Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar Raperda

Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar Raperda

SENDAWAR- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Barat, Selasa (29/8) menggelar Rapat Paripurna XVII Masa Sidang II Tahun 2017, tentang Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar Raperda Pemerintah. Rapat yang dipimpin  Wakil Ketua I, Paul Vius didampingi, Wakil Ketua II, Arkadius Elly, Wakil Ketua Komisi III, Y M Puncan Karna. Dihadiri langsung Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, Sekretaris Kabupaten Kubar, Drs Yacob Tullur, Assisten I, Silas Sinar, Assisten II, Drs Yohanes Kinam, perwakilan Polres Kubar, Perwakilan Kodim 0912 Kubar, Perwakilan AURI, Perwakilan Kejaksaan dan Perwakilan Pengadilan Negeri, Kepala Dinas, Badan, Kantor dalam Lingkungan Pemkab Kubar.

Pemandangan umum tersebut dibuka pertama  oleh Fraksi PDI Perjuangan yang disampaikan oleh Anggota DPRD Kubar dari Komisi II, Astaman.  Dimana disampaikan khusus mengenai nota pengantar atas Sembilan Raperda yang telah disampaikan dalam sidang Paripurna, dari Fraksi PDI Perjuangan menganggap usulan Perubahan Perda oleh Pemkab tersebut memang diperlukan untuk menyesuaikan dengan beberapa perubahan perundang-udangan yang berlaku diatasnya.

“Khusus mengenai pencabutan Perda nomor 10 tahun 2013 tentang Penerimaan Daerah Bukan Pajak yang menjadi kewenangan Kab Kubar, mendukung sejauh hal tersebut sudah menjadi perintah UU dan dipastikan ada peraturan pengganti yang sesuai. Ini juga demi kebaikan kita bersama, sehingga Fraksi PDI Perjuangan tetap konsisten untuk mencermati ke-sembilan Raperda yang telah diajukan Pemerintah serta menyerahkan kepada Pansus untuk segera membahasnya pada agenda rapat Pansus yang telah disepakati, ” terangnya.

Sementara itu, Fraksi Amanat Gerakan Kebangsaan Berkarya Terhadap Nota Penjelasan Sembilan Raperda yang disampaikan Ketua Fraksi tersebut, Mulyadi Effendi yang Anggota DPRD dan juga Sekretaris Komisi I menyampaikan  sangat mendukung untuk segera dilakukan pembahasan.

Namun ada empat masukan diantaranya, yang pertama perlu perubahan Perda Tentang Peraturan Daerah pemungutan pajak sarang wallet rumahan yang yang dulunya mengatur sarang wallet alami/gua. Yang kedua,  Perlu adanya Perda tentang pemakaman umum dan taman makam Pahlawan yang lahannya disediakan Pemerintah Daerah. Yang ketiga, Perlu adanya dorongan Perda untuk penggunaan alat-alat medis yang ada di RS HIS yang mengharuskan pengoperasian melalui KSO dengan pihak ketiga oleh Permenkes. Kemudian, yang keempat Pemerintah perlu segera merubah PERDASOTK perangkat kampung karena tidak sesuai dengan perubahan regulasi terkait. Sedangkan Perda tentang Perubahan Perda no 10 tahun 2015 tentang tata cara perolahan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan dan pemberhentian Petinggi tidak perlu dirubah karena sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni UU Desa Tahun 2016.

Fraksi terakhir yakni, Fraksi Gabungan Demokrat-Hanura- Keadilan Sejahtera (FG-DHKS) yang disampaikan Yansel Anggota DPRD Komisi III menyampaikan  ada beberapa masukan diantaranya, terkait Raperda pencabutan atas Perda No 10 Tahun 2013 tentang penerimaan Daerah Bukan Pajak dilingkungan Pemkab Kubar,  yang berbenturan dengan UU No 20 Tahun 2007 tentang penerimaan negara bukan pajak,  yakni solusi tepat untuk mencabut Perda tersebut karena kontradiksi dari kesalahan hal yang diatur yang dilakukan Perda merupakan kewenangan Pusat.

Kemudian, Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kubar nomor 11 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Perubahan atas Perda Kabupaten Kubar No 34 tahun 2013 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah dimana Pemerintah Daerah mampu meningkatkan Pendapatan Asli daerah tanpa mengakibatkan ekonomi biaya tinggi bagi masyarakat.

