Kabupaten Kutai Barat

Mengelola ADD Dengan Musyawarah

????????????????????????????????????

SENDAWAR – Membuat program kerja di Kampung, dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) para Petinggi/Kepala Kampung harus terlebih dahulu melakukan rapat dengan masyarakat untuk menentukan kegiatan yang dikerjakan. “Kegiatan yang dilakukan harus betul-betul yang diperlukan oleh masyarakat Kampung tersebut, jangan kegiatan yang dilaksanakan hanya karena keinginan Petinggi,” tegas Bupati FX Yapan SH dalam sambutannya pada pembukaan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) XIV di Kampung Jambuq Kecamatan Bongan, Rabu (10/5).

Lebih lanjut Bupati mengharapkan kepada para Camat, kepala kampung sebagaimana diamanahkan agar bisa membantu Bupati dan Wakil Bupati, sehingga ada beberapa kewenangan yang sudah didelegasikan kepada Camat maupun kepala kampung terutama masalah pembinaan, maka harapan saya Camat dan kepala kampung dalam membangun jangan memakai kekuatan sendiri, tolong kita bekerja melibatkan staf, dengan cara berkoordinasi dan berkomunikasi dengan masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan termasuk PKK.

Banyak jalan dan cara kita dalam berkomunikasi. Oleh sebab itu Camat, kepala kampung, diharapkan setiap bulan melakukan kegiatan gotong royong membersihkan kecamatan atau kampung. Saat ini ada perlombaan kampung bersih dan program kampung KB juga terkait dengan kebersihan kampung serta kesehatan masyarakat, sehingga kedepan Bupati akan melakukan inspeksi langsung kelapangan.

 Camat sebagai fasilitator harus bisa mengkoordinir dan menyatukan masyarakat, jadi camat tidak boleh arogan tetapi harus menjadi perekat, begitu juga di kampung petinggi jangan arogan saya minta kepala kampung memiliki ilmu berkomunikasi dengan masyarakat, “Seperti membunuh semut jangan diinjak tetapi berilah gula sedikit maka semut akan mati kekenyangan,” ungkap Bupati.

Sekali lagi tolong Camat, Petinggi dan masyarakat bisa melibatkan Kapolsek serta Danramil dalam kegiatan khususnya pencegahan narkoba dan pemanfaatan perkarangan serta ekonomi kerakyatan, dan pihak Polsek dan Danramil siap untuk membantu, tinggal koordinasi dan komunikasi yang baik, begitu juga dengan TP PKK Kecamatan dalam kegiatannya bisa libatkan Bhayangkari dan Persit Canra Kirana  Kecamatan sehingga apapun yang kita kerjakan bisa menjadi lebih ringan.

Bupati juga menambahkan, Program yang dilaksanakan dikampung harus prioritas, karena petinggi yang paling tahu kebutuhan di kampung masing-masnig. “Saya minta jika ADD masuk tolong kepala kampung melaksanakan ADD bukan karena keinginan tetapi karena kebutuhan, outpunya harus jelas sehingga dalam pengelolaannya harus dirapatkan terlebih dahulu jangan sampai juklak juknis yang kepala kampung berhak dalam pelaksanaannya tidak jangan sampai dalam melaksankan program tidak pernah dirapatkan, sehingga banyak laporan masyarakat masuk ke Bupati terkait kegiatan-kegiatan yang tidak beres,” tegas Bupati.

Selanjutnya Bupati menegaskan ADD bukan proyek, tetapi kegiatan tersebut swakelola, jadi petinggi jangan coba-coba cari untung, oleh sebab itu kedepan seluruh petinggi yang ada kedepan setiap tahun diambil 15-20 kampung untuk diperiksa/audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tujuannya agar petinggi mengerti dalam pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di Kampung benar-benar tepat sasaran.

Bupati juga menyinggung kondisi dan keadaan keadaan perekonomian masyarakat Kubar serta daya beli masyarakat sangat rendah, oleh sebab itu berkaitan dengan BBGRM program ketahanan pangan harus diprioritaskan, gunakan pekarangan-pekarangan yang ada untuk menanam sayur dan apa saja, dimana lahan kita masik banyak yang kosong lahan tersebut tolong dimanfaatkan untuk menanam sayur-sayuran, jagung, padi, singkong, kedelai.

Berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan narkoba, masyarakat, dan aparat kampung serta para guru, tokoh agama bisa membantu mengawasi sehingga pencegahan bisa dilakukan. Selain itu para Camat harus melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk mengawasi terkait peredaran narkoba, pengawasan melekat pada tangan rakyat/masyarakat ” Awasi sekolah-sekolah yang ada, bagai mana pendidikan bisa berkualitas jika sekolah cepat pulang, kita tidak ingin anak-anak kita kurang jam belajar, masyarakat bisa mengawasi guru-guru di sekolah tersebut, begitu juga generasi muda yang ada jangan sampai terjerumus narkoba , dengan demikian para orang tua harus memperhatikan anak-anaknya, jika sering keluar malam harus diawasi, para guru bisa menyampaikan kepada anak-anak didik, begitu juga gereja, masjid bisa menyampaikan himbauan kepada umat. Langkah tersebut untuk membantu seluruh masyarakat agar terhindar dari narkoba dan pergaulan bebas, ” terang Bupati. (hms10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Banner

Tweets