Kabupaten Kutai Barat

Kartu Kuning Syarat Utama Melamar Pekerjaan

KB-14- Buat Kartu

SENDAWAR- KB-14- Tunjukkan Kartu Kuning Tampak warga berbondong-bondong melakukan pendaftaran dalam membuat Kartu Kuning atau Antar Kerja yang disingkat AK-1.   Hal ini tampak dari kesibukan yang terlihat oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Barat saat Harian ini menelusuri ke Dinas tersebut belum lama ini. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutai Barat, Yulius Mimphin melalui Kepala Bidang Pelatihan Penempatan dan Produktivitas Ketenagakerjaan, Roland Tampubolon membenarkan hal tersebut terkait peminat pembuat AK-1 atau yang akrab disebut Kartu Kuning ini.

Ia menuturkan, menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) no 39 tahun 2016 tentang penempatan tenaga kerja. Dimana diisyaratkan bagi pencari kerja yang secara umumnya untuk terlebih dahulu mendapatkan AK-1 (kartu kuning).  Sebab, Kartu Kuning atau AK-1 merupakan salah satu syarat apabila mencari kerja.  Pencari kerja yang telah membuat Kartu tersebut maka sudah teregistrasi di Pemerintah, ujarnya. Dalam peraturan tersebut lanjutnya, bagi setiap perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja wajib memberitahukan lowongan tersebut kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi setempat. Nanti ditindaklanjuti dari Dinas terkait dengan mengeluarkan bukti pelaporan dan memberikan formasi dokumen pasar kerja untuk selanjutnya dilakukan seleksi secara sendiri. Tetapi jika seleksi yang dilakukan bekerjasama dengan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS), maka seleksi tersebut dilakukan bersama-sama dengan pihak dinas terkait untuk melakukan perekrutan sesuai dengan standar penerimaan perusahaan tersebut, beber Roland.

Lebih lanjut ia menuturkan, Kartu Kuning (AK-1) sendiri fungsinya dapat memudahkan untuk mendata jumlah pencari kerja di wilayah setempat. Tidak hanya itu, juga dapat mengakomodir para pencari kerja didalam bursa pencari kerja, terangnya. Kartu Kuning (AK-1) berlaku selama 2 tahun, tetapi setelah kartu tersebut dikeluarkan dari dinas wajib dilaporkan dalam jangka waktu 6 bulan. Apabila pembuat kartu kuning telah mendapatkan kerja, maka wajib melaporkan dan mengembalikan Kartu tersebut ke Disnaker setempat. Sehingga, memudahkan untuk mendata dari Disnaker terkait tenaga kerja, jelasnya.

Disinggung mengenai kendala, sepenuhnya dalam pembuatan tidak dipungut biaya alias gratis dengan pelayanan kurang dari satu hari, pungkasnya. “Disnaker tidak memungut biaya, hanya saja kami menyiapkan mesin fotocopy dan map, jka masyarakat ingin membuat kartu kuning, mereka ingin foto copy di sini (kantor  Disnakertrans) di kenakan biaya,  namun jika warga ingin fotocopy diluar silahkan. Namun bukan berarti mengharuskan pembuat kartu kuning mengeluarkan biaya dengan jumlah tersebut. Ini sifatnya hanya darurat bagi pembuat kartu kuning apabila tidak memiliki kendaraan jika memfotocopy di luar lingkungan kantor, ” tegasnya.

Diketahui, adapun syarat-syarat membuat Kartu Kuning yang pertama Kartu Tanda Penduduk (KTP), Ijazah terakhir, pas foto 3×4 sebanyak 4 lembar dan juga melampirkan pengalaman-pengalaman kerja. (hms19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>