Berangkat Menuju Makkah

Berangkat Menuju Makkah

MAKKAH- 100 Jamaah Haji Kutai Barat berangkat menuju Kota Makkah, pada Jumat, (11/8) pada pukul 14.00 Waktu Arab Saudi. Hal ini diungkapkan H Achmad KB- 14- Sesaat Setelah SampaiSyofian, S Ag selaku Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang juga berasal dari Kabupaten Kutai Barat saat dihubungi melalui pesan singkat.

H Achmad Syofian menuturkan, perjalanan menuju Makkah dari Madinah menempuh waktu kurang lebih 7 jam lamanya. Dalam KB-14- Depan Ka'bah (2)perjalannnya akan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat berniat Ihram Umrah.

“ Diperkiraan pada pukul 21.00 Waktu Arab Saudi akan tiba di Makkah. Setelah jamaah tiba dan masuk ke penginapan masing-masing untuk istirahat. 1 jam kemudian akan dilanjutkan melaksanakan Thawaf, dai dan tahalul. Dengan selesai rangkaian tersebut maka, jamaah haji sudah terlepas dari rangkaian ihram, tinggal menunggu haji saja,” jelasnya.

Dalam melewati serangkaian kegiatan Haji Alhamdullilah seluruh jamaah Kutai Barat yang masuk dalam kloter IV Embarkasi Haji Balikpapan dalam kondisi sehat dan siap untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji, pungkasnya. (hms 19)

Jamaah Haji Ziarah Ke Beberapa Tempat

Jamaah Haji Ziarah Ke Beberapa Tempat

MADINAH- Jamaah Haji Kabupaten Kutai Barat yang masuk dalam kloter IV Embarkasi Balikpapan, mendapat layanan Ziarah. Selama berada di Madinah para Jamaah mengunjungi dari Majmuah ke beberapa tempat-tempat bersejarah. Hal ini diungkapkan H Achmad Syofian, S Ag selaku Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang juga berasal dari Kabupaten Kutai Barat saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (10/8).

Jamaah Haji Kubar mengunjungi tempat-tempat seperti, Al Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud dan Kebun Kurma.   “ Alhamdullilah Jamaah Haji Kubar khususnya dalam kondisi sehat. Sehingga dalam mengunjungi ke beberapa tempat-tempat bersejarah tidak mengalami hambatan. Hanya mengalami batuk pilek dan radang tenggorokan, karena cuaca yang dirasakan sangat berbeda dibandingkan di Indonesia atau bisa dikatakan ekstrim mencapai 45 ° C,” bebernya.

H Achmad Syofian menuturkan para Jamaah Haji mengunjungi, seperti Masjid Quba yang merupakan masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah dan sahabat. Masjid Quba terletak sekitar lima kilometer sebelah tenggara Kota Madinah. Kemudian berkunjung  ke Masjid Nabawi merupakan tiga masjid suci umat Muslim selain Masjid al-Haram di Makkah dan Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Masjid Nabawi dibangun oleh Rasulullah setelah hijrah ke Madinah setelah dibangunnya Masjid Quba. Masjid yang memiliki gaya arsitektur klasik dan kontemporer Islam yang dapat menampung 1 juta jamaah, tuturnya. Insyallah para Jamaah Haji kloter IV akan meninggalkan Kota Madinah pada Hari Juma’at  11 Agustus 2017 mendatang, bebernya.

Untuk itu mohon dukungan doa dari warga dan keluarga masyarakat agar daam menjalani ibadah haji mendapatkan kelancaran dan selalu diberikan kesehatan, pintanya. (hms19)

 
1.061 Orang Ikut Lomba Lari Marathon

1.061 Orang Ikut Lomba Lari Marathon

SENDAWAR- Sebanyak 1.061 Orang Ikuti Lomba Lari Marathon, dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-72.   Keluar sebagai Juara Pertama kategori Putra, atas Nama KB-12- SukimanSukiman (17) dari Kalangan Umum dengan jarak tempuh waktu 39 menit 23 detik.  Sedangkan Kategori Putri, Novi Krisna dari Dinas Pertanian dengan waktu tempuh 63 menit 43 detik.KB-12- Peserta

Lomba dilepas langsung oleh Ketua Umum HUT RI Ke-72, Drs Aminuddin pada pukul 07.00 Wita dimana dimulai Start di jalan Jalur Dua depan Bandara Melalan dan Finish selesai di Alun-Alun Itho, Jumat (11/8) pagi.