Selanjutnya, Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah bahwa pengelolaan barang milik daerah perlu ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Diharapkan suatu pembahasan yang mendalam mengenai tanggung jawab mengelola barang milik daerah agar lebih berdaya dan berhasil guna bermanfaat secara keseluruhan.

Serta yang terkahir Raperda tentang Urusan Pemerintah yang menjadi kewenangan Kab Kubar,  bahwa penyelenggaraan Pemda diarahkan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, ujarnya. (hms 19)

Raperda Tersebut;

  1. Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah,
  2. Raperda Pencabutan atas Perda No 10 Tahun 2013 tentang penerimaan Daerah Bukan Pajak Di lingkungan Pemkab Kubar
  3. Perubahan Atas Perda Kabupaten Kubar Nomor 3 tahun 2001 tentang Bentuk dan tata cara penggunaan lambang daerah Kabuaten Kubar
  4. Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Kubar nomor 11 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah
  5. Urusan Pemerintah Yang menjadi kewenangan Kabupaten Kubar
  6. Pengendalian, pengawasan dan tata cara penerbitan ijin usaha terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol
  7.  Perubahan atas Perda No 6 tahun 2010 tentang penyelenggaran Administrasi Kependudukan
  8. Perubahan atas Perda Kabupaten Kubar No 34 tahun 2013 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
25 Anggota SAR Diberikan Pelatihan Lanjutan

25 Anggota SAR Diberikan Pelatihan Lanjutan

SENDAWAR- Sebanyak 25 anggota Search And Rescue (SAR) Kabupaten Kutai Barat diberikan Pelatihan Unit Reaksi Cepat (URC)  lanjutan. Pembukaan yang langsung di buka oleh Asssiten I ( Pemerintahan, Hukum dan Kesra), Silas Sinar mewKB-29-Sematkan Tanda Pesertaakili Bupati Kutai Barat, FX Yapan, pelaksanaan tersebut di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Melak, Senin (28/8).

Dalam sambutan Bupati Kutai Barat, FX Yapan yang disampaikan Assisten I, Silas Sinar menyampaikan agar, kedepan kegiatan pembekalan lanjutan ini dapat membawa optimalisasi fungsi dari URC SAR Kutai Barat. Untuk menilik potensi bencana di Kabupaten Kubar dipengaruhi oleh kondisi geografis, yang dikelilingi oleh hutan dan sungai serta jumlah penduduk mencapai 169. 621 jiwa, dimana dapat optimalisasi potensi pemanfaatan alam yang berlebihan bahkan tak jarang kurangnya pemahaman akan pentingnya ekosistem alam yang dapat mendorong pengrusakan alam yang disebabkan oleh manusia, ujarnya.

Kepada para URC SAR Kubar dimana keterlibatan bukan hanya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri sebagai makhluk sosial namun lebih pada pengupayaan diri menjadikan hidup lebih berarti. Anggota URC SAR Kubar agar dapat memberikan bakti diri dengan terus meningkatkan mutu dan kualitas kinerja serta produktifitas, berbakti dan mengabdi harus terus diteguhkan, pintanya. Untuk Perangkat Daerah yang terkait yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) perlu diberikan pemahaman melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan untuk mengetahui langkah awal apabila didaerahnya terjadi bencana. Sebab jika terjadi bencana tidaklah mungkin 25 anggota URC SAR ini bisa mengatasi sendiri, ujarnya.

Saya yakin sinergritas dan kerjasama seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan sehingga perlu digiatkan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol, Hermanuddin melalui Kepala Bidang, Ketahanan, Sosial, Ekonomi,  J T Lavau menambahkan kegiatan URC SAR meliput usaha dalam kegiatan mencari, menolong dan meyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau dikawatirkan menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, penerbangan atau bencana dan musibah lainnya. “ Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari,  dengan instruktur atau nara sumber dari Kantor Badan SAR Balikpapan oleh Mardi Sinaturi, Anggota TNI AU Perwakilan BPP Kubar oleh Letda Sus Heru Prasetio. Peserta 25 anggota URC SAR Kubar yang terdiri dari berbagai lingkup Kubar dan beberapa masyarakat umum,” jelasnya.

Adapun metode pendidikan dan pelatihan  yang diberikan teknik pertolongan di darat,kompas, refling, teknik evakuasi korban. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pembekalan, pengetahuan lanjutan dan keterampilan bagi anggota URS SAR, Sehingga mampu mengevaluasi melalui pencarian dan pertolongan kepada korban yang mengalami musibah, tuturnya. Turut Hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kubar, H Muhammad, Kepala Perwakilan TNI AU Kubar Letda Sus Heru Prasetio.  (hms 19)

Kain Sarut Khas Kubar

Kain Sarut Khas Kubar

SENDAWAR-Kubar bukan saja kabupaten yang memiliki objek wisata yang indah dan budaya yang beragam. Tetapi juga, kaya dengan kreativitas kerajinan yang tidak pernah ada habisnya.

