Kabupaten Kutai Barat

Rakor Sekaligus Pengukuhan TIMPORA Kabupaten Kubar

KB-9- Rakor

SENDAWAR- Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Barat, Drs Yacob Tullur membuka Rapat Koordinasi Kerja sekaligus Pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA). Pelaksanaan yang diprakasai Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda dilaksanakan di Ruang Diklat Lantai III, Kantor Bupati, Selasa (8/8).KB-9- Pasangkan Rompi Dihadiri oleh Kepala Dinas, Badan, Kantor, Camat-Camat dalam wilayah Kabupaten Kubar, Perwakilan Polres Kubar, Perwakilan Kodim 0912 Kubar dan Perwakilan AURI dan BIN.

Sambutan Bupati Kubar, FX Yapan yang dibacakan Sekkab Kubar, Drs Yacob Tullur mengatakan masih banyak kasus pelanggaran oleh Warga Negara Asing (WNA) di wilayah NKRI yang mengarah kepada ketenagakerjaan yang illegal, kasus kejahatan trans nasional hingga kriminalitas. Senada dengan hal tersebut, maka Kabupaten Kubar memandang perlu sesegera mungkin untuk melaksanakan langkah lebih lanjut. Terlebih akan potensi pertumbuhan ekonomi Kubar yang cukup signifikan dalam sektor tambang dan perkebunan, belum lagi flora dan fauna yang dimiliki oleh Kubar. Tentu saja membawa pengaruh yang cukup besar untuk menstimulan kedatangan investor asing, wisatawan mancanegara bahkan peneliti asing. Selain secara geografis luas Kubar mencapai 20.381,59 km2 dengan jumlah kecamatan sebanyak 16 dan 190 kampung. Luas wilayah ini yang masih kurang dan lemahnya pengawasan arus keluar masuk warganegara asing.

Dalam sambutan tersebut juga dikatakan, hubungan internasional tidak lagi semata bertumpu pada hubungan antar Negara, antar masyarakat, dimana didukung dengan adanya kebijakan bebas visa kunjungan. Maka perlu diiringi dengan upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapan semua pihak. Antisipasi perlu juga kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif dengan upaya peningkatan penegakan hukum dibidang keimigrasian yang tergantung dari baik tidaknya pelaksanaan kegiatan pengawasan orang asing.

Bupati berpesan agar TIMPORA Kabupaten Kubar yang telah dikukuhkan ini perlu meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait dengan permasalahan orang asing yang dalam hal ini pengawasan orang asing tersebut. Sinergitas seluruh anggota Tim inilah nantinya yang akan membawa penegakan hukum dibidang Keimigrasian ketingkat yang lebih baik lagi.

Tidak hanya itu, TIMPORA dapat menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan keseluruh publik internal maupun eksternal, dengan tujuan agar seluruh lini dapat mendukung gerak dan langkah Tim tersebut. Semoga ini menjadi langkah awal agar kedepannya dapat terus bekerjasama untuk menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,  pinta Bupati.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Kaltim, Soenaryo menambahkan, kehadiran kami semua merupakan suatu bentuk komitmen dan kesepahaman tentang pentingnya pengawasan orang asing di dalam wilayah Indonesia. Untuk memastikan keberadaan orang asing tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat tercipta kondisi yang aman, tertib dan tetap mengedepankan kedaulatan Negara.

Ditambahkannya, dalam memacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 21 tahun tahun 2016 telah memberikan fasilitas berupa pembebasan dan kewajiban memiliki visa Negara dari 169 negara. Ditetapkannya kebijakan tersebut untuk meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang dan mengunjungi berbagai obyek wisata di wilayah Indonesia dengan harapan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

“ Disinilah Peran TIMPORA secara khusus sebagai payung hukum untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran keimigrasian seperti penyalahan izin tinggal bebas visa,” bebernya.

Selain itu, Mujiono, Selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, hari ini kegiatan Koordinasi untuk mendeteksi secara dini keberadaan WNA di Kubar dan Mahulu.

TIMPORA sebenarnya sudah dibentuk sejak 2016, dimana unsur didalamnya dari Kantor Imigrasi , Kepolisian, Kodim 0912, AURI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait baik dari Kesbangpol, Pariwista, Dinas Ketenagakerjaan dan lain sebagianya.  Disnilah nanti TIMPORA bisa mendeteksi secara dini, tentunya sinergitas dan koordinasi sangat dibutuhkan agar bisa berjalan. (HMS 19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>