Faustinus Syaidirahman selaku Koordinator Lari Marathon dan Pengerahan Massa yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Kubar menjelaskan para peserta yang ikut Marathon ini berbagai kalangan, baik siswa-siswi (SMP hingga Mahasiswa), pegawai di lingkungan Pemerintah Kab Kubar, perusahaan dan lingkungan masyarakat.KB-12- Novi Krisna

“ Untuk sementara ini Lari Marathon ini yang terbesar di Kubar, dimana jarak tempuhnya sepanjang 17 Kilometer. Dimana dimulai dari sini (Jalan Dua Jalur depan Bandara MKB-12- Serahkan Doorprizeelalan) dan berakhir Finish di Alun-Alun ITHO Kompleks Perkantoran Pemkab Kubar,” terangnya.

Nantinya, lanjutnya waktu yang tercepat akan menjadi pemenang baik kategori Putra dan Putri, ada doorprize juga bagi peserta yang lain. Dimana para peserta akan dikasih kupon yang diundi untuk mendapatkan doorprize.

Meskipun pelaksanaannya ini menggunakan jalan dua jalur,namun tidak mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan yang lain, sebab demi kelancaran Lari Marathon ini juga menggandeng Polres Kubar, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait, jelasnya.

Selama mengikuti lomba Marathon para peserta tertib, selama lari tidak menghalangi peserta-peserta yang lain, taati peraturan dan tertib, imbaunya. (hms 19)

Pemkab Kubar Hasilkan MoU Dengan Perusahaan Sawit

Pemkab Kubar Hasilkan MoU Dengan Perusahaan Sawit

SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menghasilkan Memorandum Of Understanding (MoU) tentang perbaikan dan pemeliharaan jalan umum terhadap Tiga Grup Perusahaan Sawit. Ini terkait  Tentang Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan Sawit. Dimana dalam  Rapat tersebut juga disampaikan presentasi beberapa ruas titik spot jalan yang dilalui mengalami kerusakan. Seperti ada titik ruas jalan kecamatan yang rusak, diantaranya ruas Jalan Kecamatan Muara Lawa, ruas jalan kecaKB-10- Tanda tanganmatan Bentian Besar, ruas jalan kecamatan Mook Manaar Bulatn, ruas jalan Kecamatan Melak dan ruas jalan dikecamatan Tering. Rapat yang berlangsung hampir empat jam lamanya ini dipimpin Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, di Ruang Koordinasi Lantai III, Kantor Bupati, Rabu (9/8).

Wabup mengatakan Rapat dengan mengundang Perusahaan Sawit diantaranya PT Ketapang Agro Lestari (PT KAL), PT Kaltim CT Agro dan PT Kruing Lestari Jaya (PT KLJ) dimana membawahi kurang lebih 24 perusahaan Kebun Sawit. Lanjut Wabup katakan, Rapat ini salah satunya keinginan membangun sesuatu kesetaraan dimana perusahaan-perusahaan tersebut diberikan kesempatan oleh Pemerintah untuk menggunakan fasilitas publik berupa jalan umum. Untuk itu, diminta kepada Perusahaan ada kontribusi kewajibannya untuk memperbaiki jalan yang telah dilewati minimal mendekati kondisi awal disaat sebelum mereka lewati.  Sehingga, kepentingan-kepentingan perusahaan juga terlayani dan juga terutama kepentingan masyarakat tidak terganggu. Ini yang kita lakukan dengan mengatur agar dapat melakukan perbaikan bersama-sama terutama bagi perusahaan-perusahaan yang melewati satu ruas jalan yang sama, sehingga dapat kontribusinya secara adil. Dimana akan didampingi Pemerintah Kabupaten oleh OPD Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang secara teknis, jelasnya.KB-10- Perusahaan Menandatangani

