Kabupaten Kutai Barat

Seminar Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia di Persimpangan Jalan

KB-7-Seminar Pembangunan (1)

SENDAWAR – Salah satu upaya demi terwujudnya pembangunan yang terarah dan berkelanjutan, serta senantiasa mengupayakan pemerintahan yang baik dan bersih. Pemkab Kubar melalui Bagian Pemerintahan melakukan Seminar Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia di Persimpangan Jalan dengan menghadirkan narasumber Profesor Doktor H Oekan S Abdoellah MA Ph D dari Universitas Pajajaran. Seminar yang dilaksanakan di ruang pertemuan lantai II BP3B diikuti para Kepala OPD dan para Camat dilingkungan Pemkab Kubar, Kamis (6/4).

Lebih lanjut dalam sambutan tertulis Bupati Kubar FX Yapan SH yang dibacakan Sekretaris Kabupaten Drs Aminuddin M Si menuturkan, para pemimpin negara-negara anggota PBB pada hari Jumat 25 September tahun 2015 telah mensahkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SDG), yang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat dunia selama 15 tahun ke depan. Dalam dokumen tersebut ditetapkan 17 tujuan umum antara lain, memerangi kemiskinan dan kelaparan, menjamin kehidupan yang  sehat, mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, dan memerangi perubahan iklim.

Bupati menamKB-7-Seminar Pembangunan (3)bahkan, bahkan PBB mencatat bahwa penduduk dunia akan mencapai sembilan milyar pada pertengahan abad 21 yang saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar lebih 7.3 milyar jiwa. Permintaan bahan makanan dan bahan bakar semakin meningkat. 54 persen penduduk dunia bermukim di perkotaan dan diperkirakan melonjak menjadi 66% pada tahun 2050. Disamping itu, kesenjangan pendapatan semakin meningkat. Kemiskinan dan pengangguran masih mewarnai sebagian besar belahan dunia. Masih sangat terasa ketidaksetaraan dalam setiap dimensi, baik dimensi pendidikan, gender, etnik dan kelompok-kelompok ras. Lebih ironis lagi, sekitar 1,2 miliar penduduk dunia masih hidup tanpa listrik. 2,8 miliar orang masih memasak makanan dengan menggunakan bahan bakar padat. 748 juta orang masih tidak memiliki akses terhadap air minum yang sehat dan aman.

Selanjutnya ada satu miliar orang masih hidup jauh dari akses jalan. Pertumbuhan ekonomi global melambat (hanya 3,4 persen pada tahun 2014). Pengerusakan lingkungan (hutan dan sumber daya laut/pesisir) masih terjadi dimana-mana. Perubahan iklim dan polusi yang belum teratasi dengan baik. Kepunahan keanekaragaman hayati dan penurunan jumlah sumber daya termasuk energi dan air sudah mulai sangat mengkuatirkan.

Hal ini nampak nyata bahwa permasalahan ini tengah kita hadapi bersama dibelahan dunia manapun bahkan di negara Indonesia. Sebut saja diantaranya bencana banjir dan tanah longsor yang mendera sejumlah daerah di Indonesia. Hujan yang disertai tiupan angin kencang mengakibatkan bencana yang mengakibatkan kerugian material dan sosial.

Itu baru dari dampak pengerusakan alam , belum lagi permasalahan pembangunan seperti pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang melambat belum lagi sektor unggulan daerah seperti batubara, minyak sawit dan karet yang mengalami penurunan harga jual, belum dimilikinya ketahanan pangan daerah dan masih banyak lagi yang juga menjadi masalah yang cukup krusial. Isu strategis pembangunan  Kutai Barat inilah yang kemudian melatarbelakangi lahirnya visi pemerintah 2016 -2021. Pemerintah terus mengupayakan Kutai Barat yang semakin, adil, mandiri dan sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Memahami akan arti penting dimilikinya kesadaran dan pemahaman ini, maka dalam kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, agar senantiasa meningkatkan etos kerja, kinerja, produktifitas, dan yang tak kalah penting adalah mengoptimalkan peran dan fungsi saudara sekalian selaku abdi negara dan masyarakat. Dipundak saudara telah dipercayakan amanah rakyat untuk membangun Kutai Barat ini. Hendaknya saudara sekalian mampu menghayati setiap tugas pokok dan fungsi yang telah diberikan untuk membangun Kutai Barat.

Melalui rumusan-rumusan program yang tentunya mengarah pada terwujudnya kehidupan masyarakat Kutai Barat yang sehat, sejahtera, cerdas, berkualitas, kesetaraan gender, pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang signifikan, terbukanya potensi dan peluang usaha, terciptanya Kutai Barat yang inklusif, aman, kuat dan berkelanjutan, pelestarian alam dan aneka ragam hayati, perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh, luasnya jaringan dan kemitraan. Membangun Kutai Barat adalah bagian dari membangun Indonesia tercinta.

Karena seminar ini sangat penting saya harap para peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Dan yang lebih penting lagi adalah tindak lanjut dari mengikuti kegiatan ini. Saya berharap saudara sekalian selaku abdi negara dan abdi masyarakat mengalami perubahan dan menjadi agen perubahan dalam terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera.(
hms10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>