Kabupaten Kutai Barat

Pertahankan Ciri Khas, Kualitas dan Karakteristik Tenun Doyo, Dapat Perlindungan Indikasi Geografis (19/11/2018)

Sosialisasi IG

Gunawan,saat memberikan materi sosialisasi, perlindungan Indikasi Geografis, dari Dirjen. Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

DISKOMINFOKUBAR-SENDAWAR– Tim Verifikator Kementrian Perindustrian dan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesiamengadakan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis bagimasyarakat Perajin Tenun Doyodi kampung Tanjung Isuy.  Kecamatan Jempang.Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukan daerah asal suatu barang atau produk karena faktor lingkungan geografis yang memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu sepanjang ciri khas dan kualitasnya tetap terjaga. Indikasi Geografis merupakan perlindungan hak seluruh masyarakat dalam wilayah atau lingkungan tertentu dalam kelompok tersebut.

Tri Reni Budiharti, saat  melakukan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis.Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Tri Reni Budiharti, saat melakukan sosialisasi perlindungan
Indikasi Geografis.Foto.diskominfo.kutaibaratkab.go.id

Dihadapan ratusan perajin dan tokoh masyarakat kampung Tanjung Isuy, Ketua tim dari Direktorat Jenderal Industri kecil dan menengah, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia dan tenaga ahli Indikasi Geografis Tri Reni Budiharti, yang kali keduanya melakukan sosialisasi perlindungan Indikasi Geografis mengungkapkan, “Perlindungan Indikasi Geografis khususnya Tenun Doyo ini, memang sangat dibutuhkan oleh para perajin juga akan memberikan identitas tertentu, ada ciri khasnya, kualitas dan reputasinya bagus karena ada tertuang dalam buku ini, dan harus dipertahankan.” tegasnya. “Dari aspek manfaat, adanya perlindungan IG  produk Tenun Doyo akan memiliki standar kualitas yang baik, ada jaminan bagi produsen bahwa Tenun Doyoadalah benar buatan tangan masyarakat perajin Tanjung Isuy dan sekitarnya, dengan demikian harga dapat dipertahankan”ia menambahkan.

Sementara menurut Gunawan, verifikator penulisan buku persyaratan permohonan Indikasi Geografis Tenun Doyo,dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, “jika Tenun Doyo nanti tersartifikasi Indikasi Geografis, lembaga kepengurusan yang sudah terbentuk ini harus dikuatkan dan semua tingkat manajemennya berjalan baik, kualitas produk dengan ciri khasnya tetap dijaga sesuai standar buku yang disusun ini, karena perlindungan ini akan terus dievaluasi, jika nanti sudah tidak sesuai standar  dan  reputasinya turun sangat dimungkinkan untuk ditarik kembali.’ tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung sehari ini, selain memberikan informasi pentingnya perlindungan Indikasi Geografis bagi masyarakat perajin dan produk Tenun Doyo, namun juga melakukan verifikasi akhir terkait isi buku persyaratan yang harus dipenuhi, masyarakat untuk berkomitmen menjaga kekhasan dari Tenun Doyo Benuaq Jempang Kutai Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>