Selain kerajinan kain tenun doyo, badong dan tumpar yang sudah dikenal. Kubar juga memiliki kerajinan sarut (menjahit), yang tidak kalah menariknya dan memiliki keanggunan motif dan warna-warna yang indah. Inilah yang menjadi kekhasan kerajinan sarut.

Kerajinan sarut etnis dayak Benuaq ini, telah dikenal di Kubar dan diturunkan secara turun menurun dari nenek moyang sejak ratusan silam yang lalu. Hasil tenun ini sangat dikagumi, karena dikerjakan dengan penuh keterampilan, ketekunan dan kesabaran.

Inilah yang telah dilakoni Hamsiah (30), salah satu pengrajin sarut asal Kampung Bomboy Kecamatan Damai. Kerajinan sarut ini, dianggap mampu menjadi perekat sosial dan identitas diri bagi masyarakatnya,”kata Hamsiah, di stand pameran Dekranasda Kubar, pada pameran Expo Kaltim di Convention Hall Samarinda, Sabtu (26/8).

Mulai belajar kerajinan sarut atas kemauan sendiri dan diajari ibu mertua bernama Renten, yang juga seorang pengrajin sarut. Mulai belajar, awal 2015 lalu. Selama 2 tahun, empat stel pakaian yang sudah dikerjakan. “Untuk pemasaran di wilayah Kecamatan Damai dan Barong Tongkok,”terang Hamsiah yang juga bekerja menjadi tutor di pusat pengembangan anak di Kampung Mencimai Kecamatan Barong Tongkok.

Penyelesaian kerajinan sarut ini lumayan lama, karena mengerjakannya dengan tradisional yakni dengan menjahit secara manual. Untuk satu stel pakaian, selesainya sekitar 2 bulan. Adapun harganya bervariasi tergantung motif terdiri topi antara Rp 200 sampai Rp 400 ribu. Selendang sarut, Rp 750 juta. Baju sarut sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta dan Ulap sarut antara Rp 3 juta sampai 5 juta. “Motif sarut ini diantaranya, motif tingang, sengkoit dan benang,”rincinya.

Dia mengimbau kepada generasi muda agar terus melestarikan kebudayaan masing-masing. Jangan pernah malu, terhadap budaya sendiri. (hms6)

Pandangan Umum DPRD Terhadap RAPBDP Tahun Anggaran 2017

Pandangan Umum DPRD Terhadap RAPBDP Tahun Anggaran 2017

SENDAWAR(30/8) Rapat Paripurna XVIII Masa Sidang II Tahun 2017 mengenai Pandangan Umum Fraksi  Terhadap Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat Paul Vius dan dihadiri sebanyak 15 Anggota DPRD.

Fraksi PDIP yang pandangan umumnya dibacakan oleh Sri Upami memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Daerah yang telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan  nyata terhadap peningkatan taraf kehidupan  dan kesejahteraan  masyarakat di Kabupaten Kutai Barat. Selanjutnya fraksi ini memberikan masukan agar Pengeluaran Pembiayaan Daerah diberikan penjelasan dan uraian lebih lanjut”, katanya.

Selanjutnya Fraksi Amanat Gerakan Kebangsaan Karya ( PAN, Gerindra, PKB dan Golkar) memberikan pandangan umum “ kiranya  dalam melakukan perubahan ABPD  harus terus memperhatikan asas, fungsi serta prinsip dan fungsi otorisasi, perencanaan, , pengawasan, alokasi dan distribusi,  keuangan daerah harus terus dikelola secara tertib, efisiensi, ekonomis, efektif, transparan, dan akuntabel dengan berkeadilan serta taat asas guna pemerataan dan manfaat secara optimal bagi masyarakat Kubar. “beberapa catatan yang merupakan masukkan dari kami yang bersifat konstruktif ini kami harapkan dapat menjadi perhatian sehingga kedepannya lebih baik”, pungkas fraksi ini yang disampaikan oleh Mulyadi Efendi.

