Sidang Paripurna LKPJ TA 2016

Sidang Paripurna LKPJ TA 2016

SENDAWAR – Bupati Kubar FX Yapan SH menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2016 dalam rapat paripurna VIII masa sidang I tahun 2017 yang diterima langsung Wakil ketua I DPRD Kubar Paul Vius. Rapat paripurna tersebut diselenggarakan di ruang sidang utama kantor DPRD Kubar, Senin (27/3).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan sesuai ketentuan Undang-Undang No 23 tahun 2014, tentang pemerintah daerah dan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2007 tentang laporan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada pemerintah. LKPJ kepala daerah kepada DPRD dan Laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) kepada masyarakat, maka Pemda berkewajiban menyampaikan LKPJ DPRD. Kemudian berdasarkan ketentuan pasal 17 Ayat 1 PP Nomor 3 tahun 2007 tersebut, bahwa LKPJ akhir TA disampaikan kepada DPRD paling lambat tiga bulan setelah anggaran berakhir.

Bupati memaparkan, bagian pertama Nota Pengantar LKPJ tentang kebijakan umum, dan tentang capaian indikator makro pembangunan daerah, merupakan kerangka perencanaan kinerja pembangunan yang mengarah kepada Visi Kabupaten Kutai Barat tahun 2016-2021 Terwujudnya Kutai Barat Yang Masyarakatnya Semakin Sehat, Produktif, Dan Sejahtera Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan dan untuk mewujudkan Visi tersebut maka Misi pembangunan digariskan dalam RPJMD 2016-2021.

Pertama meningkatkan infrastruktur diseluruh kecamatan dan kampung. Kedua meningkatkan kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, peran perempuan, kesejahteraan sosial, agama, pemudan dan olahraga serta masyarakat adat. Tiga menanggulangi kemiskinan untuk kesejahteraan masyarakat lokal. Empat menyelenggarakan sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih serta memelihara hubungan yang harmonis antar eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Selanjutnya kelima,memelihara hubungan antar umat beragama, suku dan golongan,  yang tentram harmonis dan damai. Keenam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan PAD. Ketujuh mengelola dan memberdayakan SDA berbasis pelestarian lingkungan hidup dan agroforestry yang berkelanjutan. Dan kedelapan mengembangkan lembaga riset lokal dalam rangka penelitian, dan pemberdayaan kebudayaan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bupati juga menjelaskan, bertitik tolak pada Visi dan Misi 2016-2021 harus sesuai kesepakatan Pemerintah dengan DPRD  yang tertuang dalam RPJMD 2011-2016 telah ditetapkan tujuan pembangunan, yakni pembangunan infrastruktur yang mendukung kesejahteraan masyarakat lokal. Peningkatan kualitas dan cakupan layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Peningkatan ekonomi kerakyatan berbasis kampung. Penanggulangan kemiskinan. Reformasi birokrasi dan pelayanan publik, serta pelestarian lingkungan hidup.(hms10)

 
Rapat Koordinasi Persiapan Pemilihan Kepala Kampung Serentak Di Kubar

Rapat Koordinasi Persiapan Pemilihan Kepala Kampung Serentak Di Kubar

SENDAWAR – Sebanyak 100 kampung di 15 Kecamatan akan mengikuti Pemilihan kepala kampung (Pilkam) serentak pada 30 Maret 2017. Pada Pilkam serentak besok Bupati FX Yapan SH bersama Kapolres Kubar akan turun langsung ke lapangan untuk memantau proses Pilkam. Hal tersebut dikatakan Bupati ketika memimpin rapat koordinasi bersama Kapolres Kubar, Sekretaris Kabupaten, para Asisten dan kepala SKPD, serta Ketua KPUD Kubar dan 16 Camat se Kubar terkait persiapan pengamanan Pilkam serentak yang dilaksanakan diruang Diklat lantai III kantor Bupati, Senin sore (27/3).

Bupati memaparkan tahapan Pilkam serentak tahun 2017 sudah dimulai sejak februari lalu sesuai edaran tahapan yang sudah disampaikan ke kampung dan kecamatan. Dan untuk diketahui, dari 100 kampung yang mengikuti tahapan ada beberapa kampung yang dalam penetapan calon disanggah, dan untuk penyelesaian permasalahannya sudah difasilitasi oleh pihak Kecamatan dan Tim dari Kabupaten.

