Kabupaten Kutai Barat

Beragam Perlombaan Tradisional Meriahkan HUT Ke- 18 Kubar

2017. LOMBA.

SENDAWAR – Dalam rangka memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Ke 18 Tahun 2017. Pemerintah Daerah (Pemda) setepat, menggelar beragam perlombaan olahraga tradisional. Diantaranya menyumpit, begasing dan Belogo.

Lomba tersebut berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Jalan Sendawar Raya, Barong Tongkok. Yang dimulai sejak Jumat 3/11 lalu. Dibuka langsung oleh Bupati Kubar FX Yapan SH, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Yacob Tullur MM. Sebanyak 105 peserta ikut memeriahkan lomba tersebut.

Terbagi dalam beberapa kelompok yakni, untuk lomba menyumpit putra diikuti 50 peserta, untuk putri 10 peserta, Belogo 25 Grup, dan Begasing 20 Grup. Yang berasal dari Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkab Kubar.

Bupati Kutai Barat FX Yapan SH melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Kubar Drs Yacob Tullur MM menuturkan, Pemkab Kubar menyambut baik, serta mengapresiasi ragam kegiatan yang memuat kekayaan dan kebanggaan warisan leluhur.

2017. LOMBA. (2)“Serta bukti arah perjuangan Kubar yang dikemas dalam bentuk seni budaya dan informasi pembangunan. Semarak peringatan HUT ke 18 Kubar, ini hendaknya ditandai dengan bangkitnya semangat dan kesadaran untuk memajukan Kubar,” tegasnya.

Bupati berharap melalui pelaksanaan kegiatan Lomba Oltrad ini semakin menguatkan dan meneguhkan nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur. Juga dengan dilaksanakannya pameran dapat membangun pemahaman publik yang positif terhadap pemerintah.  Dalam upayanya mewujudkan Kubar, yang semakin adil, mandiri dan sejahtera berlandaskan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan pada pelaksanaan lomba olahraga tradisional, ini warga Kubar patut berbangga dan bersyukur bahwa Kabupaten ini memiliki perhatian yang sangat besar, dalam pelestarian nilai-nilai budaya. Hal ini diwujudnyatakan dalam pelaksanaan ragam kegiatan adat dan budaya.  Baik dalam peringatan, dan peristiwa penting dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

“Hal tersebut patut terus dilestarikan mengingat momentum ini bermanfaat untuk memperkuat rasa cinta kepada budaya lokal, sekaligus sebagai alat perekat rasa persaudaraan dan kebersamaan diantara kita semua,” ujarnya.

Ia mengimbau generasi muda di Kubar untuk mendorong menumbuh kembangkan rasa cinta yang mendalam terhadap olahraga tradisional.  Melestarikan budaya ini tidak hanya dilaksanakan pada saat ceremonial peringatan HUT Kubar saja. Namun dapat dilakukan dengan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan Kubar. “Semisal kerajinan menganyam, menumpar atau bahkan oltrad ini dijadikan salah satu kajian materi yang dikolaborasikan antara seni budaya dan pelajaran pendidikan Jasmani dan Kesehatan,” imbuhnya. . Bahkan dalam event-event yang besar seperti HUT RI, PORSENI (Menyumpit, Begasing, dan Belogo) juga mengadakan lomba serupa di sekolah-sekolah, sebagai ajang promosi budaya.

“Saya menghimbau kepada warga Kubar untuk dapat berpartisipasi secara aktif mengikuti kegiatan lomba Oltrad ini. Karena esensi dari Oltrad ini selain melestarikan nilai budaya kita juga menggerakkan tumbuh kembang olahraga tradisional ini sebagai bagian dari upaya menuju hidup sehat,” tandasnya. (ADV/hms10/NAW).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>