Kemudian pandangan umum dari Fraksi Gabungan Hanura, PKS dan Demokrat yang dibacakan oleh Anselmus Tatang menyebutkan bahwa Pemda  sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan   rakyat oleh karena itu Fraksi Gabungan Demokrat-Hanura-Keadilan Sejahtera pada prinsipnya mensupport penyusunan perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 tetapi perlu dilakukan penataan prioritas program yang benar-benar urgent dalam rangka penyelarasan anggaran yang sepadan dengan keuangan daerah untuk meningkatkan semangat dasar dan mengangkat konsep  yang dapat mendorong kearah pencapaian Visi Kutai Barat dengan suatu langkah tepat pelaksanaan misi berbasis kinerja yang berkarater. “semoga usulan ini dapat diperhatikan dan dilaksanakan demi kemajuan dan kesejahrteraan kita bersama di Kabupaten Kutai Barat”, imbuhnya.(hms11)

Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017

SENDAWAR – Bupati Kubar FX Yapan SH menyampaikan Enam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017, dalam Rapat Paripurna XVI Masa Sidang II Tahun 2017 yang diterima langsung oleh Wakil Ketua I Paul Vius di Rung Sidang Utama Kantor Dewan, Senin (28/8). Turut hadir Sekretaris Daerah, Assiten II dan III, Perwakilan TNI AU, Polres, Dandim 0912, Pengadilan dan Kejaksaan.

Bupati menjelaskan Perubahan proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah yang dijadikan sebagai dasar penyusunan dalam rangka perubahan struktur APBD, maupun prioritas program serta plafon anggaran menurut urusan pemerintah. Perubahan ini dijabarkan lebih lanjut kedalam perubahan rencana kerja anggaran (RKA-P) pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dengan mengacu kepada kesepakatan kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Program dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD TA 2017 yang telah tetapkan dan ditandatangani bersama dalam Nota Kesepakatan Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Daerah pada 15 Agustus 2017.

Selanjutnya untuk menjelaskan rencana perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 ini secara komprehensif dan sistematis, maka secara garis besar disampaikan uraian enam bagian penting. Pertama Evaluasi terhadap pelaksanaan pada belanja tidak langsung dan belanja langsung APBD Tahun Anggaran 2017, keadaan sampai akhir bulan Juli 2017. Kedua Proyeksi penerimaan daerah tahun anggaran 2017 sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2016 tentang Rincian APBN Tahun 2017 dan perkiraan penerimaan sampai dengan bulan Desember 2017. Ketiga Analisis terhadap penerimaan tersebut meliputi bagian penerimaan yang secara realitas dan optimis dapat dicapai sampai dengan bulan Desember 2017.

Bupati menambahkan, keempat peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2016 tentang rincian anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017. Kelima perubahan Peraturan Bupati Nomor 5 Tentang Penjabaran APBD TA 2017 terkait dengan perubahan hutang kepada pihak ketiga yang belum terbayar dalam APBD TA 2016. Dan ke Enam Kriteria yang dapat dipakai untuk menilai program dan kegiatan-kegiatan prioritas dan urgen yang perlu dibayar sampai dengan akhir tahun 2017.

Berkenaan dengan evaluasi pelaksanaan belanja tidak langsung dan belanja langsung anggaran 2017 sampai dengan bulan Juli 2017 secara umum dapat dijelaskan. Secara khusus keseluruhan belanja tidak langsung dari target anggaran yang ditetapkan terealisasi sebesar 45,17 persen. Selanjutnya belanja langsung dari target anggaran yang ditetapkan sampai dengan bulan Juli 2017 terealisasi 27,30 persen dengan realisasi fisik 45,34 persen yang tersebar untuk membiayai program dan kegiatan pembangunan.

Bupati juga menguraikan perkiraan perubahan penerimaan pendapatan daerah APBD TA 2017 yang komponennya didominasi oleh dana perimbangan, yaitu dari sektor bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam dan lain-lain pendapatan yang sah.(hms10)

Kunjungan Finalis Putra- Putri Duta Wisata Kubar 2017

Kunjungan Finalis Putra- Putri Duta Wisata Kubar 2017

SENDAWAR- Delapan Besar Putera-Puteri Finalis Pemilihan Duta Wisata Kabupaten 2017 berkunjung untuk bersilahturahmi ke Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Barat. Kunjungan silahturahmi tersebut dalam rangka bertemu dengan Bupati Kutai Barat, FX Yapan dan Ketua TP PKK Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan, di Ruang Kerja Bupati, lantai III Kantor Bupati Kubar, Kamis (24/8) siang. Tidak hanya itu, tepatnya sehari sebelumnya para Finalis tersebut juga telah bersilaturahmi ke SekretariKB-25- Finalis Putri Duta Wisatas Kabupaten (Sekkab) Kubar, Yacob Tullur, Rabu (23/8) sore.

