Kabupaten Kutai Barat

Peringatan Hari Anak Nasional Di Kabupaten Kutai Barat Tahun 2017

KB-23-Hari Anak Nasional Kabupten Kutai Barat (4)

Pemecahan Rekor MURI 1000 Anak PAUD Menari Gantar

SENDAWAR- Tim MURI Indonesia yang dalam hal ini adalah Manajer MURI Ibu Ariyani Siregar, SE dan  Deputi Manajer Ibu Yuli Astuti menyerahkan Piagam penghargaan yang di terima Bunda PAUD Kubar Ibu Yayuk Seri Rahayu Yapan sebagai pemerkasa kegiatan tari gantar anak PAUD Kubar,  dan piagam penghargaan Rekor MURI 1000 penari gantar yang diterima Bupati Kubar  FX. Yapan. Penghargaan ini di terima dalam rangka Hari Anak Nasional Kubar yang diselenggarakan di Taman Budaya Sendawar, Selasa (22/8) pagi.

Bupati dalam arahannya menegaskan “Hari Anak ini dapat menggugah kita semua untuk semakin sadar akan arti penting generasi penerus bangsa dan kedepan seluruh komponen baik pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat dapat lebih perduli atas penyelenggaraan pemenuhan dan penjaminan hak asasi anak bangsa. Dalam kesempatan ini panitia peringatan Hari Anak Nasional memiliki Tema “Saya Anak Indonesia, Saya
Gembira”. Dan untuk Kutai Barat Panitia merumuskan sub tema: “Perkuat Peran Keluarga dalam berbagai upaya untuk pemenuhan Hak dan Kewajiban Anak”.

Lanjut Yapan “Dalam tema ini jelas mengandung pesan dan harapan kepada setiap keluarga Kutai Barat sebagai lingkungan sosial terkecil untuk meneguhkan dan memperkuat kembali peran dan fungsinya terutama dalam penyelenggaraan pemenuhan hak dan kewajiban atas anak. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang anak mendapatkan didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Sehingga keluarga yang merupakan institusi sosial yang bersifat universal dan multifungsional mempunyai fungsi pengawasan, sosial, ekonomi, pendidikan, keagamaan, perlindungan, dan rekreasi terhadap anggota-anggotanya Kita dapat menganalogikan keluarga ibarat organisme biologis. Makhluk hidup yang bisa sehat atau sakit. Ia sehat jika bagian-bagian dari dirinya (kelompok/individu fungsional) memiliki kebersamaan satu sama lain. Jika ada bagiannya yang tidak lagi menyatu secara kolektif, maka kesehatan dari masyarakat tersebut terancam, atau sakit. Demikian halnya juga dalam keluarga yang terdiri dari anggota-anggota keluarga yang saling berhubungan satu sama lain dan fungsional terhadap anggota keluarga lainnya. Bahwa pada umumnya, keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak dimana masing-masing anggota keluarga tersebut saling mempengaruhi, saling membutuhkan, semua mengembangkan hubungan intensif antar anggota keluarga.

Menurutnya “hubungan yang seyogyanya dan selayaknya ini kemudian dihadapkan dengan tantangan dan permasalahan kebutuhan yang semakin rumit dan kompleks, bahkan dewasa ini demi tak jarang keluarga hanya memikirkan pemenuhan kebutuhan ekonomi saja. Hal ini menjadi yang terutama sedangkan kebutuhan psikologis dan aktualisasi diri menjadi kebutuhan nomor sekian. Banyak anak-anak karena tuntutan hidup  dalam tumbuh kembangnya kurang perhatian dan pengawasan dari para orang tuanya. Akhirnya anak-anak masa kini menjadi korban dari keluarga karier, korban medsos, korban media massa, korban dari produk makanan, minuman, suplemen gizi pabrikasi, korban budaya hedonisme dan konsumerisme, boros dan tidak suka menabung. Jika didiamkan saja maka lambat laun anak-anak kita akan menjadi generasi karbitan yang tidak memiliki kualitas hidup yang sehat, mumpuni dan handal. Hal ini dapat kita lihat anak-anak kita tidak suka makan sayur dan buah-buahan mereka lebih suka makan lauk ayam, anak-anak lebih menyukai gerak dan tarian luar negeri dibandingkan belajar dan mengenal seni dan budaya khas daerah, anak-anak lebih merasa keren dan trendi jika mengenakan produk luar negeri dibanding mengenakan pakaian khas daerah.  Inilah
yang menjadi keprihatinan kita bersama sehingga perlu dilakukan tindakan yang lebih nyata oleh seluruh komponen. Dan ini diawali oleh keluarga. Sebagai agen pertama dalam pembentukan kepribadian anak
serta tempat perlindungan bagi anak. Dilanjutkan dengan penyertaan penyelenggaraan pembinaan dan pendampingan tumbuh kembang anak yang dirumuskan dalam program pemerintah dan lembaga pendidikan.

Dalam peringatan tahun 2017 ini panitia telah mengemas kegiatan  Hari Anak Nasional selain melaksanakan peringatan dengan khidmat kita juga akan melaksanakan beberapa agenda diantaranya adalah pemecahan Rekor Muri dengan menampilkan Tari Gantar yang melibatkan 1000 anak PAUD dari beberapa Kecamatan yang ada di Kutai Barat, Gerakan Masyarakat Sehat dengan Makan Buah, Sayur dan menggiatkan Gemar Makan Ikan. Penyerahan akreditasi kepada 12 lembaga PAUD di Kutai Barat.Penyerahan bibit hortikultura pada sekolah PAUD  serta Penyerahan Buku Tabungan Simpanan Pelajar kepada 5 orang perwakilan persekolah dari BUNDA PAUD Kutai Barat.

