Kabupaten Kutai Barat

Disekolah Adalah Salah Satu Tempat Belajar Budaya, Kedepannya Ada Pelajaran Muatan Lokal Tari-Tarian dan Musik Tradisional yang Wajib Sebagai Ekstrakulikulernya

Pelatihan Tarian dan musik

Foto bersama ketua yayasan Bina Seni Banir, Kresensia Rikam tenggah, Peserta dan pendamping Pelatihan Tari dan Musik.kominfo Lsr.diskominfokutaibaratkab.go.id

KOMINFOKUBAR-SENDAWAR- Sebanyak 64 orang yang terbagi dalam 11 kelompok dari Sembilan sekolah SD hingga SMP menampilkan berbagai jenis tarian, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Pelatihan Tari dan Musik, yang diprakasai Bina Seni Banir (BSB) Kabupaten Kutai Barat dalam rangka pembinaan anak-anak muda mulai dari SD hingga SMA yang mempunyai bakat dan kemauan untuk memelihara kebudayaan daerah baik seni tari, ukir, kerajinan, musik dan budaya supaya di Kutai Barat menjadi budya yang dapat diandalkan dan lestari. Berlangsung meriah di Panggung Utama Taman Budaya Sentawar (TBS) baru-baru ini.

Peserta Pelatihan Tari dan Musik, yang menampilkan lima buah tarian. diantaranya, Tarian Gantar Bariruku, Tarian Jepen Bemain, Tari Baburu, Tari Gantar Bersama dan Tari Enggang Idang Bulan, selain tari-tarian ada pula pemain musik dari anak-anak dan penampilan dari pendamping di sekolah-sekolah masing-masing.

Ketua BSB Kabupaten Kutai Barat, Kresensia Rikam yang menyaksikan tampilan tersebut secara langsung mengatakan setelah mengikuti Pelatihan, tampak minat dan keinginan peserta antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Tari dan Musik. “ Kita harapkan Anak-anak ini terus dibina supaya bisa mengekspresikan apa yang mereka dapat di Pelatihan ini,  dengan terus latihan secara mandiri namun juga dapat dikembangkan disekolahnya masing-masing,” teranya.

Dan berharap di sekolah bisa mengembangkan dan menambah variasi-variasi tarian sehingga mempunyai modal bagi sekolah tersebut. Jika di setiap sekolah-sekolah seninya bagus maka kebudayan di Kab. Kutai Barat sudah terangkat dan menjadi modal bagi generasi penerus yang harus dibina untuk mengangkat budaya. “Sekolah merupakan tempat belajar budaya, namun tidak semua sekolah ada terapkan hal tersebut, mudah-mudahan kedepannya ada pelajaran muatan lokal Tari-tarian dan Musik Tradisional sebagai ekstrakulikuler wajib kedepannya,” Ketua BSB menambahkan.

Semnatara itu Wakil Ketua Harian, Abed Nego menambahkan, Seni budaya merupakan modal dasar untuk dapat dikembangkan di sekolah masing-masing baik seni tari, music supaya dapat wawasan yang lebih luas kedepannya. “sejauh ini tidak ada hambatan dan malam ini bisa menampilkan dari hasil pelatihan yang diterima,” bebernya. Kominfo Lsr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>