Bupati Kutai Barat, FX Yapan mengungkapkan sangat menyambut baik kedatangan para finalis ini. Kedepan agar kegiatan pemilihan finalis Putra-Putri Duta Wisata ini dapat dilaksanakan di awal-awal tahun. Kenapa demikian, nantinya para finalis yang terpilih jika dikirim ke ajang di Tingkat Propinsi memiliki waktu persiapan yang matang dan panjang. Sehingga mendapatkan bekal dan menguasai ke pariwisataan di Kubar. Seperti mengusai bahasa, budaya dan wisata, pinta Bupati.

Sebagaimana diketahui, lanjut Bupati untuk Kubar yang tersedia wisata budaya dan wisata alam, bahkan visi dan misi Kabupaten Kubar. Serta menguasai bahasa asing yang juga terpenting diperhatikan. Sehingga bisa bersaing dengan wakil-wakil dari daerah lain, pesan Bupati. “ Kedepan akan persiapkan lebih matang, untuk dapat menjaring finalis-finalis wakil Kubar yang dapat membanggakan Kubar khususnya serta sekaligus mempromosikan kepariwisataan Kutai Barat agar lebih dikenal. Adapun obyek-obyek wisata diantaranya, berbagai lamin, jantur atau air terjun, tari-tarian, anggrek hitam, obyek wisata yag lagi digandrungi seperti obyek wisata gunung es  dan lain sebagainya,” tutur Bupati.

Ketua TP KK Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan mengatakan para finalis yang ikut ini benar-benar menunjukkan segala potensi yang dimiliki. Sebagai duta wisata, berharap para finalis harus menguasai khususnya kebudayaan yang ada di Kubar. Apakah itu tentang Pariwisatanya, kekayaan alam budayanya. Sebab nantinya para finalis ini akan mempromosikan Pariwisata, kebudayaan yang menjadi kekayaan dari daerah Kubar. Serta dapat membawa KB-25- Silahturahmi Sekkab KubarKubar agar bisa lebih dikenal lagi di luar Kubar bahkan di belahan dunia,pinta Yayuk.

“ Tidak hanya itu para Finalis Putra-Putri Duta Wisata ini, kedepan dapat bersaing, bukan hanya menilai dari kecantikan saja, tetapi juga ilmu pengetahuan, wawasan, etika, sopan santun yang dimiliki para finalis ini. Jangan lupa yang terpenting para finalis dapat menguasai bahasa asing, sebab nantinya dalam mempromosikan Kutai Barat bukan hanya lokal Indonesia saja, namun juga akan bertemu dengan berbagai orang dari berbagai bangsa dan Negara, serta menguasai dengan baik daerah Kutai Barat ini,” ujar Yayuk.

Jangan sampai juga para finalis ini sama sekali tidak mengerti apa yang dipromosikan. Sebab, menjadi Duta juga harus siap dalam membantu mewakili untuk mempromosikan Kubar ini. Berusahalah semaksimal mungkin dan menjadi contoh bagi generasi Putra-Putri di Kubar. Jangan sekali-sekali menyentuh yang namanya  Narkoba, jauhilah sebab dapat merusak masa depan generasi. Berharap berperilaku dan bersikap yang baik, sehingga dapat menjadi Duta Pariwisata yang terbaik. Semangat untuk dapat bersaing dengan baik, Imbau Yayuk.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kubar, Yacob Tullur menambahkan sebagai Duta Wisata harus mengusai benar-benar wilayah Kubar baik kepariwisataannya, kekayaan budaya, hingga keragaman yang ada di Kubar. Tunjukanlah kapasitas kalian sebagai duta wisata, namun jangan menjadi sombong, pinta Yacob.

“ Pahami dengan benar akan keragaman budaya yang ada di Kubar. Berilah contoh bagi generasi- genarasi muda. Sebagai Finalis Duta Wisata akan melekat pada diri kalian hingga dewasa, maka kedepannya jika berkarir di luar Kubar, tunjukkanlah bahwa Kutai Barat merupakan wilayah yang sangat berpotensi akan nilai-nilai budaya, wisata hingga keragamannya, ” terangnya.

