Kabupaten Kutai Barat

Pecahkan Rekor Muri Indonesia Sebanyak 3.000 Orang Laki-laki Bermandau dan 2.200 Orang Wanita Menumpar di Kabupaten Kutai Barat (5/11/2018)

RAKOR MURI DUNIA FINAL

2.200 orang peserta Wanita menumpar dan Bupati Kutai Barat  terima Piagam rekor MURI 3.000 Laki-laki bermandau, Foto kominfo21.diskominfo.kutaibaratkab.go.id.

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR-Ribuan masyarakat Kutai Barat padati lapangan alun-alun ITHO Sendawar selain menyaksikan puncak peringatan hari jadi Ke-19 tahun 2018 Kabupaten Kutai Barat juga mengikuti pemecahan rekor Muri, sebanyak 3.000 orang  peserta laki-laki Bermandau dan 2.200 orang Wanita Menumpar.

Rekor Muri laki-laki Bermandau dan wanita Menumpar (menyulam tumpar) bertujuan mencatat budaya bermandau dari etnis Tunjung Benuaq, selain sebagai alat penunjang kegiatan atau aktivitas sehari-hari, namun bermandau juga merupakan alat pemersatu adat dan budaya masyarakat Kutai Barat. Sementara untuk wanita Menumpar merupakan budaya menyulam tumpar yang diwariskan nenek moyang kepada anak cucu sebagai pendidikan karakter seni yang membentuk keuletan dan ketulusan wanita etnis Tunjung Benuaq masyarakat Kutai Barat.

Tim penilai dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Riono mengungkapkan MURI sangat mengapresiasi capaian oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah Kutai Barat mampu mengangkat kembali budaya Indonesia bermandau dan menyulam Tumpar, “MURI sangat mengapresiasi dan bangga kepada budaya lokal yang pada hari ini, Kutai Barat berhasil meraih rekor MURI bahkan rekor dunia penyandang mandau terbanyak dan wanita menumpar terbanyak, Kutai Barat memiliki tradisi budaya dan etnik dayak yang berbeda beda namun tetap bersatu dalam NKRI.” ungkapnya.

Wakil Gubernur kalimantan Timur Hadi Mulyadi yang turut serta memeriahkan pemecahan rekor laki-laki bermandau terbanyak dan berharap seluruh masyarakat Kutai Barat menjadi masyarakat yang sejahtera, dan bukti bahwa masyarakat Kutai Barat bisa sebagai pelopor kesatuan.

Bupati Kutai Barat FX. Yapan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kutai Barat yang turut hadir untuk memecahkan rekor pada hari ini, “dengan pemecahan rekor ini membuktikan bahwa mandau dan menumpar merupakan salah satu warisan suku dayak dan menjadi indentitas bagi masyarakat Kutai Barat.” tegasnya.

Kepala Lembaga Adat Besar Kabupaten Kutai Barat Manardimansyah menuturkan bahwa mandau adalah “sebuah indentitas bagi masyarakat, harapan orang tua terhadap anaknya laki-laki untuk menyandang mandau bukan sebagai alat kekerasan namun sebagai penegasan identitas, menambah wibawa dan kebijaksanaan.”

Turut Hadir, Kutai Barat, H Edyanto Arkan, Sekda Kutai Barat, Yacob Tullur, Ketua TP PKK Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan, Kapolres Kutai Barat, AKBP I Putu Yuni Setiawan, Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Rudi Setiawan, Putra Mahkota Kutai Kartanegara Aji Pangeran Adipati Prabu Anom Suryadiningrat Pangeran Arifin, Wakil Bupati Mahulu, D Juan Jenau, Ketua DPRD Kaltim, Syahrun, Bupati Murung Raya (Kalimantan Tengah), Drs Perdie MA, Wabup Mahakam Ulu, Y Juan Jenau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>