengan memotong betina yang masih produktif menyebabkan populasi ternak tidak berkembang  secara optimal sehingga swasembada daging belum tercapai, kedepannya kita harus perlu peka untuk sadar bahwa pengendalian pemotongan ternak betina produktif dapat berjalan dengan sukses asal kita mau sama-sama perduli untuk menjalankan semuanya sesuai aturan yang ada karena kedepannya nanti tidak ada lagi sosialisasi semacam ini melainkan penindakan tegas langsung oleh aparat sesuai hukum yang berlaku”, ungkapnya.

Kabid Peternakan Kesehatan Hewan melalui Kasi Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran drh. Christine Susanti menyebutkan langkah-langkah kedepan terkait pengendalian pemotongan hewan ternak betina produktif “yaitu memasang spanduk dibeberapa daerah yang mobilitas pemotongan hewannya tinggi, lalu berkoordinasi setiap harinya karena ada laporan pemotongan hewan setiap harinya yang diluar rumah pemotongan hewan dan juga dilakukan kegiatan pengawasan yang merupakan pengawasan ke peternakan, kandang pejagal dan pengumpul hewan untuk mengetahui berapa jumlah ternak jantan dan betina”, ujarnya

Selanjutnya Ia mengatakan “Tingkat konsumsi daging sapi cukup tinggi di Kutai Barat sejak awal Januari 2017 sampai Juli 2017 ada sekitar 673 ekor sapi jantan yang dipotong, 30 ekor betina tidak produktif yang dipotong dan 7 ekor betina yang produktif. Dari data di atas tentunya sapi untuk lokal Kubar sangat jarang untuk dapat dipotong termasuk sapi jantan oleh karena itu sapi betina yang lebih mudah didapatkan karena lebih murah dan lebih kecil juga sapi jantan sering disimpan untuk acara tertentu untuk Idul Fitri atau Idul Adha karena nilai jualnya yang jauh lebih tinggi”, katanya.

Kecamatan yang memiliki tempat pemotongan hewan dan sentra sapi tersebar dibeberapa kecamatan antara lain Linggang Bigung, Barong Tongkok, Long Iram, Melak, Muara Lawa dan Bongan sedangkan untuk daerah sentra kerbau berada diwilayah Kecamatan Jempang.

Pemotongan sapi dan kerbau betina produktif dapat dicegah bila kesadaran seluruh pemangku kepentingan mulai dari peternak, pedagang, jagal dan sampai petugas lebih ditingkatkan lagi.(hms11)

Kunjungan Pada HUT Kabupaten Murung Raya Ke-15

Kunjungan Pada HUT Kabupaten Murung Raya Ke-15

PURUK CAHU - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Murung Raya ke 15, Bupati FX Yapan SH bersama kepala OPD dilingkungan Pemkab Kubar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (31/7)KB-2-Hut Mura (2)

Rombongan Bupati Kubar di damping istri yang juga ketua TP PKK Kabupaten  menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam dari Kubar dan tiba dirumah jabatan Bupati Murung Raya di Puruk Cahu ibu Kota Kabupaten Murung Raya langsung disambut oleh Bupati Murung Raya Drs  Perdie MA dan Wakil Bupati Darmaji SE serta tarian Kiyah Sagalang Oling atau tarian selamat datang dan ritual adat potong pantan untuk menyambut tamu-tamu agung.

Selanjutnya pada malam harinya Bupati Kubar dan rombongan diundang pada acara ramah tamah dan makan malam, dalam acara tersebut Bupati Kubar dan Istri menyerahkan satu piring putih kepada Bupati Murung Raya sebagai tanda jalinan kekerabatan, jika ada kesulitan dikedua belah pihak bisa saling membantu. Selain itu juga diserahkan cindera mata kepada Bupati Murung Raya dan Istri serta Wakil Bupati Murung Raya begitu juga sebalinya.KB-2-Hut Mura (7)

Dalam Kesempatan tersebut Bupati Murung Raya Drs Predie MA menuturkan kehadiran Bupati Kubar berseta rombongan pada peringatan hari jadi Kabupaten Murung Raya ini sangat bermakna, selain itu dengan kunjungan kerja semacam ini untuk meningkatkan silaturahmi kedua daerah dan mengikat hubungan yang tidak terpisahkan di Pulau Borneo dan NKRI.

KB-2-Hut Mura (8)Sebagai bentuk ucapan syukur kita sebagai masyarakat adat dayak, maka dilaksanakan ritual adat potong pantan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kami kepada Bupati Kubar yang bisa hadir pada hari jadi Kabupaten Murung Raya ke 15 pada Tahun 2017.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Bupati Kubar FX Yapan SH menuturkan dengan kunjungan kerja semacam ini juga kita bisa belajar konsep dan strategi pembangunan di Kabupaten Murung Raya, terutama menghadapi situasi keungan sekarang ini.KB-2-Hut Mura (11) Bupati menambahkan, bisa hadir di Murung Raya merupakan mujizat yang luar biasa dan ini merupakan kali pertama saya sampai di Kabupaten Murung Raya, atas nama Pemerintah dan Keluarga mengucapkan terima kasih atas sambutan Pemkab Murung Raya secara adat. Dimana Pemkab Kubar menerima dengan hati yang lega dan hati yang senang, mudah-mudahan pertemuan semacam ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir namun bisa seterusnya kita bina.(hms10)