Diketahui, finalis Putra-Putri mulai dari usia 17- 24 tahun mendampingi dalam silahturahmi tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata, Herman Alung melalui Kepala Bidang Pengembangan Karya Seni dan Budaya, Murdianto, Kepala Seksi Fasilitasi Seni Pertunjukkan, Yacobus serta pendamping dari Kepantiaan Pemilihan Putra-Putri Duta Wisata Kubar 2017, Albert Yahya. (hms 19)

Gotong Royong

Gotong Royong

SENDAWAR – Bupati Kubar FX Yapan SH mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan cara melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Bupati kepada para Petinggi, Ketua RT dan masyarakat ketika melakukan peninjauan langsung pembangunan insfrastrukur yang mengunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun anggaran 2017 di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Barong Tongkok, Sekolaq Darat dan Kecamatan Damai, Rabu (23/8). Lebih lanjut Bupati mengimbau kepada Petinggi, RT dan seluruh elemen masyarakat unuk membuatkan jadwal paling tidak satu bulan satu kali melakukan gotong royong disetiap kampung. “Saya harapkan kedepan tidak ada lagi parit-parit yang buntu, oleh sebab itu melalui RT masing-masih harus mengerakkan warganya untuk bergotong royong paling tidak masyarakat bertanggung jawab membersihkan lingkungan dan pekarangan disekitar ruKb-25-Gotong Royong (3)mahnya masing-masing, apa bila sudah bertanggung jawab membersihkan masing-masing sudah pasti lingkungan bersih,” terang Bupati. Pemerintah sudah membangun jalan dengan parit, tugas masyarakat memelihara fasilitas tersebut dengan cara merawat dan membersihkannya. “Sebenarnya masyarakat  sangat mudah di bawa bergotong royong asalkan ada yang mengerakkannya, oleh sebab itu Petinggi dan ketua RT bertanggung jawab untuk menggerakan masyarakatnya masih-masing untuk melaksanakan kegiatan gotong royong dalam wilayah masing-masing,” kata Bupati. Begitu juga menjelaskan terutama Kecamatan dan kampung-kampung yang masuk dalam wilayah Ibu Kota Kabupaten diharapkan sepanjang jalan dalam wilayah kampung masing-masih bisa dibersihkan, karena wilayah Ibu Kota Kabupaten menjadi contoh bagi Kecamatan dan Kampung lainnya. Selain jalan protokol, jalan-jalan ke kebun juga harus dibersihkan.”Setiap warga masyarakat pulang dari kebun atau ladang diharapkan menyempatkan waktu 5-10 menit untuk membersihkan jalan kebunnya, jika setiap hari dilakukan seperti pembersihan sudah pasti jalan menuju kebun bersih, dan anggap saja kegiatan tersebut  sebagai olahraga,” ajak Bupati. Sekali lagi para ketua RT diharapkan bisa membawa warganya membersihkan lingkungannya masing-masing untuk membantu Pemerintah Kabupaten, karena jika hanya Bupati sendiri membangun Kubar ini tentu saja tidak bisa oleh sebab itu perlu dukungan dan peran serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama kita membangun Kubar yang kita cintai ini menuju Hari Esok Lebih Baik Dari Pada Hari Ini.(hms10)  
Bupati Tinjau pembangunan Infrastrukur Menggunakan DD dan ADK

Bupati Tinjau pembangunan Infrastrukur Menggunakan DD dan ADK

SENDAWAR –  Bupati Kubar FX Yapan SH bersama kepala Inspektorat dan Kepala DPMK melakukan peninjauan langsung di tiga Kecamatan Barong Tongkok di Kampung Sumbersari, Kecamatan Sekolaq Darat di Kampung Joleq, dan di Kecamatan Damai Kampung Jengan Danum dan Kampung Lumpat Dahuq untuk melihat secara langsung pembangunan infrastruktur seperti pembukaan badan jalan, semenisaKB-24-Tinjau (2)si jalan dan rumah jagal hewan yang menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017, Rabu (23/8).

Dalam kesempatan tersebut Bupati menuturkan, sesuai Moto Kubar Hari Esok Lebih Baik Dari Pada Hari Ini tentu berharap kepada seluruh aparatur Kampung melaksanakan kegiatan mengunakan DD sesuai aturan dan tahapan. Karena prinsip kita berbuat baik belum tentu benar, oleh sebab itu jika kita berbuat sesuai aturan sudah pasti benar.

Bupati juga menjelaskan DD maupan Alokasi Dana Kampung (ADK) bukanlah proyek. Karena hal tersebut bukan proyek sehingga tidak ada keuntungan ini merupakan swakelola, oleh sebab itu dana tersebut tidak dilelang, jika proyek tentu dilelang namun untuk DD dan ADK bukan proyek itulah yang harus dipahamai terlebih dahulu oleh para aparat kampung.