“ Perusahan menyambut baik  dan bersedia memperbaiki jalan tersebut, ini atas inisiatif Pemkab Kubar mengundang mereka (Perusahaan Kebun Sawit) untuk menjembatani dalam rangka memperbaiki jalan rusak yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan sawit yang ada. Karena, jalan merupakan hajat hidup masyarakat, baik angkutan bahan, sembako, BBM, barang dan orang akan terganggu apabila tidak ada perbaikan-perbaikan,” bebernya. Dalam waktu dekat, ujar Wabup akan dibuat Perjanjian Kerjasama atau PKS antara Bupati mewakili Pemkab Kubar dengan perusahaan –perusahaan sawit bersangkutan, yang didalamnya memuat hak dan kewajiban para pihak, ujarnya lagi. Pemerintah dalam hal ini perlu mengayomi semua pihak dan berbaik sangka kepada perusahan-perusahaan sawit bersangkutan untuk mengikuti kesepakatan MoU tersebut. Sebab, ini juga demi kebaikan  apabila jalan baik maka, para perusahaan perkebunan sawit  akan lancar mengangkut sawit, TBS hingga CPO nya. Pemerintah akan terus mengingatkan apabila tidak dilaksanakan, agar kerusakan tidak semakin parah, tegas Wabup lagi.

Disinggung mengenai status kelas jalan yang ada diwilayah Kabupaten Kutai Barat, Wabup menuturkan Pemerintah Kubar akan segera mengusulkan ke Pemerintah Propinsi Kaltim hingga Pemerintah pusat baik Kementrian PU dan Perhubungan untuk meningkatkan status kelas jalan yang ada di Kubar. Karena kedepan di Kubar akan menjadi sentra penghasil sawit yang besar, dengan luas kurang lebih 520 ribu hektar ijin yang diberikan akan menjadi peningkatan penggunaan jalan dua hingga tiga kali lipat, dimana untuk saat hanya bisa memuat 8 ton saja angkutan sawit. Sehingga, kedepan dengan menaikkan status kelas jalan dapat lebih ditingkatkan kembali agar bisa mengangkut 10 ton hingga 12 ton. Kita lihat sekarang ini dengan 20 persen yang baru ditanam, aktifitas kegiatan sudah semakin padat, tuturnya. Selain tiga perusahaan ini, kedepannya akan mengundang lagi perusahaan –perusahaan lain yang ada diwilayah Kecamatan Jempang dan Bongan. PT Parindra, PT Lonsum dan PT Putra Bongan Jaya yang sudah beproduksi dan pabrik CPO sudah berjalan. Agar membangun komitmen untuk memperbaiki dan merawat jalan yang dilalui Perusahaan kebun sawit, tuturnya lagi.

Turut hadir dalam Rapat tersebut, Assisten II (Ekonomi, Pembangunan, SDA), Drs Yohanes Kinam, Kepala Inspektorat Wilayah Kubar, Robertus Bellarminus B D Widodo, Kepala Dinas Perhubungan Kubar, Rakhmad, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ali Sadikin, Kepala Seksi Lalu Lintas, Akhmad Bey, Perwakilan dari OPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap, Kapolsek Bentian Besar, Lorensius, Sekretaris Kecamatan Muara Lawa, Elati, Perwakilan Pemerintahan Kecamatan Bentian Besar, Manager Umum PT KAL, Supriyanto, Manager Legal PT KAL, M Rudi Ranaq, General Manager Operasional PT Kaltim CT Argo, Helmy Fuad Syam, Manager Humas dan PL PT Kruing Lestari Jaya, Dedi Hermawan.  (hms19)

Jamaah Haji Kubar Alami Batuk Pilek

Jamaah Haji Kubar Alami Batuk Pilek

MADINAH- Memasuki hari ke -6 Jamaah Haji Kutai Barat yang tergabung dalam kloter IV, keadaan sehat. Namun ada sebagian kecil yang mengalami flu dan batuk. Ini tergambar dari beberapa orang jamaah yangKB-9- Periksa meminta obat dengan Petugas Kesehatan dalam hal ini dokter kloter.