Bupati juga menegaskan bagi kampung yang terdapat calon secara administrasi tidak lengkap/bermaslah maka calon tersebut jangan dipaksakan ikut dalam pencalonan. Berkaitan dengan Pilkam ada sekitar 20 persen terindikasi rawan konflik, oleh sebab itu anggota kepolisian dan Brimob disiagakan di kampung-kampung rawan konflik. Sekali lagi para Camat diharapkan terus memonitor kampung yang ada didalam wilayah kerja masing-masing, dengan harapkan Pilkam serentak ini tidak terjadi konflik namun bisa berjalan sukses dan aman.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Kubar menjelaskan, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati, terkait Pilkam serentak tahun 2017, khususnya dalam hal pengamanan. Menurut pantauan dari pihak kepolisian ada beberapa daerah yang rentan konflik, oleh sebab itu Polres Kubar sudah membagi dalam 3 rayon. Yaitu untuk rayon 1 meliputi Polsek Melak, Barong, Long Iram, kemudian rayon 2 Polsek Damai, Siluq Ngurai, dan Jempang, sedangkan untuk rayon 3 Polsek Bongan, Muara Pahu dan Penyinggahan.

Kapolres juga mengharapkan kepada para camat agar bisa membantu pengamanan yang dilakukan pihak polres, karna keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Selain itu pihak polres sudah mensiagakan 2 anggotan kepolisian di TPS yang dianggap rawan konflik pada saat pemilihan, dengan pengamanan tersebut diharapkan pelaksanaan Pilkam  yang menjadi amanat undang-undang bisa berjalan sukses dan aman.(hms10)

 
Pemantauan Pemilihan Kepala Kampung Tahun 2017

Pemantauan Pemilihan Kepala Kampung Tahun 2017

SENDAWAR – Bupati Kubar FX Yapan SH memantau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkam) yang serentak diikuti 100 Kampung di 15 Kecamatan, dimana 1 kecamatan yankni Kecamatan Muara Lawa semua kampung tidak mengikuti Pilkam karena kampung-kampung di Kecamatan Muara Lawa sudah mengikuti Pilkam pada 2015 yang lalu. Pemantauan yang dilakukan Bupati di tiga kampung dalam wilayah Kecamatan Barong Tongkok yakni Kampung Ombau Asa, Kampung Engkuni Pasek dan Kampung Mencimai, Kamis (30/3).

Berdasarkan hasil pantaun langsung Bupati di tiga kampung tersebut, proses Pilkam semuanya berjalan aman dan lancar. Dimana disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah disiagakan dua orang petugas kepolisian 1 orang anggota TNI dan anggota Linmas.

Sebelumnya Bupati bersama Kapolres Kubar sudah melakukan rapat koordinasi terkait persiapan pengamanan pelaksanaan Pilkam. Berkaitan dengan Pilkam ada sekitar 20 persen terindikasi rawan konflik, oleh sebab itu anggota kepolisian dan Brimob disiagakan disetiap TPS serta di kampung-kampung rawan konflik. Sekali lagi para Camat diharapkan terus memonitor kampung yang ada didalam wilayah kerja masing-masing, dengan harapkan Pilkam serentak ini berjalan sukses dan aman, seperti pantauan langsung di tiga kampung semuanya berjalan dengan aman dan lancar.

Melalui Pilkam tentu harapannya terpilih pemimpin/kepala kampung yang dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta peningkatan pembangunan dan peningkatan ekonomi berbasis kampung. Sekali lagi diharapkan para Petinggi mampu menyukseskan Misi ke 7 Pembangunan yakni Pemberdayaan peran kampung, pemuda dan perempuan sebagai basis pembangunan masyarakat. Program yang mendukung misi meliputi urusan pemberdayaan masyarakat dan desa, program peranan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun kampung. Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Kampung. Program penataan administrasi pemerintahan kampung. pengembangan lembaga ekonomi perdesaan. Program peningkatan pendapatan masyarakat kampung melalui penerapan TTG dan optimalisasi pengelolaan SDA. Program pengembangan prasarana dan sarana perdesaan, serta program pengembangan dan keserasian kebijakan dan program pemberdayaan.(hms10)

Kutai Barat Kembangkan Qori dan Qoriah

Kutai Barat Kembangkan Qori dan Qoriah

SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen untuk mengembangkan Qori dan Qoriah yang ada di Kubar, dengan memaksimalkan potensi yang ada sehingga tidak mengambil Qori ataupun Qoriyah dari luar Kabupaten ataupun dari Propinsi lain. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan ditemui sesaat setelah menerima beberapa unsur dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kutai Barat, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pelaksana Untuk Kuota Haji di ruang kerjanya baru-baru ini.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), akan menjadi tuan rumah MTQ Ke-39 tahun 2017. Penetapan ini juga sesuai Surat Keputusan Gubernur Kaltim tentang Penetapan Penyelenggara MTQ Ke-39 tahun 2017, pelaksanaan tersebut dilaksanakan pada bulan Mei 2017 yang akan datang.

