Kabupaten Kutai Barat

5 Tahun Fokus Pembangunan Infrastruktur

2017.2805.FOTO

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan SH menyatakan dalam 5 tahun atau periode 2016 – 2017, pihaknya akan berkonsentrasi dan fokus pada pembangunan infrastruktur, yang merata hingga ke tingkat pelosok daerah. Karena kesempatan itu akan menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Hal ini disampaikan orang nomor satu di ‘Tanaa Purai Ngeriman’ ini saat menerima kunjungan kerja Bupati PPU Drs H Yusran Aspar M Si, berserta rombongan di balai agung Aji Tulur Jejangkat (ATJ).

“Saya menyadari bahwa hal yang paling mendasar dan fundamental dalam pembangunan ini adalah terwujudnya pelayanan infrastruktur yang adil dan merata,” tegasnya.

Sehingga pembangunan tidak hanya terpusat pada kecamatan yang letaknya dekat dengan ibukota kabupaten saja. Namun juga di seluruh daerah hingga ke pesisir/pelosok. “Tekankan prinsip adil dan merata, pembangunan infrastruktur inilah yang kemudian akan membawa pemerataan pembangunan, pembangunan akan dimulai dari kecamatan yang belum dibangun secara optimal,” tegasnya.

Menyadari akan pentingnya hal ini maka misi yang pertama diletakkan dalam pemerintahan Kabupaten Kutai Barat 2016-2021 adalah Peningkatan pembangunan infrastruktur dasar publik yang semakin merata ke seluruh wilayah Kutai Barat.

“Infrastruktur yang baik akan membawa dampak yang sangat signifikan pada tumbuh kembangnya perekonomian.Keberhasilan ekonomi  inilah yang menyejahterakan rakyatnya,”tegasnya kembali.

Namun ia menyadari  upaya, demi Terwujudnya Kutai Barat yang Semakin Adil, Mandiri dan Sejahtera Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia memerlukan usaha dan perjuangan keras. “Kami memerlukan adanya kerjasama dan sinergitas oleh seluruh pihak baik pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat,”tegasnya.

Dalam lingkup sosial budaya, masyarakat Kutai Barat pada umumnya adalah masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan budaya, hal ini dilihat dari fenomena adat dan budaya bahwa masyarakat setempat yang hingga kini masih melestarikan nilai adat dan budaya dalam ragam kegiatan adat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari NKRI Kubar juga majemuk, di kabupaten ini didiami masyarakat yang terdiri dari 6 etnis antara lain: etnis benuaq, etnis tunjung, etnis aoheng, etnis kenyah, etnis bahau, etnis melayu. “Dan syukur puji Tuhan melalui penyertaan dan anugerahNya kami diperkenankan  untuk hidup rukun dan damai,”tegasnya. (ADV/hms10/NAW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Banner

Tweets