Hal ini diungkapkan H Achmad Syofian, S Ag selaku Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang juga berasal dari Kabupaten Kutai Barat saat dihubungi melalaui pesan singkat. Selasa (8/8) sore. H Achmad Syofian menuturkan, kondisi cuaca yang suhunya cukup tinggi pada siang hari mengakibatkan Jamaah mengkonsumsi air dingin, sehingga berpengaruh pada kondisi fisik.

“ Sejak kemarin kami Petugas Haji dengan pelayanan kloter melakukan pembinaan kepada Jamaah Haji gabungan terkait pelayanan umum, bimbingan ibadah dan tim kesehatan. Kegiatan dilakukan secara bergantian bagi kloter IV mulai dari rombongan 1 hingga 9, “terangnya.

Tidak hanya itu, beliau juga menginformasikan Insyallah kloter IV Embarkasi Balikpapan akan meninggalkan Madinah pada Jumat pada 11 Agustus 2017 yang akan datang pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, bebernya.

Saat ini Jamaah masih menunggu waktu layanan pihak Majmu’ah untuk dibawa Ziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Kuba, Masjid Qiblatain dan Jabal Uhud, bebernya lagi. (hms19)

Rakor Sekaligus Pengukuhan TIMPORA Kabupaten Kubar

Rakor Sekaligus Pengukuhan TIMPORA Kabupaten Kubar

SENDAWAR- Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Barat, Drs Yacob Tullur membuka Rapat Koordinasi Kerja sekaligus Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA). Pelaksanaan yang diprakasai Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda dilaksanakan di Ruang Diklat Lantai III, Kantor Bupati, Selasa (8/8).KB-9- Pasangkan Rompi Dihadiri oleh Kepala Dinas, Badan, Kantor, Camat-Camat dalam wilayah Kabupaten Kubar, Perwakilan Polres Kubar, Perwakilan Kodim 0912 Kubar dan Perwakilan AURI dan BIN.

Sambutan Bupati Kubar, FX Yapan yang dibacakan Sekkab Kubar, Drs Yacob Tullur mengatakan masih banyak kasus pelanggaran oleh Warga Negara Asing (WNA) di wilayah NKRI yang mengarah kepada ketenagakerjaan yang illegal, kasus kejahatan trans nasional hingga kriminalitas. Senada dengan hal tersebut, maka Kabupaten Kubar memandang perlu sesegera mungkin untuk melaksanakan langkah lebih lanjut. Terlebih akan potensi pertumbuhan ekonomi Kubar yang cukup signifikan dalam sektor tambang dan perkebunan, belum lagi flora dan fauna yang dimiliki oleh Kubar. Tentu saja membawa pengaruh yang cukup besar untuk menstimulan kedatangan investor asing, wisatawan mancanegara bahkan peneliti asing. Selain secara geografis luas Kubar mencapai 20.381,59 km2 dengan jumlah kecamatan sebanyak 16 dan 190 kampung. Luas wilayah ini yang masih kurang dan lemahnya pengawasan arus keluar masuk warganegara asing.

Dalam sambutan tersebut juga dikatakan, hubungan internasional tidak lagi semata bertumpu pada hubungan antar Negara, antar masyarakat, dimana didukung dengan adanya kebijakan bebas visa kunjungan. Maka perlu diiringi dengan upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapan semua pihak. Antisipasi perlu juga kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif dengan upaya peningkatan penegakan hukum dibidang keimigrasian yang tergantung dari baik tidaknya pelaksanaan kegiatan pengawasan orang asing.

Bupati berpesan agar TIMPORA Kabupaten Kubar yang telah dikukuhkan ini perlu meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait dengan permasalahan orang asing yang dalam hal ini pengawasan orang asing tersebut. Sinergitas seluruh anggota Tim inilah nantinya yang akan membawa penegakan hukum dibidang Keimigrasian ketingkat yang lebih baik lagi.

Tidak hanya itu, TIMPORA dapat menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan keseluruh publik internal maupun eksternal, dengan tujuan agar seluruh lini dapat mendukung gerak dan langkah Tim tersebut. Semoga ini menjadi langkah awal agar kedepannya dapat terus bekerjasama untuk menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,  pinta Bupati.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Kaltim, Soenaryo menambahkan, kehadiran kami semua merupakan suatu bentuk komitmen dan kesepahaman tentang pentingnya pengawasan orang asing di dalam wilayah Indonesia. Untuk memastikan keberadaan orang asing tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat tercipta kondisi yang aman, tertib dan tetap mengedepankan kedaulatan Negara.

