Kabupaten Kutai Barat

Penataan Wilayah, Tidak Menghilangkan Hak Atas Tanah Masyarakat (6/02/2019)

RAPAT TAPAL BATAS

Plt. Assisten I Misran Efendi Pimpin Rapat Ekpose batas wilayah Kampung Linggang Bigung dan Kampung Bangun Sari di ruang diklat Lantai III Setkab Kutai Barat.kominfoFds.diskominfo.kutaibarat kab.go.id

KOMINFOKUBAR, SENDAWAR- Rapat Ekspose pelacakan batas antara Kampung linggang Bigung dengan Kampung Bangun Sari di Kecamatan Linggang Bigung, berlangsung di ruang diklat Lantai III Setkab Kutai Barat, rapat yang dipimpin Plt. Assisten I Misran Efendi, didampingi Kepala Sub Bagian wilayah dan tata batas Franky Yonatan, Kepala Kepala Sub umum dan pembangunan Theodorus, Kepala Sub bidang Kominfo BP3D Steven, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Linggang Bigung Andre Fernanda, Petinggi Kamnpung Linggang Bigung Bastianus, Petinggi Kampung Linggang Bangun Sari Sulaiman.

Plt. Assisten I Misran Efendi menyampaikan tapal batas antara kedua kampung ini dapat terselesaikan, apapun keputusan pemerintah daerah harus kedua kampung menerimanya karena hasil rapat dari pemerintah Kecamatan Linggang Bigung pada tanggal 24  april 2018, menyerahkan sengketa tapal batas ke Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan jika terjadi penataan wilayah, masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak menghilangkan hak atas tanah, hanya saja di sesuaikan dengan alamat kampung letak tanah berada. Misran Efendi menambahkan agar masyarakat kedua Kampung linggang Bigung dengan Kampung Linggang Bangun Sari, dapat menyerahkan berbagai bukti yang bisa menjadi bahan pertimbangan, peta, surat hibah, dan surat-surat lainnya menyangkut tapal batas kedua kampong, yang lebih penting adalah dapat menjaga kondusiftivitas dimasyarakat.

Kepala Sub Bagian wilayah dan tata batas Franky Yonatan menyampaikan rapat ekspose pelacakan batas antara Kampung linggang Bigung dengan Kampung Linggang Bangun Sari di Kecamatan Linggang Bigung, merupakan hasil dari peninjauan kelapangan yang dilakukan bersama masing-masing kampung dengan tim teknis dari Bagian wilayah dan tata batas Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Franky Yonatan menambahkan, “areal yang menjadi tumpang tindih seluas 80 hektar, Pemerintah daerah pada Tanggal 21-25 mei 2018 melakukan pengambilan tarikan batas geris kampung Linggang Bigung, dan Tanggal 20-31 mei 2018 tarikan batas geris kampung Linggang Bangun Sari, dan pada rapat ini, kita dapat melihat hasil pelacakan batas masing-masing Kampung  kemudian areal mana saja yang menjadi tumpang tindih,” terangnya

Petinggi Kampung Linggang Bigung Bastianus menuturkan bahwa untuk Kampung Bangun sari pada awalnya bukanlah Kampung Tranmigrasi, dulu adalah tim sukarelawan yang ditempatkan oleh Pemerintah, sehingga untuk administrasinya tidak seperti Tranmigrasi, oleh sebab itu masyarakat yang ada disekitar itu dengan sukarela menyerahkan tanahnya pada tahun 1964.

“Tarikan batas geris Kampung Linggang Bigung adalah merupakn kesepakatan awal dengan kampung-kampung yang tergabung, Linggang Amer, Linggang Mapan dan Kampung-kampung asal lainnya dan tidak ada permasalahan. Tetapi setelah ada penentuan batas wilayah ini ada sedikit perubahan karena ada pihak-pihak yang menentukan batas wilayah ini tidak melihat sejarah asal usulnya, “ jelasnya.

Tokoh Masyarakat Kampung Linggang Bangun Sari Wasis mengatakan bahwa pada awalnya Kampung Linggang Bangun Sari pada tahun 1964 adalah merupakan sukarelawan serbaguna pada jaman konfrontasi melawan negara malasyia yang disebut ganyang Malasyia dengan julah 500 kk yang terbagi menjadi empat kelompok, Bangun Sari, Purwodadi, Sumber sari, dan Sri mulyo. Kampung Bangun Sari disahkan oleh Pemerintah menjadi kampung tranmigrasi tahun 1980 yang disaksikan oleh kepala adat besar linggang, aparat Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Kartanegara yang dipimpin oleh direktorat jawatan Pembukaan Tanah pada saat itu,” tuturnya. Kominfo Fds.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>