Selanjutnya Bupati mengingatkan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) jangan menjadi dasar. “Satu contoh dalam RAB harga pasir Rp 100 ribu namun harga riil yang kita beli Rp 80 ribu jika dibuat dalam laporan Rp 100 ribu hal tersebut akan menjadi temuan, oleh sebab itu laporan harus harga riil Rp 80 ribu sehingga sehingga sisa Rp 20 ribu dikembalikan ke kas atau untuk pembangunan infrasrukur lainnya. “Saat ini kita harus berhati-hati karena pengawasan langsung dari Pusat, Provinsi, Kabupaten dan ada juga pendamping dari KB-24-Tinjau (3)Pusat karena saat ini merupakan jaman tranparansi/terbuka, sekali lagi Bupati tidak ada intervensi dalam pengelolaan DD dan ADK, dimana Bupati hanya menghimbau kepada seluruh aparat Kampung agar melaksankan sesuai koridor dan ketentuan yang berlaku, siapa yang tidak mau ikut aturan dia sendiri yang siap bertanggung jawab, karena dari awal tidak ada intervensi Bupati dan selaku Bupati saya selalu mengingatkan para aparat kampung,” terang Bupati.

Bupati juga yakin dengan adanya pendampingan langsung dari Pusat pengelolaan dana tersebut akan lebih baik, begitu juga kita yakin masyarakat Kampung punya niat yang tulus dan komitmen, serta tekat untuk membangun kampungnya sendiri.

 “Untuk kegiatan diharapkan bisa tertata dan terdata, saat ini kita sudah dua tahun meraih Opini WTP dari BPK, saya merasa bangga namun belum sepenuhnya puas dalam artian kita harus pertahankan agar kedepan sesuai Moto Kubar Hari Esok Lebih Baik Dari Hari Ini, dimana WTP tidak ada lagi catatan. Itu semua sebagai tanggung jawab moral kita, sepanjang hayat dikandung badan harus ada inovasi dan motivasi, sekali lagi perlu komunikasi dan koordinasi, mulai dari tingkat Kabupaten sampai ke Kampung, karena Bupati tidak mampu membangun Kubar dengan kekuatan sendiri jika tidak dibantu seluruh elemen masyarakat,” tegas Bupati.

Bupati juga tidak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan dan bahu membahu dalam membangun Kubar, salah satu caranya dengan komunikasi sehingga dalam membangun kita bisa seiring sejalan dengan mengutamakan asas gotong royong.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Inspektorat juga mengingatkan kepada seluruh petinggi dan aparatur kampung, seiring dengan alokasi anggaran ke Kampung yang semakin besar tentu resikonya juga besar, oleh sebab itu jika dalam penggunaaannya tidak sesuai aturan  tentu akan berdampak baik kualitas pekerjaan maupun masalah hukum. Inspektorat terus melakukan fungsinya untuk memberikan keyakinan dan konsultatif, sebagai langkah antisipasi/pencegahan namun hal tersebut perlu peran serta masyarakat untuk membantu mengawasi secara langsung. Sekali lagi diingatkan Masyarakat jangan pernah coba-coba menyalahgunakan anggaran, hal tersebut tentu akan menjadi permasalahan di kemudian hari.(hms10)

Jamaah Haji Kubar Sudah Laksanakan ‘Dam Nusuk’

Jamaah Haji Kubar Sudah Laksanakan ‘Dam Nusuk’

MAKKAH- Jamaah Haji asal Kabupaten Kutai Barat telah menyelesaikan ‘Dam Nusuk’ dengan penyembelihan hewan kurban. Penyembelihan Hewan kurban berupa kambing untuk masing-masing jamaah, Minggu (20/8) yang lalu.

Hal ini diungkapkan Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang juga berasal dari Kabupaten Kutai Barat saat dihubungi melalui pesan singkat, H Achmad Syofian.

Dijelaskannya,  pembayaran ‘Dam Nusuk ini wajib bagi seluruh jamaah haji yang mengambil Haji Tamatu bagi Jemaah Haji Kubar yang tergabung dalam kloter IV Embarkasi Balikpapan. Haji Tamatu artinya mendahulukan umrah wajib baru haji,selaku Petugas TPIHI hanya mengkoordinasikan dan memfasilitasi terhadap pembayaran ‘Dam Nusuk’  yang ingin dilaksanakan oleh masing-masing jamaah haji.