Wabup menuturkan, Kontingen Kabupaten Kutai Barat ikut ambil bagian dan mengikuti berbagai macam lomba. Adapun berbagai jenis lomba baik dari pembacaan Al-Qur’an, kaligrafi dan lain sebagainya. “ LPTQ Kab Kubar akan mengoptimalkan melakukan pembinaan yang intensif  didalam pembinaan Qori dan Qoriah Kabupaten Kutai Barat ditahun-tahun yang akan datang. Bagaimana bentuknya, minimal pembinaan dilaksanakan mulai dari tingkat Kecamatan, ataupun pendalaman dengan dibentuknya training center. Sehingga potensi yang ada dapat dipoles kembali bahkan dikembangkan, “bebernya.

Dengan adanya kesepakatan tidak mengambil dari luar akan menyambut baik dengan mengoptimalkan Qori dan Qoriah yang ada, pungkasnya.

Persiapan Kontingen Kubar, Wabup mengatakan sudah mulai dari sekarang. Dimana Qori dan Qoriah yang terpilih diambil dari pemenang pada kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten 2016 yang lalu.

“ Sekarang dipersiapkan berupa training center  serta akan diberikan pembinaan lebih lanjut secara intensif. Salah satunya menghadirkan Pembina dari luar Kabupaten yang berkompeten yang memiliki pengalaman di tingkat propinsi maupun tingkat nasional. Pembinaan tersebut berupa guru-guru mengaji yang telah memenuhi standar, sehingga peserta dapat meningkatkan potensi diri,” ” jelasnya.

Disinggung mengenai kendala, Wabup menuturkan diantaranya kurangnya Qori dan Qoriah kita yang berpeluang di Tingkat Nasional dan dapat ikut serta pada tingkat Nasional. Jangan putus asa akan hal tersebut. Mengharapkan juga adanya partisipasi seluruh lapisan masyarakat dan juga pihak-pihak lainnya, tutur Wabup lagi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kutai Barat, H Isnaini berharap ada perhatian yang besar seperti penganggaran dalam rangka intensifkan pembinaan Qori dan Qoriah di Kubar. “ Mudah-mudahan dengan dana ini bisa menopang potensi-potensi bagi peserta sehingga bisa memotivasi,”ujarnya.  (hms 19)

Kuota Haji Kubar Bertambah

Kuota Haji Kubar Bertambah

SENDAWAR- Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud  ke Indonesia beberapa waktu yang lalu rupanya berimbas positif untuk umat Islam di Kaltim dan Kutai Barat khususnya. Kuota jemaah haji seluruh negara mulai tahun ini kembali normal, setelah dalam empat tahun terakhir mengalami pemotongan sebesar 20% karena adanya renovasi Masjidil Haram.Pihak kerajaan menambah kuota haji tahun ini, sehingga Kuota Indonesia pun kembali menjadi 221.000 Jemaah Haji, dimana sebelumnya 168.800 Jemaah Haji.

Wakil Bupati Kutai Barat, selaku Koordinator Penyelenggaran Haji Daerah, H Edyanto Arkan ditemui saat menerima unsur dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kutai Barat, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pelaksana Untuk Kuota Haji di ruang kerjanya baru-baru ini. Wabup menuturkan, Kutai Barat mendapatkan tambahan kuota 2017 sebanyak 92 jemaah haji regular ditambah satu orang Petugas haji daerah atau TPH, sehingga menjadi 93 Jemaah Haji. Dimana sebelumnya kuota haji 2012 sebanyak 69 jemaah haji regular ditambah satu orang Petugas haji daerah atau TPHD.