Ditambahkannya, dalam memacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 21 tahun tahun 2016 telah memberikan fasilitas berupa pembebasan dan kewajiban memiliki visa Negara dari 169 negara. Ditetapkannya kebijakan tersebut untuk meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang dan mengunjungi berbagai obyek wisata di wilayah Indonesia dengan harapan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

“ Disinilah Peran TIMPORA secara khusus sebagai payung hukum untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian seperti penyalahan izin tinggal bebas visa,” bebernya.

Selain itu, Mujiono, Selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, hari ini kegiatan Koordinasi untuk mendeteksi secara dini keberadaan WNA di Kubar dan Mahulu.

TIMPORA sebenarnya sudah dibentuk sejak 2016, dimana unsur didalamnya dari Kantor Imigrasi , Kepolisian, Kodim 0912, AURI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait baik dari Kesbangpol, Pariwista, Dinas Ketenagakerjaan dan lain sebagianya.  Disnilah nanti TIMPORA bisa mendeteksi secara dini, tentunya sinergitas dan koordinasi sangat dibutuhkan agar bisa berjalan. (HMS 19)

PPKBD dan Sub PPKB Ikuti Pelatihan

PPKBD dan Sub PPKB Ikuti Pelatihan

SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Kutai Barat memberikan Pelatihan. Pelatihan diberikan kepada 150 Kader Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai II, Kantor BP3D baru-baru ini.

Kepala Dinas P2KBP3A, Yohana melalui Ida Rosalina selaku Kepala Bidang Penggerak Penyuluhan Keluarga Berencana, Advokasi, KomuniKB-8- Foto Bersama (2)kasi Informasi dan Edukasi mengatakan ini merupakan salah satu Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD.  Nantinya Kader PPKBD akan dibentuk Sub PPKBD dimasing-masing Rukun Tetangga (RT).

“ Kader PPKBD merupakan perpanjangtanganan dari Penyuluh Keluarga Berencana (KB), sebab dengan terbatasnya Penyuluh KB, maka kader PPKBD terjun langsung ke masyarakat,” ujarnya. Ditekankan dengan kegiatan ini, lanjut Ida Rosalina berkaitan dengan kesejahteraan bagi keluarga. Sebab, untuk KB sendiri artiannya sangat luas. Dimana tujuan KB tidak hanya memberikan jarak lahir tetapi juga dapat mensejahterakan perekonomian bagi keluarga tersebut di kampung itu sendiri dengan berbagai kegiatan. Kedepan diberikan berbagai kegiatan agar menghasilkan keluarga mandiri, jelasnya.

“ Masyarakat hanya mengetahui KB seputar pil, alat kontrasepsi dan lain sebagainya, namun didalamnya banyak kegiatan yang dilaksanakan. Seperti menghasilkan kerajinan, atau home industry yang dapat menghasilkan sesuatu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Pendayagunaan PKB, PLKB dan IMP, Sasmito Raharjo menambahkan Kegiatan orientasi baru pertama kali dilaksanakan, dengan tujuan agar memberikan pengetahuan bagi kader PPKBD dan Sub PPKBD dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dimana Nara sumbernya dari BKKBN Propinsi Kaltim, ujarnya.

Dengan berbagai pelatihan yang diberikan dan terbentuknya kader PPKBD dapat menerapkan di kampungnya masing-masing dengan membawa ikut bergabung dengan masyarakat yang memiliki kemampuan, keahlian untuk bisa mengembangkannya dan menjadikan keluarga yang sejahtera. Serta memberikan pengetahuan kepada keluarga seperti menikah diusia muda, gizi selama kehamilan dan lain sebagainya, bebernya.

Berharap PPKBD dan Sub PPKBD dapat bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten hingga kampung agar jika ada kegiatan dapat sama-sama untuk turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan. Salah satu peserta Nurhaeruddin mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan mutu. Selama ini kendala yang dihadapi yakni, transportasi dan jarak tempuh dalam memberikan pelayanan. Namun kesemua itu lambat laun dapat diatasi.