Namun dibalik suksesnya penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini, besar harapan saya pada tindaklanjut dari kegiatan ini. Oleh karenanya kepadakeluarga dan  penyelenggara PAUD saya harap agar rangkaian kegiatan ini tidak hanya dipahami dan dimaknai sebagai sebatas seremonial belaka. Saya harap agar kedepan terus meningkatkan motivasi anak-anak ini untuk melestarikan seni dan budaya warisan nenek moyang kita. Dorong anak-anak kita untuk mau belajar, mengenal, mencintai dan bangga atas kesenian khas daerah kita. Dan tidak hanya itu saya harap keluarga Kutai Barat juga dapat memperhatikan tumbuh kembang anak-anak untuk dapat meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan gizi yang lebih beragam dan berimbang melalui asupan protein dan gizi yang bersumber pada sayur mayur, buah dan ikan. Sementara Bunda PAUD Kubar Yayuk Seri Rahayu mengatakan “Tentu kita sependapat bahwa pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan atas maupun tinggi. Dan sebagai awal dari pendidikan yang mempengaruhi karakter dan kepribadian seseorang adalah pendidikan anak usia dini. Namun sayangnya dewasa kini, kita tidak terlalu memperhatikan dan memperdulikan pentingnya PAUD padahal untuk membiasakan diri dan mengembangkan pola pikir anak pendidikan sejak usia dini mutlak diperlukan. Hal ini dikarenakan bahwa 3 tahun pertama anak adalah usia emas bagi seorang anak untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Berdasar pengetahuan ini pun makin banyak didengungkan mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini. Perlu orang tua ketahui bahwa anak memiliki kemampuan yang perlu diasah sejak dini, karena dengan mereka memiliki berbagai kemampuan tersebut tentunya sudah dapat dibentuk sedari dini. Orangtua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. Padahal, 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga 3 tahun. Sejak dini, anak-anak berhak mendapat saran pendidikan yang nyaman, penuh kasih sayang, dan dalam lingkungan mendukung.Dan tidak hanya itu keluarga masa kini kebanyakan terlena dengan kemajuan ilmu pengetahuan.Seperti memanjakan anak dengan gadget atau smartphone, padahal melalui kemajuan iptek dan tanpa pengawasan orang tua anak-anak menjadi kurang sosialisasi, dan lebih menyukai musik dan tarian serta seni budaya dari asing.  Dan tidak hanya itu dengan kemajuan iptek pula,  manusia kini semakin dimanjakan dengan  makanan cepat saji, sehingga anak-anak dari usia dini kurang menyukai buah, sayur dan ikan.  Menyadari akan fenomena memprihatinkan inilah maka saya selaku Bunda PAUD memprakarsai bahwa dalam peringatan Hari Anak Nasional ini untuk menggerakkan dan menumbuhkan kesadaran para keluarga sebagai unit sosial terkecil untuk memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai orangtua.

Melalui keluarga saya berharap bahwa anak-anak kita ini semakin mencintai seni dan budaya khas daerah yang menjadi identitas daerah. Dan ini dinyatakan melalui pemecahan rekor MURI tari gantar sebanyak 1000 Anak Usia Dini. Dan tidak hanya itu  melalui keluarga pula saya berharap dapat menumbuhkembangkan  keinginan anak-anak untuk hidup lebih sehat dan ini diwujudkan melalui gerakan makan ikan, sayur dan buah bersama. Selanjutnya demi meningkatkan kesadaran untuk konsumsi protein, vitamin dari buah dan sayuran. Dalam kesempatan ini pula akan diberikan bantuan bibit tanaman hortikultura. Saya berharap kedepan dengan bantuan ini dapat memotivasi sekolah PAUD untuk menggerakkan anak-anak usia dini untuk gemar menanam pohon hal ini merupakan bagian dari cara melestarikan alam dan lingkungan. Serta optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Tentu saja beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan ini menyiratkan pesan dan harapan besar bagi kita semua  baik keluarga dan lembaga PAUD di Kutai Barat ini agar semakin terdepan dan maju dalam  memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini dan tentunya dalam upaya penyelenggaraan pemenuhan  hak asasi manusia. Hal ini senada dengan rumusan sub tema yang telah disepakati bersama oleh panitia penyelenggara Hari Anak Nasional di Kabupaten maka diambil tema“Perkuat Peran Keluarga dalam berbagai upaya untuk pemenuhan Hak dan Kewajiban Anak”. Disini jelas ditekankan bahwa keluarga menjadi fokus utama yang mampu mewujudkan harapan akan masa depan generasi emas penerus Kutai Barat ini. Keluarga menjadi wahana pembelajaran dini yang membina dan mendampingi tumbuh kembang anak.Dan melalui ragam kegiatan yang akan diselenggarakan ini, saya selaku Bunda PAUD memiliki harapan besar agar keluarga Kutai Barat dapat memberikan bakti diri dan sumbangsihnya untuk turut serta mensukseskan penyelenggaraan PAUD di Kutai Barat. Karena sejatinya pendidikan anak usia dini ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah, atau  lembaga penyelenggara PAUD saja namun kita semua memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama besar akan hal ini. (hms36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>