Adapun, lanjut Wabup dari seluruh jumlah kuota 92 jemaah haji regular tersebut terdiri dari 86 jemaah haji regular ditambah satu orang Petugas haji daerah atau TPHD. Kemudian, Indonesia mendapatkan tambahan 10 ribu kuota haji yang dibagi seluruh Indonesia. Dari jatah 10 ribu tersebut Propinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mendapatkan sebanyak 193 kuota Jemaah haji regular. Sehingga, Kabupaten Kutai Barat mendapatkan jatah sebanyak 6 kuota jamaah haji. Dengan demikian, 86 jemaah haji regular ditambah satu orang Petugas haji daerah atau TPHD ditambah lagi 6 kuota tambahan. Mudah-mudahan tambahan tersebut terealisasi, tutur Wabup.

Dengan tambahan kuota ini, lanjutnya patut disyukuri sebab daftar tunggu menjadi diperpendek. Dimana sebelumnya daftar tunggu 16 tahun menjadi berkurang tiga tahun menjadi 13 tahun. Dan fasilitas yang dinikmati bagi Jamaah Haji Indonesia umumnya dan Kubar khususnya baik dari lokasi pemondokan, dan fasilitas lainnya dapat lebih ditingkatkan lagi.

“Kepada masyarakat untuk jangan lalai dan lebih mempersiapkan diri. Karena, mengingat daftar tunggu yang diperpendek waktu tunggunya. Sehingga, masyarakat lebih siap untuk melakukan persiapan-persiapan melaksanakan berbagai rangkaian haji. Seperti manasik haji, persiapan mental dan sebagainya. Mudah-mudahan semua terlaksana dan masyarakat Kubar bisa mempersiapkan diri,” imbau Wabup.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Kutai Barat, H Isnaini menambahkan untuk estimasi biaya hingga saat ini masih dalam proses pembahasan di DPRD RI Pusat bersama dengan Pemerintah untuk mencapai hal sepakat.

“ Dokumen Administrasi Petugas Ibadah Haji (DAPIH) atau estimasi biaya Kabupaten Kubar pada tahun 2016 yang lalu sekitar 37,5 juta. Mudah-mudahan tahun 2017 sudah ada kepastian dari estimasi biaya tersebut,” harapnya.  (hms 19)