Diketahui, PPKBD adalah seseorang atau beberapa orang kader dalam wadah organisasi yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan, mengelola program KB di tingkat kampung/desa. Sementara Sub PPKBD merupakan seseorang atau beberapa kader dalam wadah organisasi dengan peran yang sama namun pada tingkat Rukun Tetangga (RT)/ Rukun Warga (RW). (hms19)

Persiapan Rapat Koordinasi Tentang Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan Sawit

Persiapan Rapat Koordinasi Tentang Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan Sawit

SENDAWAR- Assisten II (Ekonomi, Pembangunan dan SDA), Drs Yohanes Kinam memimpin Persiapan Rapat Koordinasi Tentang Penggunaan Jalan Umum oleh Perusahaan Sawit. Rapat Persiapan tersebut berlangsung di Ruang Eksekutif Lantai III, Kantor Bupati, Senin (7/8).

Dalam rapat tersebut juga mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanaan TeKB-8- Persiapanrpadu Satu Atap dan Bagian Pembangunan pada Setkab Kubar. Drs Yohanes Kinam menjelaskan Rapat ini dilaksanakan sebelum Rapat Koordinasi yang akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2017 mendatang dengan mengundang Perusahaan-perusahaan Sawit serta pihak dari Pemerintahan Kecamatan, seperti Muara Lawa, Bentian Besar dan lain sebagainya.

Ini terkait dengan Perusahaan Sawit dalam melintasi menggunakan jalan umum. Dimana perusahaan sawit tersebut meminta agar pengangkutan muatannya dapat dilaksanakan 24 jam dengan pertimbangan bahwa dapat dilaksanakan pada cuaca terang saja, jelasnya. Kesimpulan dari Hasil Rapat Persiapan tersebut , lanjutnya sebagai bahan penentuan kebijakan yang akan diambil pada Rapat 9 Agustus 2017 mendatang. Dimana pada pelaksanaan Rapat nanti akan mengundang perusahaan PT Kaltim CT Agro, PT Fangiono Grup, PT Kruwing Grup, Kapolsek Muara Lawa, Kapolsek Bentian Besar, Pemerintahan Kecamatan Muara Lawa dan Pemerintahan Kecamatan Bentian Besar.

Selanjutnya, OPD terkait dapat memetakan kondisi jalan yang perlu diperbaiki terkait jalan umum yang dipergunakan oleh perusahaan sawit tersebut, terang Drs Yohanes Kinam. “ OPD terkait dapat mempersiapkan data–data yang diperlukan. Seperti menyiapkan data laporan hasil pengecekan dibeberapa titik jalan yang dipergunakan perusahan sawit, mempersiapkan data jumlah perusahaan yang belum memiliki ijin penggunaan jalan umum. Tidak hanya itu, akan dilakukan pegecekan kelapangan yang akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2017,” tutur Assisten II.

Perusahaan sawit juga wajib untuk melaporkan jumlah data kendaraan yang melakukan angkutan atau yang beroperasi. Untuk itu nantinya OPD terkait seperti Dinas Perhubungan akan melakukan pengecekan kelayakan kendaraan dan perhitungan retribusi, membersihkan guguran sawit atau lumpur yang tercecer dijalan umum saat proses pengangkutan, kemudian angkutan pupuk dan karmel agar tidak melebihi muatan, pungkasnya.

Turut hadir, Perwakilan OPD Dinas PU Kubar oleh Kepala Bidang Cipta Karya, Martoyosan dan Kepala Seksi Pengembangan dan Pembangunan, Hironmius, Perwakilan dari OPD Dinas Perhubungan oleh Kepala Seksi Lalu Lintas, Akhmad Bey dan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana dan Angkutan, Martius. Perwakilan dari OPD Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap oleh Kepala Seksi Pelayanan Perizinan dan non Perizinan, Adolfus, Kepala Seksi PPNP Sektor Sekunder, Alimudin, Kepala Sub Program pada Bagian Pembangunan Setkab Kubar, Agus Yanti. (hms 19)

100 Jamaah Haji Kubar Tiba di Madinah

100 Jamaah Haji Kubar Tiba di Madinah

MADINAH- Alhamdullilah 100 Jamaah Haji asal Kubar tiba di Bandara Madinah dengan selamat. Setelah menempuh jarak kurang lebih 11 jam lamanya perjalanan, akhirnya tiba di Bandara AMAA Madinah pada pukul 04.51 Subuh waktu Madinah atau pukul 20.16 WITA (Waktu Indonesia Tengah), Kamis (3/8) malam.

