Kabupaten Kutai Barat

Pembukaan Pray For Kutai Barat

KB-17-Pembukaan Pray For Kutai Barat (2)

Bupati Kubar : Usahakan Kesejahteraan Kubar Dengan Kekuatan Doa

SENDAWAR-Usahakan kesejahteraan Kutai Barat dengan kekuatan doa menjadi upaya peneguhan akan iman atas ajaranNya, hal ini penegasan sambutan Bupati Kutai Barat FX.Yapan yang dibacakan asisten 3 Aminuddin saat membuka kegiatan umat kristiani Pray for Kutai Barat, bertempat di BPU Tana Purai Ngeriman Pemkab Kubar, Kamis (15/6)malam.

Lanjut Yapan “Jika dahulu kita berdoa, berjuang dan berharap akan adanya kemerdekaan atas belenggu penjajahan. Kini kita diharapkan untuk mampu memerangi kebodohan, kemalasan dan ketidakadilan. Karena yang menjadi musuh terbesar dari kemajuan bangsa ini adalah sikap duniawi kita yang apatis atau acuh tak acuh, egois dan malas, menyadari pentingnya sikap untuk mau berdoa, bekerja dan berkarya dalam membangun Kutai Barat ini maka untuk terus menggiatkan kegiatan kerohanian semacam ini. Hal ini perlu dilaksanakan dalam menjawab tuntutan perkembangan iman jemaat dalam bentuk gereja atau persekutuan umat. Jemaat masa kini tidak hanya dituntut mampu berdoa dengan khidmat namun saudara sekalian juga diharapkan dapat melakukan pencerahan dan revitalisasi iman yang nyata seperti melakukan pelayanan yang menunjukkan amal kasih perbuatan tanpa memandang SARA dalam setiap kesempatan.

Selanjutnya kata Bupati “alam realitas dinamika kehidupan masyarakat global dewasa ini umat Kristen tidak boleh bersikap protektif dan tertutup bagi pihak lain, Gereja harus dapat mengimplikasikan sikap perdulinya kepada perwujudan hubungan yang harmonis sehingga terciptalah suasana yang damai dan kondusif bagi proses pembangunan tersebut dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Hal ini semua mengingatkan dan mengajak kita semua untuk memerangi sikap permusuhan dan kebencian, memerangi sikap intoleransi, memerangi sikap persekusi yang perlu kita kedepankan adalah berupaya membangun kebersamaan, membangun rasa memiliki, mencintai Tanaa Purai Ngeriman ini dengan sepenuh hati dan mau perduli untuk membangun masa depan Kabupaten yang lebih baik.

Yapan menambahkan “kepada Gereja atau umat Kristen untuk dapat bekerjasama dan bersatu dalam menghimpun potensi untuk membangun jejaring menjadi kegiatan bersama lintas denominasi, misalnya; melalui jalur pendidikan dan pelatihan, pelayanan kasih, pelayanan KKR, pelayanan kesehatan, menanggulangi kemiskinan, memberantas kejahatan, pertukaran pelayanan, perayaan Paskah dan Natal bersama, penyiapan kader masa depan, menggali potensi-potensi kerukunan dan sebagainya, Kemitraan dan hubungan kerjasama dengan denominasi–denominasi gereja lainnya (Iintas Gereja) perlu di tingkatkan dan diharapkan berada dalam upaya bersama untuk mewujudkan visi dan misi bersama yang dilandasi atas keterbukaan dan prinsip-prinsip saling menopang, sehingga permasalahan yang terjadi dalam masyarakat bukan hanya menjadi beban bagi kelompok tertentu melainkan menjadi tanggung jawab bersama, Hendaknya iman dan pengertian tidak menjadi unsur yang memisahkan, tetapi menjadi unsur perekat untuk saling memperkaya, melengkapi, menghargai satu dengan yang lain untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik dari hari ini”.

Ketua Panitia Julius Komaling mengatakan Pray For Kutai Barat di Kabupaten Kutai Barat digagas oleh hamba-hamba Tuhan dari berbagai dominasi gereja di Kutai Barat yang tujuannya mengajak kita seluruh umat beragama terutama umat Kristen untuk menggiatkan doa-doa. Dalam sekumpulan jemaat Kristen ini mereka mengupayakan membangun kesatuan Tubuh Kristus. Dari beragam denominasi gereja di wilayah Kutai Barat,

Kegiatan ini bertema “Usahakanlah Kesejahteraan Kota Ke Mana Kamu Aku Buang, Dan Berdoalah Untuk Kota Itu Kepada TUHAN, Sebab Kesejahteraannya Adalah Kesejahteraanmu”, yang diambil dari Firman Tuhan (Yeremia29:7).  Dalam tema tersebut seluruh umat Kristen sungguh diajak untuk berdoa dan bekerja mengupayakan kesejahteraan Kabupaten Kutai Barat ini tentunya. Ditengah ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang merongrong ideologi bangsa dan landasan UUD 1945, maka sudah seyogyanya dan sepantasnya  sebagai bagian umat beragama dan bagian dari wilayah NKRI kita harus meneguhkan iman dan taqwa kita dengan menjadi pelaku dan bukan menjadi objek pembangunan, terutama dalam meningkatkan iman dan taqwa kita kepadaNya.(hms36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Banner

Tweets