Peresmian Pasar Kampung Sumber Sari Barong Tongkok

Peresmian Pasar Kampung Sumber Sari Barong Tongkok

SENDAWAR –  Sebanyak 94 dari 190 Kampung se Kubar sudah memiliki Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE  dalam acara peresmian Pasar Bumi Purai Sari, Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok, yang dikelola langsung oleh BUMK Bumi Mas Mandiri (BMM), Kamis (23/3). BUMK Bumi Mas Mandiri Kampung Sumber Sari selain mengelola pasar, juga mengelola Ruko, dan Pengolahan Sampah. Kedepan diharapkan BUMK juga bisa melihat peluang usaha lain untuk mengembangkan usaha, sepeti penyediaan beras dan sebagainya. Turut Hadir Anggota DPRD Kubar, Kepala Dinas Badan dan Kantor dilingkungan Pemkab Kubar, Perwakilan Dandim dan Polres Kubar serta Kepala Bankaltim.   Dalam kesempatan tersebut Wabup menuturkan Kampung Sumber Sari merupakan salah satu kampung yang sudah menunjukan geliat yang cukup bagus, kita harapkan kampung-kampung lain yang sudah memilki BUMK dapat mengembangkan diri dari potensi-potensi yang ada, seperti di sumber sari. Sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga bisa diolah untuk mendatangkan berkah. Untuk itu kita pantas memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pengurus kampung dalam pengelolaan sampah. Namun saya berharap tidak hanya terhenti pada kegiatan ini saja, hendaknya kedepan muncul kegiatan baru.
Wabup H Edyanto Arkan Menyiramkan Air Kembang Sebagai Tanada Peresmian Pemakaian Mobil Pengangkut Sampah
“Di kampung Sumber Sari misalnya memiliki 400 KK  pasti membutuhkan beras, karena tidak semua masyarakat menanam padi dan menghasilkan beras untuk dikonsusmsi, dan pasti masyarakat membeli beras. Kebutuhan akan beras tersebut dapat menjadi peluang bagi BUMK, dengan membeli beras secara partai/besar disumber penghasil beras seperti di Kecamatan Bongan dan Long Iram, kemudian dijual kepada masyarakat dalam bentuk kemasan ataupun eceran. Selanjutnya penggunaan listrik yang membayar ke loket yang jauh, BUMK juga bisa mengambil jasa tersebut sesuai kesepakatan dengan masyarakat, ini juga bentuk yang bisa dikembangkan,” kata Wabup. Pemkab Kubar juKB-24-Peresmian (3)ga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta  Dinas terkait, perusahaan dan Bank Kaltim yang telah melakukan kerjasama dan pendampingan kepada Kampung Sumber Sari. “Kedepan diharapkan kepala DPMK bisa melakukan pendampingan kepada BUMK-BUMK yang lainnya, yaitu tidak hanya mengandalkan APBD tetapi bisa mengembangkan dengan kegiatan masyarakat, saya yakin kegiatan di kampung Sumber Sari bisa dicontoh kampung yang lain, karena pelaksana dan pengelola BUMK yang ada disini tidak memiliki ilmu pendidikan yang tinggi tetapi dengan kemauan dan kerja keras yang tinggi  mereka bisa berhasil,” terang Wabup. Untuk sukses, pertama harus mau kerja keras,  dan siap bekerja sama dengan pihak lain itu yang harus dipertahankan. Selanjutnya penampilan yang baik harus diperhatikan, karena untuk sukses penampilan harus baik begitu juga dalam usaha, dan tempat yang sudah strategis disekitar lokasi yang ramai dan dekat jalan raya ini merupakan tampilan yang baik. Serta perlu didukung dengan keyakinan, ketekunan dan kesabaran dalam melaksanakan kegiatan semacam ini, jika tidak tekun dalam mengurus pengelolaan sampah, ruko dan pasar awalnya baik tetapi pada akhirnya bisa buyar. Wabup juga memberikan apresiasi yang sangat besar dan mengacungkan jempol kepada kampung sumber sari, semoga kampung ini menjadi kampung andalan dalam pengembangan BUMK yang ada, oleh sebab itu diharapkan kepala DPMK nanti terus melakukan pembinaan sampai pada tahap mantap, jadikan kampung ini dalam pengelolaan BUMK andalan tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Sekali lagi ini merupakan semangat yang perlu dicontoh dan dikembangkan, yakni melalui ADD yang didapatkan oleh kampung tidak semuanya habis digunakan untuk keperluan habis pakai, tetapi gunakan untuk hal-hal produktif dan usaha-usaha pertanian, seperti penjualan pupuk atau bibit, sehingga daerah yang lain diharapkan bisa mencari tahu untuk mengembangkan BUMK dimasing-masing kampung sesuai potensi.(hms10)
Penyuluhan dan Praktek Cuci Tangan 130 Anak Sekolah

Penyuluhan dan Praktek Cuci Tangan 130 Anak Sekolah

SENDAWAR-130 anak sekolah tingkat Sekolah Dasar 003 Kampung Mencimai Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mendapat penyuluhan pentingnya mencuci tangan sekaligus praktek cara mencuci tangan dengan benar dan bersih, kegiatan ini merupakan kerjasama pihak Sekolah dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kubar, Jumat (17/3)pagi.

Ketua PPNI Kubar Emiliana menuturkan “kegiatan cuci tangan ini dalam rangka HUT PPNI Ke-43 yang jatuh pada tanggal (17/3) setiap tahunnya dan mendukung program PPNI pusat yang melakukan cuci tangan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, dengan “tema gerakan perawat mendukung masyarakat sehat”  Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak, pentingnya tentang kebersihan tangan, dan Emi berharap perhatian pemerintah baik daerah, propinsi dan pusat untuk serius memperhatikan profesi perawat terutama mereka yang bertugas di daerah perbatasan atau terpencil jauh dari perkotaan”.

Narasumber Mathius menjelaskan “Cuci tangan 7 langkah merupakan cara membersihkan tangan sesuai prosedur yang benar untuk membunuh kuman penyebab penyakit, dengan mencuci tangan pakai sabun baik sebelum makan atau pun sebelum memulai pekerjaan, akan menjaga kesehatan tubuh anda dan mencegah penyebaran penyakit melalui kuman yang menempel di tangan, pengertian cuci tangan 7 langkah adalah tata cara mencuci tangan menggunakan sabun untuk membersihkan jari – jari, telapak dan punggung tangan dari semua kotoran, kuman serta bakteri jahat penyebab penyakit”

Kata Mathius “ke 7 langkah tersebut yaitu satu Basahi kedua telapak setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap lalu gosok telapak secara lembut, kedua usap dan gosok juga punggung tangan secara bergantian, jangan terburu-buru, ketiga jangan lupa jari-jari anda, gosok sela-sela jari hingga bersih, empat bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkannya, lima gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian, enam letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan dan tujuh bersihkan pergelangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu”. dengan membersihkan bagian tangan ini secara baik dan benar memakai sabun adalah agar kebersihan terjaga secara keseluruhan serta mencegah kuman bakteri berpindah dari telapak tangan ke dalam tubuh.