“ Dari 100 Jamaah Haji Kubar hanya 86 orang yang difasilitasi melalui Muthoyyib atau Mukkimin yang ada di Mekkah. Sedangkan sisanya 14 jamaah haji pelaksanaannya ingin sendiri dan keluarganya yang ada di Mekkah,” jelasnya.

Selain dilokasi pemotongan hewan Jamaah Haji juga diajak ziarah ke lokasi yang bersejarah, seperti Al-Jabar Tsur yang merupakan tempat persembunyian nabi ketika dikejar Kafir Quraish, kemudian Jabal Rahmah tempat pertemuan Nabi Adam AS dan istrinya Hawa. Selanjutnya ke Goa Hura yakni tempat Nabi menerima wahyu. Selain itu, juga melihat langsung lokasi Arafah tempat wukuf, Mina dan Jamarat yang merupakan lokasi pelontaran Jamarat. Tampak semangat para Jamaah dari yang muda hingga yang usia lanjut.

Saat ini sedang mempersiapkan menghadapi Pra Armina, dimana TPHI,TPIHI dan TKHI

Melaksanakan kegiatan bimbingan ibadah dan penyuluhan kesehatan, bebernya. (hms19)

2.700 Penari Gantar Pecahkan Rekor MURI

2.700 Penari Gantar Pecahkan Rekor MURI

SENDAWAR – Untuk kedua kalinya, Kabupaten Kutai Barat memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), dimana tahun 2016 berhasil memecahkan rekor peserta terbanyak mengenakan pakaian adat ulap doyo dalam HUT Kutai Barat yang ke 17.

Rekor MURI yang dipecahkan kali ini dengan menampilkan 2.700 anak usia dini mengenakan baju adat Dayak Tonyoi dan Benuaq sambil menari tarian Gantar, dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di lapangan Taman Budaya Sendawar (TBS), Kota Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (22/8).

Anak usia dini ini berasal dari 85 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 19 Kecamatan se Kabupaten Kutai Barat dibawah binaan Bunda PAUD Kabupaten Yayuk Seri Rahayu Yapan, yang juga isteri Bupati Kutai Barat FX Yapan.

Satu jam sebelum acara dimulai pukul 08.00 wita, 2.700 anak usia dini satu persatu mulai berkumpul memenuhi lapangan Taman Budaya Sendawar (TBS) dengan didampingi orang tua dan guru PAUD.

Tepat pukul 08.00 wita acara dimulai dengan laporan ketua panitia HAN Ampeng yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kutai Barat, kemudian dilanjutkan sambutan dari Bunda PAUD Kabupaten Kutai Barat Yayuk Seri Rahayu Yapan dan ditutup oleh sambutan Bupati Kutai Barat FX Yapan.

Lalu kemudian masuk pada acara inti, dimana 2.700 anak usia dini yang mengenakan pakaian adat dayak Tonyoi Benuaq membentuk barisan sambil memegang sepotong kayu yang dihiasi pita warna warni.

Para peserta menghadap tribun untuk menari tarian gantar dibawah instruktur penari gantar yang telah berdiri di atas panggung. Dibawah komando alat musik tradisionil anak usia dini mulai menari tarian gantar selama 10 menit.

Seusai tampil tarian gantar dilanjutkan dengan pemberian piagam rekor MURI oleh Manajer MURI Aryani Siregar dan Deputi Manajer MURI Yuli Astuti kepada Bupati Kutai Barat FX Yapan dan Bunda PAUD Kabupaten Yayuk Seri Rahayu Yapan. Acara ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kubar H. Edyanto Arkan, Sekda Kubar Yacob Tulur dan seluruh masyarakat Kutai Barat yang memenuhi lapangan Taman Budaya Sendawar.

Kemudian dilanjutkan penyerahan bibit sayur kepada unsur pimpinan daerah, kepala SKPD dan masyarakat Kubar oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan. Lalu dilanjutkan dengan pemberian sertifikat akreditasi lembaga PAUD. Penghargaan peserta terbanyak tari gantar, penghargaan kepada Bankaltim sebagai bank yang memiliki tabungan simpanan pelajar terbanyak se Kaltim.

Penghargaan kepada donatur 1.000 anak tari gantar dalam rangka Hari Anak Nasional. Penyerahan penerima tabungan simpanan pelajar dari Bankaltim dan penyerahan penghargaan kepada lembaga yang berpartisipasi pada tari gantar. (advertorial/NAW)