Kabupaten Kutai Barat

Sebagai Bagian Puncak Perayaan Festival Dahau 2018 Dalam Rangka Peringatan Ke-19 Tahun Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

MALAM HIBURAN FESTIVAL DAHAU

Wakil Gubernur Kaltim memotong tumpeng sebagai puncak perayaan Festival Dahau 2018 dalam rangka HUT Kutai Barat  ke-19 tahun. Foto.kominfo37.kutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR – Pemotongan Nasi Tumpeng oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sebagai bagian dari puncak perayaan Festival Dahau 2018 dalam rangka peringatan Ke-19 tahun Kabupaten Kutai Barat, nasi tumpeng adalah cara penyajian nasi dalam bentuk kerucut olahan dari nasi kuning atau nasi uduk dengan sayuran dan lauk-pauknya, disajikan dalam sebuah tempat dalam budaya Jawa disebut Tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu).  Keragaman inilah yang menjadi perekat persatuan masyarakat Kutai Barat, setelah berlangsung kurang lebih 8 hari mulai tanggal 29 Oktober hingga 5 November 2018. puluhan ribu masyarakat Kutai Barat, tumpah ruah di Taman Budaya Sendawar menyaksikan kemeriahan malam hiburan rakyat, yang diisi oleh artis ibukota seperti Judika, Via Vallen, Fani Vanilla dan Maria Kalista.

Saat memberikan sambutan Bupati Kabupaten Kutai Barat FX. Yapan, kegiatan festival Dahau 2018 adalah ungkapan rasa syukur masyarakat, dalam perjalanan waktu dari terbentuk hingga menginjak usia ke-19 tahun, berbagai aspek pembangunan telah berjalan sebagaimana mestinya dengan ciri khas adat dan budaya yang melekat menjadi unsur penting dalam membangun Kabupaten Kutai Barat.  Bupati mengharapkan “kepada seluruh elemen masyarakat agar saling bergandeng tangan, bahu membahu dalam mewujdukan pembangunan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman menuju hari esok yang lebih baik dari pada hari ini dan mengapresiasi seluruh partisipasti masyarakat yang hadir dalam acara ini.”

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kutai Barat dengan adat dan budaya yang ada, ”saya mengapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat yang ada di Kutai Barat yang masih menjaga adat istiadat dengan memecahkan rekor MURI pria menyandang mandau dan wanita menumpar terbanyak”

Pangdam VI / Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto mengungkapkan Kutai Barat mampu menjaga adat budayanya “ini sangat baik saya harap Kutai Barat dapat mempertahankan dan menjaga adat budayanya, semoga Kutai Barat dapat terus berkembang dan membangun daerah ini lebih baik lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>