Sementara Kepala Sekolah SDN 003 Mencimai Salim menyambut baik akan penyuluhan ini “saya sangat mengapresiasi organisasi PPNI yang sudah terjun langsung mengadakan penyuluhan dan praktek cuci tangan secara baik dan benar kepada anak didik kami, dan berharap penyuluhan ini tetap berlanjut akan pentingnya kesehatan minimal setiap tahun sekali”.(hms36)KB-22-PPNI-Adakan Penyuluhan dan Praktek Cuci Tangan 130 anak sekolah (2)

 
Dialog Langsung Dengan Kelompok Tani Dan Masyarakat Kecamatan Bongan

Dialog Langsung Dengan Kelompok Tani Dan Masyarakat Kecamatan Bongan

SENDAWAR – Untuk membangun Kubar menjadi lebih baik lagi, Pemkab Kubar melakukan kunjungan kerja ke 16 Kecamatan dimulai dari Kecamatan Bongan. Kunjungan kerja tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda serta kelompok tani untuk mengetahui secara langsung Program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat disetiap kampung dalam wilayah Kecamatan Bongan. Membangun suatu daerah tidak akan mampu dilakukan Pemkab sendiri jika tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan ini diawali dengan pengumpulan informasi dan data.

Dalam dialog yang dilaksanakan di Gedung BPU Jambuq Makmur Kecamatan Bongan, Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE menuturkan, kunjungan kerja ini Pemkab Kubar memang sengaja melibatkan langsung Dinas Badan terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas PU, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Tenaga Kerja serta DPRD Kubar. Dengan dialog yang kita lakukan maka Pemkab dan DPRD secara langsung bisa mendengarkan permasalahan baik di kelompok tani maupun di masyarakat khususnya di Kecamatan Bongan, Kamis (16/3).

Selanjutnya untuk tahun 2017 di Kecamatan Bongan ada 26 program pembangunan yang akan dilakukan yakni, Peningkatan Jalan Lemper, Deraya,Tanjung Soke, Gerunggung. Peningkatan Jalan Poros Siram Makmur, Siram Jaya. Pembangunan Jalan Dan Jembatan Di Kampung Muara Gusiq. Peningkatan Daerah Irigasi Resak, Peningkatan Irigasi Daerah Muara Kedang. Pembangunan Irigasi Persawahan Penawai. Pembangunan Irigasi Persawahan Melajau. Semenisasi Jalan Dalam Kampung Bukit Harapan. Semenisasi Gang RT I, II, III Jambuk. Rehab Jembatan Kampung Penawai RT 03 dan 04 Bongan. Rehab Jalan dan Jembatan Kampung Muara Siram. Penurapan Halaman Masjid RT II Jambuk. Peningkatan Jalan Poros Pering Taliq. Peningkatan Jalan Poros Penawai.

Peningkatan Jalan Muara Simam, Resak. Penimbunan dan Semenisasi Jalan Kampung Resak. Peningkatan Badan Jalan Siram Makmur Menuju Bukit Harapan. Semenisasi Beton Bertulang Jalan Poros SDN 009 dan SMK 01 Bukit Harapan. Semenisasi Jalan Dalam Kampung Jambuk. Semenisasi Jalan Jambuk Makmur. Pembangunan Jalan Bukit Harapan, Siram Makmur, Siram Jaya, dan Muara Siram. Peningkatan Jalan Langgar Kampung Muara Gusik. Semenisasi Halaman Kantor Camat Bongan. Peningkatan Jalan SMP Jambuk Makmur, PDAM Bongan, Serta Semenisasi Gang Masuk RT I Dan RT II Muara Siram

Dalam kesempatan tersebut Wabup juga menuturkan, kondisi keuangan Pemkab Kubar yang hampir setengah berkurang dari pada anggaran tahun sebelumnya sehingga harus mengatur pembelanjaan sehemat mungkin, dan untuk beberapa daerah ada kegiatan yang sementara waktu ditiadakan tetapi untuk di Kecamatan Bongan ada 26 kegiatan. Alasan mengapa kegiatan tahun ini banyak dilakukan di Kecamatan Bongan, karena sebelumnya di Kecamatan Bongan belum banyak mendapat perhatian, sehingga saat ini Pemerintah secara khusus memberikan perhatian kepada daerah/kecamatan yang belum banyak mendapatkan perhatian sebelumnya.