Jamaah Haji asalKB-4- Saat di Bandara Kubar yang masuk dalam kloter IV Embarkasi Haji Balikpapan terbang bersamaan dengan Jamaah Haji Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dan terbang pukul 21.00 Wita. Hal ini diungkapkan H Achmad Syofian, S Ag selaku Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang juga berasal dari Kabupaten Kutai Barat.

H Syofian menjelaskan dalam perjalanannya saat Pesawat transit di Padang untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), 1 orang Jamaah Haji asal Balikpapan  mengalami penurunan fisik, dimana tekanan darahnya naik, sehingga oleh Tim Kantor Kesehatan atau KKP setempat harus tinggal dan dirujuk ke Rumah Sakit yangKB-4- Menunggu Cek Imigrasi ada di Kota Padang untuk mendapatkan pengobatan. Info terbaru yang didapat Alhamdullilah hari ini sudah membaik dan akan dititipkan pada kloter selanjutnya untuk diterbangkan di Madinah, terangnya.

Lanjutnya, Jamaah Haji Kubar yang tergabung di kloter IV melalui proses Imigrasi tiga jam lamanya. Setelah proses Imigrasi dilalui, akhirnya menuju penginapan ke Hotel Al Sahiliyah Golden, beber H Syofian.

“ Alhamdullilah seluruh Jamaah asal Kubar khususnya sehat hanya saja beberapa mengalami kelelahan. Kemudian Jamaah Haji melakukan sholat Arbain dimulai dari Ashar kemarin. Jarak dari penginapan kurang lebih 100 meter atau sekitar 10-15 menit jalan kaki dari Masjid, dengan kondisi cuaca siang mencapai 48° C (derajat celcius ) dan saat sore berkisar 40° C (derajat celcius ),” ujarnya.

Mohon doanya dari keluarga dan masyarakat Kutai Barat agar seluruh Jamaah Haji Kubar diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan Haji, pintanya. (hms19).

 
Kloter Terbersih Untuk Kloter IV Dalam Rombongan Jamaah Haji

Kloter Terbersih Untuk Kloter IV Dalam Rombongan Jamaah Haji

BALIKPAPAN- Alhamdullilah 100 Calon Jamaah Haji asal Kutai Barat, akhirnya diberangkatkan. Persiapan keberangkatan mulai dari pemeriksaan cargo dimulai pukul 17.00 wita di Aula Jabal Nur, Asrama Embarkasi Balikpapan, Rabu (2/8) sore.KB-3- Pemeriksaan Petugas Embarkasi

Calon Jamaah Haji asal Kutai Barat yang masuk dalam kloter IV bersamaan dengan jamaah haji asal Kutai Timur, Bontang dan Balikpapan, pada waktu pemeriksaan cargo memakan waktu 55 menit lamanya ini, serta dinyatakan sebagai kloter terbersih. Untuk kloter IV terdapat 450 calon jamaah haji.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan, H Normansah yang sekaligus melepas keberangkatan.KB-3- Di lepas

Normansah mengatakan, calon jamaah haji akan menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam menuju Madinah, untuk itu diperlukan persiapan fisik yang prima.  Rencananya pesawat akan berangkat pada pukul 20.20 Wita menggunakan Garuda Indonesia.

Mudah-mudahan dalam perjalanannya kembali dengan jumlah yang utuh dan diberikan kelancaran serta kesehatan dan menjadi haji yang mabrur, pungkasnya.

Turut hadir, Kepala Kantor Kementrian Agama Kubar, H Muhammad Isnaini, Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementrian Agama Kubar H Zulkifli, (hms19)