Kabupaten Kutai Barat

Getah Karet Diharapkan Tidak Bercampur

KB-13-Wakil Bupati Edyanto Arkan Temui Petani Karet di Kampung Sekolaq Joleq Kecamatan Sekolaq Darat (1)

SENDAWAR-Harapan petani karet akan adanya kenaikan harga getah karet di awal  tahun 2017 ini, tampaknya tak kunjung menghampiri petani Kubar, sampai pada minggu kedua di bulan Mei tahun 2017, harga getah karet di tingkat petani masih di kisaran Rp5.000 per kilo gram, sempat naik di awal Januari berkisar Rp. 8000,- tetapi tidak berlangsung lama, hal ini banyak dikeluhkan oleh petani karet Kubar yang perekonomian keluarga sangat tergantung dengan harga karet tersebut.

Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Edyanto Arkan “yang meninjau langsung keadaan petani di Kampung Sekolaq Joleq Kecamatan Sekolaq Darat berjanji untuk memperjuangkan kenaikan harga karet, selama ini karet dari Kubar kita jual melalui pembelian dari Kalimantan Selatan (Kalsel) kadang ada permain harga dan kedepan kita mencoba bekerjasama dengan pembeli dari Perusahaan di Samarinda, tetapi dengan berbagai persyaratan  dari perusahaan yang masih perlu kita kaji, di karenakan Perusahaan tersebut hanya membeli getah karet murni, selama ini karet dari Kubar banyak yang telah tercampur”katanya.

Lanjut Edyanto “Pembeli juga banyak mengeluhkan karet Kubar yang dicampur pasir, tanah dan kayu, dan kedepan tentunya lebih adanya perbaikan akan kualitas karet tersebut tidak lagi dibuat dalam bentuk kentalan tetapi dalam bentuk lempengan”tegasnya.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Kubar Finsen Allotodang yang mendampingi, “Kita sudah membuka komunikasi dan berkunjung langsung dengan Perusahaan pembeli karet dan sudah melihat keadaan produksi karet di Samarinda, tetapi kita masih mengkaji dikarenakan Perusahaan tersebut hanya membeli getah murni tanpa adanya campuran sementara karet dari Kubar masih rata-rata tercampur bahan lain”.

Senada dengan Kadis Pertanian Kubar, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Perkebunan Sukorelawan menghimbau masyarakat untuk tidak mencampur karet dengan bahan lain alias karet murni kalau mau adanya perbaikan harga, kalau tetap di campur maka tentunya tidak ada nilai tawar, dan yang rugi petani sendiri, jika petani menjual karet murni tentunya yang datang membeli tengkulak dari mana-mana dan saya yakin persaingan akan harga karet akan lebih sehat karena petani ada nilai tawar dengan kualitas karet yang baik  tanpa adanya campuran.(hms36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>