Untuk itu Wabup berharap, dimana masyarakat sudah mendengar langsung beberapa kegiatan yang akan dilakukan dapat membantu kelancaran pembangunan ini, sehingga program yang ada di Kecamatan Bongan ini dapat terealisasi 99 persen, sekali lagi dukungan dari seluruh masyarakat sangat diharapkan. “Sebab jika program tersebut tidak terlaksana dengan maksimal, misalnya hanya 50 persen maka tahun yang akan datang Kecamatan Bongan dianggap tidak perlu lagi pembangunan, untuk itu diharapkan masyarakat bersama-sama mengawal sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan maksimal,” kata Wabup. (hms10)

6 Kampung Kecamatan Damai Ikut Pemilihan Petinggi Serentak 2017

SENDAWAR- Enam Kampung dari 17 Kampung yang ada  dalam wilayah Kecamatan Damai ikut Pemilihan Petinggi Serentak 2017.

Hal ini diungkapkan Damai, Ismid Yunus ditemui belum lama ini.

Ismid Yunus menjelaskan, adapun kampung tersebut yakni, Kampung Kelian, Muara Nyahing, Mantar, Besiq, Benung, Sempatn.

"Untuk saat ini masuk dalam tahapan sosialisasi.  Rata-rata kepanitiaan telah terbentuk, serta menuju penerimaan bakal calon (balon) Petinggi", bebernya.

Lebih lanjut ia jelaskan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Damai harus ekstra lebih lagi agar pemilihan ini berjalan lancar.

Berharap tidak ada kendala yang berarti,  berjalan lancar tanpa ada gesekan-gesekan di masyarakat. Salah satunya bagi Balon Petinggi jika yang mendaftar paling tidak bermodisili di kampung tersebut minimal 1 tahun terakhir. Kenapa demikian, sebab ini merupakan salah satu persyaratan, jelasnya.

Ini juga memudahkan agar nantinya petinggi yang terpilih dapat memantau kampungnya dalam berbagai program. Salah satu programnya yakni Alokasi Dana Desa (ADD) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dan juga Alokasi Dana Kampung (ADK) dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, pungkasnya.

Berharap petinggi yang terpilih nantinya merupakan aspirasi dari warga dan dapat membawa kampungnya ke arah yang lebih baik, harap Ismid Yunus.  (hms 19)

3 Kampung Wilayah Kecamatan Long Iram Rawan Banjir

 

SENDAWAR-  Kampung Anah, Kampung Long Iram Ilir dan Kampung Long Iram seberang. Ini merupakan kampung-kampung yang dalam wilayah Kecamatan Long Iram yang rawan banjir.

Hal ini diungkapan Camat Long Iram, Burhan ditemui diruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskannya, terkadang selain tiga kampung tersebut, jika curah hujan yang tinggi sebagian banjir juga Kampung Long Iram kota tepatnya di RT II.

“ Banjir terjadi jika curah hujan tinggi ,  bahkan ketinggian air bisa mencapai hingga setinggi orang dewasa, terakhir banjir besar tahun 2005,”bebernya.

Meskipun banjir biasanya sudah diketahui oleh warga, karena sifat airnya yang naik dengan perlahan. Kebanyakan warga mengungsi ditempat yang agak tinggi, bahkan sebagian ditingkat dua didalam dirumahnya, atau rumah rakit, ujar Burhan.

Burhan menuturkan, beberapa tahun terakhir banjir jarang terjadi, apakah ini karena perubahan iklim, sehingga banjir bukan menjadi momok besar bagi warga yang merupakan wilayahnya langganan banjir, terangya.

Sementara itu, Akhmad salah satu warga Kampung Anah membenarkan hal tersebut, dimana beberapa tahun terakhir ini banjir jarang terjadi, sehingga warga tidak terlalu cemas dan was-was lagi.  (hms 19)